
Abdi keluar dari kamar langsung menuju pos satpam yg ada di halaman depan, dengan segerah abdi memangil supir pribadi keluarga nya.
"Pak"panggil abdi
"Iya tuan muda, ada yg bisa saya bantu"ucap supir dengan sopan sambil menundukan kepala nya
"Pak tolong beliin istri saya mie instan "ucap abdi sambil memberi kan uang kepada supir
"Tapi tuan... "Ucap supir membantah tapi langsung di Potong oleh perkataan abdi
"Tidak ada tapi2 nya sekarang pergi lah"ucap abdi dingin
"Ba.. Baik tuan muda"ucap supir gugup mendengarkan perkataan abdi yg dingin, padahal dia hanya ingin bertanya mie rebus atau mie goreng, dan juga merek apa, tapi malah di usir, mau tidak mau supir nya hanya pasrah dengan tuan muda nya yg satu ini.
Dengan segerah supir pergi ke mini market terdekat untuk membeli kan pesanan tuan muda nya.
Setelah supir pergi abdi langsung masuk ke dalam rumah mencari keberadaan orang tua nya, saat masuk abdi langsung menuju ruang keluarga, di sana dia melihat orang tuanya lagi mesra nya menonton tv, ntah acara apa mereka nonton hingga menikmati seperti itu,
"Pi, mi"ucap abdi saat tiba di depan orang tua nya dan langsung duduk di sofa yg berhadapan dengan orang tua nya.
"Ada apa? Ngangu orang aja"ucap papi kesal
"Ingat umur "ledek abdi sama papi nya. Dan berhasil membuat papi nya menatap tajam anak semata wayang nya
"Ada apa sayang "ucap mami dengan lembut
"Alia mintak di masakin mie instan mi"ucap abdi lemas
"Loh itu tidak baik untuk di konsumsi sayang "ucap mami kaget
"Orang dia yg mintak mi, mana tega aku lihat dia Menangis seperti itu"ucap abdi lesu sambil memijit pangkal hidung nya, untuk meredah kan sakit kepala nya karna tingkah laku ku.
"Terus sekarang, sudah kamu buatkan"ucap mami lagi
"Ya sudah, tidak boleh banyak2 konsumsi nya, dikit aja bilang sama alia ya sayang "ucap mami lembut
"Iya mi"ucap abdi
Tidak beberapa setelah itu datang supir membawah kan beberapa kardus mie instan dengan berbagai merek dan rasa,
"Ini tuan, pesanan nya"ucap supir yg membawa kardus itu di ikuti oleh 2 orang di belakang nya yg membantu membawa kan kardus yg berisi mie instan
"Loh kenapa banyak sekali "ucap abdi, papi dan mami dengan kaget melihat banyak nya mie instan yg di bawah supir
"Maaf, tuan, tuan muda dan nyonya, saya tidak tahu harus membeli mie instan yg merek apa, yg rebus atau goreng, jadi saya beli semua aja"ucap supir menjelaskan
"Astagfirullah, kenapa tidak bertanya tadi pak"ucap abdi geram
"Tapi tadi saya mau tanya tuan muda malah menyuruh saya untuk pergi membeli nya secepatnya "ucap supir menjelaskan lagi
"Jadi kamu menyalah kan saya sekarang "ucap abdi dingin
"Ma... Maaf tuan.. Bukan begitu maksud saya.. Eh.. Tapi.. Anu... Anu"ucap supir terbata2, dia tidak mau salah bicara sama tuan muda nya yg sudah emosi
"Sudah.... Sudah.. Sekarang bawa semua nya ke dapur saja"ucap mami menengah kan nya perdebatan mereka
, "baik lah nyonya, permisi taun, nyonya "ucap supir menundukan kepala nya
"Ya sudah sana suruh pelayan yg memasak nya, biar istri mu tidak menunggu lagi"ucap mami lagi
"Tapi alia mau papi yg masak mi"ucap abdi menatap papi dengan memelas
"Apaaaaa"teriak papi kaget dengan reflek mami, abdi dan pelayan yg ada di sekitar nya menutup telinga supaya tidak pecah gendang telinga mendengarkan teriak papi .