
Pagi hari nya, seperti biasa aku bangun pagi, membangun suami nya dan melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, selesai itu aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami ku, dia tidak memboleh kan pelayan yg menyiapkan sarapan untuk suami nya,sedangkan abdi dia langsung pergi lari pagi, seperti kebiasaan nya,
30 menit ku berkutit dengan alat-alat dapur, akhirnya sarapan pagi yg ku buat dengan penuh cinta akhirnya selesai juga, aku langsung ke kamar untuk membersihkan diri dan juga siap2 untuk pergi ke kantor, aku juhmga mempersiapkan semua keperluan abdi, selesai dengan semua nya, abdi juga sudah mandi, dan berpakaian rapi, kami berdua langsung menuju meja makan, untuk sarapan, kami sarapan dengan tenang dan juga sekali2 mengobrol.
Selesai sarapan kami langsung menuju pintu keluar, di sana sudah terpakir mobil mewah koleksi abdi, dan juga ada supir yg membuka kan pintu untuk kami, abdi dia yg mengemudi sendiri dia tidak mau ada yg mengangu waktu berdua dengan ku, 30 menit perjalanan akhirnya kami sampai di kantor, seperti biasa kami berjalan berdua masuk ke dalam kantor menuju ruangan abdi,
Pada saat membuka pintu ruangan abdi di sana aku melihat begitu banyak berkas2 di meja abdi dan juga meja ku, ah jadi shok aku lihat nya, pusing pala incesss
"Kakak itu apa, kenapa segitu banyak nya, ? "Ucap ku menunjuk ke arah kertas2 bertumpukan di atas meja kami dengan wajah shok
"Hahah, itu kertas2 yg akan kita kerja kan sayang, kan kita sudah 1 minggu meninggal kan kantor yang, jadi banyak la kerjaan ku, jadi kita akan mengerjakan itu semua sekarang deh"ucap abdi santai tapi wajah nya ngk menyakinkan karna segitu banyak nya
"Aduh kak, pusing pala inceess deh"ucap ku sambil Pura2 lemah
"Au ah, aku mau kerja, jangan ngangu sana, kerjakan itu yg baik, jika tidak selesai sampai jam pulang, ngk dapat jatah, ok"ucap ku berlalu meninggal abdi di sana dengan menunjukan jari seperti ok, dan langsung duduk di tempat kerja ku
Abdi yg mendengar kan ucapan ku langsung mematung di tempat dan juga lagi mencerna omongan ku, setelah di rasa paham dia langsung menuju ku untuk komplin
"Sayang, ngk bisa gitu donk, itu kan kewajiban istri, jadi ngk boleh menolak keinginan suami "ucap abdi yg sudah berdiri di sebelah ku
"Ngk ada bantahan, kalau masih comment ngk aku kasih selama Seminggu "acam ku menatap tajam abdi
"Iya iya deh"ucap abdi pasrah
"Sana kerja, cepat selesai kan, aku juga mau kerja "ucap ku ketus, ketika melihat abdi masih berdiri di dekat ku, mau ngk mau abdi berjalan menuju kursi nya dengan banyak pertanyaan
"*Yg bos nya siapa, yg memerintah siapa, ah tapi kalau singa betina sudah bangun tidak bisa di bantahan, dari pada ngk dapat jatah mendingan aku ikuti aja mau nya, untung sayang, kalau ngk, ya sudah tapi kan aku juga susah mendapatkan nya dulu hehe"guman abdi di dalam hati yg sudah duduk di kursi kebesaran nya
"Ah rasa in tu, tapi lucu sekali wajah nya itu, gemas jadi nya"guman putri sambil tersenyum 😊*