My brave little girl

My brave little girl
Part 48.



Setelah berjalan kaki cukup lama, dengan banyak tatapan mata yg memperhatikan kami berdua dan juga bisik-bisik tetangga, akhirnya kami sampai di tempat tujuan ku, ya itu membeli makanan yg sering aku beli sewaktu aku di kampung.


Sampai di sana abdi hanya bengong mengikuti langkah ku memasuki warung yg lumayan rame dan juga tidak seperti di restoran mewah tempat abdi sering makan, cuman sederhana tapi enak


"Kamu yakin makan di sini yang? "Ucap abdi ragu2 ketika melihat tempat nya, walaupun tempat nya ngk kayak di restoran mewah tapi bersih dan juga terjamin kok


"Iya, aku kan sering dulu makan di sini, dan kamu harus mencoba nya, enak loh, bersih kok"ucap ku semangat


"Baik lah"ucap abdi pasrah dan mengikuti ku untuk memesan makanan tersebut


Sampai di sana kami sudah di sambut ramah oleh penjual, karna memang aku langanan dulu nya di sana


"Eh, ada alia, sudah lama ngk kesini, mau pesan apa al"ucap pak indra sambil melihat ku dan tersenyum


"Iya pak, aku baru sampai di kampung pak, aku mau pesan seperti biasa, dua porsi ya pak"ucap ku ramah


"Ini siapa al"ucap pak indra melihat abdi


"Apa dia tidak menonton tv, padahal berita di tv, semua tentang acara pernikahan kami, "guman abdi dalam hati malas


", pekenalan ini suami alia, "ucap ku dan melirik abdi, abdi yg mengerti dengan lirikan ku langsung mempekernal kan diri


"Abdi, suami alia pak"ucap abdi sopan dan mengulur kan tangan tapi masih dengan wajah datar nya


"Indra yg jualan ini "ucap nya lagi sambil tersenyum ramah menjabat tangan abdi


"Ya sudah pak, kami duduk di sana yah, "ucap ku sambil menunjukan kursi dan meja kosong dan di balas angukan oleh pak indra


Setelah itu kami berjalan menuju kursi dan meja kosong untuk di duduk ki, sampai di sana kami langsung duduk dan abdi duduk di samping ku.


Dari awal kami masuk ke warung itu semua mata menuju menatap kami, semua cewek2 di sana memperhatikan kami, kami ma santai aja, sudah biasa seperti itu, apalagi abdi yg sering di perhatikan seperti itu, walaupun risih tapi dia ma bodoh amat, baru duduk sebentar, datang 3 orang cewek mengahampiri kami,dia sok akrab gitu, dia kakak kelas ku dulu yg sering iri pada ku


"Hay, iya "ucap ku datar


"Sekarang kamu sudah terkenal yah, dan juga sudah mempunyai suami yg tampan seperti ini, kamu tidak mau memperkenal dengan kami "ucap sinta genit dan juga teman2 nya dan itu membuat abdi jijik


"Tidak perlu saya perkenalkan, kalian sudah kenal dia juga pun"ucap ku ketus tampa memperdulikan ucapan ku mereka langsung mengulurkan tangan kepada abdi untuk memperkenal diri


"Hay... Kak perkenalkan aku sinta, dan ini sahabat ku rika dan mita"ucap nya dengan nada manja, aku hanya memutar bola mata jengah


"Mmmmm"ucap abdi dingin tampa memperdulikan dan membalas uluran tangan mereka dan dengan malu dan kesal nya mereka langsung menarik tangan nya lagi dan tersenyum kikuk


"Sudah ya perkenalan nya, kami mau makan tidak ma u di ngangu "ucap ku halus mengusir mereka


"Kami mau bergabung dengan kalian "ucap mita manja dan di angukan oleh teman nya, dan langsung duduk di depan kami, itu berhasil membuat mood makan ku dan abdi hilang


"Sayang, "ucap abdi


"Iya "ucap ku


"Kita makan nya di rumah aja yah, mood aku sudah hilang,banyak nyamuk disini "ucap abdi menatap sinis ke arah mereka


"Tapi pesanan nya belum siap loh"ucap ku lembut sambil mengengam tangan abdi


Cup


Kecupan mendarat di bibir ku dan itu berhasil membuat yg menatap kami merasa iri dengan keromantisan kami


"Kamu selalu membuat ku gemas, sudah kita tunggu di luar aja, aku malas di sini "ucap abdi lembut dan