My brave little girl

My brave little girl
Part 12.



" syukur la " ucapku sambil mengelus- elus dada ku


Setelah itu kami tidak ada bersuara lagi, melanjutkan sarapan kami, selesai sarapan kami langsung bergegas pergi ke kantor, di depan rumah sudah terpakir mobil mewah abdi yg siap mengantarkan kami ke kantor, sesampai di depan mobil abdi membuka kan aku pintu mobil untuk ku setelah ku masuk abdi langsung menutup nya dan berjalan setengah putaran untuk masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Setelah itu pak abdi langsung mengendarai mobil menuju kantor.


30 menit perjalanan kami sampai di kantor dan pak abdi langsung memakirkan mobil nya di pakiran khusus, dan pak abdi bersiap2 mau keluar di lihatnya aku masih setia di dalam mobil


" kamu ngk mau turun" ucap pak abdi


" aku malas nanti banyak mata melihat ku"ucap ku pasti banyak yg bergosip tentang ku, karna kemaren aku tidak balek ke meja kerja setelah makan siang dengan pak abdi, kayak bapak ku aja yg punya perusahaan, dan juga segan sama mira


" santai aja, ayokk " ucap pak abdi


" gimana mau santai, " ucap ku malas


" atau mau saya gendong " goda pak abdi


"ah boleh juga tu, biar mak lampir lainnya ngk lihat wajah cantik ku"ucap ku asal, Tampa menjawab pak abdi langsung keluar mobil dan membuka kan pintu mobil untuk ku


" ayok " ucap nya sambil meulurkan tangan nya


" yah " ucap ku ragu2, tampa menunggu lama, pak abdi langsung menarik tangan ku dan langsung mengendong ku


" eh pak turun kan, ini kantor, bapak jangan bercanda donk, malu di lihat orang " teriak ku sambil meronta2 mintak di turun kan dan memukul dada bidang pak abdi


" diam, kalau ngk saya cium kamu di sini " ancam pak abdi dengan tatapan tajam yg siap menerkam musuh nya


" iya " ucap ku lemas sambil membenamkan wajah cantik ku di dada bidang pak abdi


" kalau masih ingin berkerja di sini, jangan gunakan mulut kalian untuk bergosip, kalau tidak silakan angkat kaki dari sini" ucap abdi tegas


Setelah itu masuk kedalam lift dan menekan lantai 30 tempat ruangan nya, sampai di ruangan dia langsung menurun ka ku di sofa, setelah ku rasa bisa untuk memaki nya, langsung aku keluar kan kata-kata mutiara ku


"Bapak apa- apaan sih, aku mau kerja, bukan duduk aja di sini, trus seenak hidung bapak aja main gendong saya, bilang aja bapak modus mau gendong saya, ah sebal aku tuh" ucap ku mengeluarkan unek2 ku


" ini balasan mu, sama orang yg mengendong mu" ucap pak abdi sinis


"Bilang aja modus" ucap ku kesal


"Kamu sendiri yg mintak tadi" ucap pak abdi santai tampa dosa


" kan cuman bercanda "


" Tapi kamu senang kan? "Goda pak abdi sambil mengedib-ngedib kan mata nya


" idih, gr bangat sih pak" ucap ku memalingkan wajah ku kesal


"Ya sudah la, malas berdebat sama bapak ngk ada Habis-habisnya, mendingan aku kembali kerja lagi"ucap ku sambil berjalan keluar, belum sempat keluar dari ruangan pak abdi langsung mencegah ku


"Siapa yg nyuruh kamu keluar, mulai sekarang kamu jadi sekretaris saya" ucap nya tegas dengan mata tajam yg siap memangsa ku


Mohon dukungannya buat author ya kakak- kakak semua, 🙏🙏