My brave little girl

My brave little girl
Part 21.



Setelah itu kami keluar dari restoran, seperti yg pak abdi bilang kami jalan2 sebentar, setelah puas kami langsung fitting baju, untuk acara pernikahan kami, dan yg lain nya sudah di siapkan oleh mami nya pak abdi dan juga orang2 kepercayaan pak abdi, dan juga pak abdi membeli kan perhiasan untuk ku


Sesampai di mall kami langsung masuk menuju tokoh perhiasan terkenal disana dan pasti harganya mahal dan kalau buat pak abdi masih kecil duit segitu.


"Ada yg bisa kami bantu pak"ucap pelayan sama kami


"Keluar kan cicin terbaru yg kalian miliki " ucap abdi dingin


Tampa menunggu lama, mereka langsung mengeluarkan semua perhiasan terbaru mereka, dengan model yg beraneka ragam,mereka tidak mau Bermasalah dengan abdi, siapa sih yg ngk tahu abdi, pengusaha muda yg sukses berdarah dingin, aku melihat-lihat semua nya kelihatan bagus


"Kamu mau pilih yg mana" ucap abdi lembut


"Kayak nya yg ini aja deh, lebih simple, bagus ngk terlalu mencolok "ucap ku sambil menunjukan cicin berlian berlapis emas ada permata nya juga, walaupun simple tapi sangat elegan dan mewah


"Baiklah, tolong bungkus yg ini "ucap pak abdi sambil memberikan kartu Atm nya


Dengan segerah melaksanakan nya, selesai itu kami langsung menuju butik yg sama di mall itu, sesampai di sana pelayan pun membantu kami untuk mencoba baju, karna memang sudah janji, selesai dengan fitting baju, kami kembali ke pakiran.


Setelah berapa saat mobil berjalan, dan aku hanya diam karna aku memang ngantuk dan juga lagi bad mood, sampai aku tidak tau kalau aku sudah tidur pulas, pak abdi membiarkan ku tidur


" emang si tukang tidur, Dikit2 tidur, baru masuk mobil sudah tidur, dasar kelinci kecil yg nakal" guman pak abdi sambil mencubit hidung ku dengan sebelah tangan masih tetap memegang stir mobil, karna tidur ku yg sudah nyenyak jadi aku tidak tergangu sama sekali


Sesampai di rumah orang tua nya, pak abdi langsung membangun kan ku


"Al.., alia ayok bangun kita sudah sampai " ucap pak abdi lembut sambil mengelus-elus pipi ku


"Ah iya, " ucap ku sambil mengeliat dan mengucek-ucek mataku untuk mengumpulkan nyawaku yg masih berkelana di alam mimpi


" ayok turun " ucap pak abdi


Dengan segerah aku turun dan mengekor pak abdi masuk ke dalam rumah, karna nyawa ku belum terkumpul semua jadi aku ngk sadar rumah calon mertua ku, tampa memperdulikan pak abdi aku langsung masuk


" waalaikumsalam " jawab orang di dalam rumah


Abdi yg melihat aku langsung tidur lagi, hanya bisa geleng2 kepala, setelah itu dia duduk di sofa samping ku, di sana juga aja mami dan papi nya


"Sudah selesai fitting baju nya" ucap mami abdi memandang anak semata wayang nya


"Sudah mam" ucap abdi singkat


"Tu anak kenapa, dia sakit? " ucap maminya heran lihat tingkah ku yg langsung menyelonong masuk dan langsung tidur di sofa


"Ntah la mam, mungkin dia lelah" ucap pak abdi sambil mengankat kedua bahu nya menandakan dia juga ngk tahu


"Ya sudah, kamu pindah kan dia kekamar tamu gih, biar dia nyaman tidur nya, dan kamu nginap aja disini"ucap mami nya lembut


"Iya mam, abdi pergi dulu ya"ucap pak abdi sambil mengankat tubuh ku


Karna tubuh ku terasa melayang di atas udarah, aku pun membuka mata ku dan kulihat pak abdi mengendong ku


"Eh eh pak, mau di bawa kemana saya, turunin donk, saya bisa jalan sendiri "ucap ku memberontak dan memukul dada bidang pak abdi


"Diam saja, atau saya makan kamu disini "ancam pak abdi


"Kalau makan itu nasi, bukan orang "gerutu ku


" aku mau makan kamu" ucap nya dengan senyum licik


Tolong dukungannya dan saranya buat author, 🙏🙏😊