
"Tapi alia mau papi yg masak mi"ucap abdi menatap papi dengan memelas
"Apaaaaa"teriak papi kaget dengan reflek mami, abdi dan pelayan yg ada di sekitar nya menutup telinga supaya tidak pecah gendang telinga mendengarkan teriak papi yang seperti speker rusak
"Apa papi tidak mau "ucap ku yang baru datang dan mendengarkan teriakan papi itu membuat ku sangat sedih, aku berpikir papi tidak mau memasak untuk ku, mungkin aku terlalu merepot kan mereka, aku juga tidak tahu, kenapa aku lebih suka papi yang memasakin aku, ntah karna hormon ibu hamil atau apa lah, aku juga tidak tahu.
Dengan reflek mereka semua melihat ke arah sumber suara yang berasal dari ku, dan setelah melihat ku papi jadi gelagapan, dia bukan bermaksud untuk tidak menuruti permintaan ku tapi dia hanya kaget aja.
"Bukan begitu sayang, papi hanya kaget aja, kamu jangan sedih gini dong nak"ucap papi berusaha tenang menghampiri ku dengan senyum manis nya
"Benaran ngk bohong pi"ucap ku menatap papi mencari kebohongan dari wajah papi, tapi tidak ada suratan kebohongan dari wajah papi
"Iya nak, papi akan masakan apapun kemauan putri papi ini"ucap papi mencubit pipih gemas
"Awkk sakit pi, "ucap ku mengelus-elus pipih ku sambil mulut ku mengerucut.
"Maaf sayang, papi gemes lihat tingkah putri papi yang satu ini "ucap papi sambil mengusap-usap kepala ku
"sudahlah papi, jangan seperti itu, dia itu istri ku"ucap abdi yang cemburu dengan papi nya sendiri
"Apa sih kamu dia itu putri papi, suka-suka papi la, mau di apain, iya kan nak "ucap papi yang tidak mau mengalah, dan juga mintak persetujuan dari ku, dan ku balas angukan kepalah.
"Papi kan ada mami kenapa harus istri ku sih pi"ucap abdi kesal sama papi
"Sudah-sudah, kalian ini tidak pernah akur, "ucap mami menengah kan perdebatan antara anak dan ayah ini
"Sudah lah sayang, jangan seperti itu sama papi, dosa loh"ucap ku lembut
"Iya sayang "ucap abdi mengalah
"Maaf pi"ucap abdi meminta maaf ke pada papi, dengan malas nya, dia ngk mau buat istri nya merajuk, takut tidur di luar
"Hahah, teryanta CEO yang terkenal dingin dan tegas itu takut istri "ucap papi mengejek abdi dengan tertawa lepas
"Papiiiiiiiii"ucap mami geram dengan tingkah papi sambil melotok kan mata sama papi dengan segerah papi diam
"Hahaha, papi juga takut sama mami "ucap abdi mengejek papi kembali dengan tertawa berbahak-bahak
"Diaaammmmmmm"teriak mami tegas
Dengan reflek semua menutup telinga mendengarkan teriak mami
"Mi jangan teriak seperti itu, sakit telinga papi tahu"ucap papi pelan tapi masih bisa di dengar
"Ah ngk ada habis nya berdebat seperti ini"ucap ku sambil berlalu meninggal kan tempat itu menuju taman belakang, karna malas mendengarkan perdebatan antara mereka.
Mereka yang melihat ku pergi dari sana, jadi menyalah kan satu sama lain
"Tu kan gara-gara papi sama mami, istri ku merajuk kan"ucap abdi kesal
"Heh anak durhaka, kenapa mami sama papi pula di salah kan "ucap mami sama papi bareng dengan suara naik 3 oktaf
"Kan kalian selalu seperti itu, jadi gimana tu cara membujuk dia"ucap abdi sambil menunju ke arah aku pergi tadi
"Ah iya sampai lupa, ayok sekarang kita susul dia "ucap papi lagi sambil menarik tangan mami sama abdi untuk menyusul ku.