My brave little girl

My brave little girl
Part 46.



Ketika aku bangun aku langsung melihat keliling, dan mata ku langsung tertuju pada rumah sederhana yg beruasa biru muda, dengan banyak taman bunga di depan nya, sekarang rumah itu sudah sangat jauh berubah, aku langsung menatap abdi yg dari tadi mesih memperhatikan ku


"Kenapa kamu bisa tahu rumah ku"ucap ku memicing kan mata ku


"Sebelum aku menikah dengan mu, aku sudah tahu tentang dirimu terlebih dahulu sayang "ucap abdi lembut


"Jadi semua ini kamu yg lakukan "ucap ku lagi


"Iya sayang, ini semua kado pernikahan dari ku untuk mu sayang "ucap abdi lembut sambil mengengam tangan dan mencium ny


"Terima kasih"ucap ku dengan mata berbinar2 dan langsung memeluk abdi


"Iya sayang, apa pun untuk mu akan ki berikan sayang "ucap abdi membalas pelukan ku


Itu membuat ku langsung menumpah kan air mata ku,di dalam pelukan abdi, abdi langsung melongarkan pelukannya dan menghapus air mata ku


"Aku tidak mau, kamu Menangis sayang, aku tidak bisa melihat air mata mu ini sayang "ucap abdi lembut menghapus kan air mata ku dan juga mencium kening ku dengan sayang


"Terima kasih, aku sangat bahagia dengan semua ini "ucap ku tulus dan tersenyum manis


"Sama - sama sayang, sekarang mari kita keluar, ibu sudah menunggu kita"ucap abdi dan langsung ku angukan


Setelah itu abdi langsung keluar dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk ku, setelah itu kami berjalan berdua ke arah rumah, sesampai di depan pintu aku langsung mengetuk pintu


*Tok tok tok


"Assalamualaikum bu*"ucap ku


"Sebentar, waalaikumsalam "jawab dari dalam rumah


Ceklek


Pintu terbuka menampak kan laki- laki tampan yg yg masih muda, dengan tinggi sekitar 170, badan kekar, senyum indah, ya dia adalah adik pertama ku, IQSAN MAITUL AKBAR


"Kakak"ucap nya dan langsung memeluk ku


"Aku juga kangen sama Kakak, "ucap nya semakin mempererat pelukan nya


Lama kami berpelukan sampai terdengar suara dari dalam rumah


"Siapa yg datang nak"ucap suara lembut dari dalam rumah


Kami langsung melepaskan pelukan, di sana aku dapat melihat seorang wanita paruh baya berjalan menuju kami, dengan wajah yg penuh dengan keriput, senyum yg indah, body masih bagus, ya dia adalah ibukuh


"Alia, kamu sudah sampai nak"ucap ibu langsung memeluk ku


"Baru saja bu"ucap ku langsung membalas pelukan ibu,


"Aku kangen ibu"ucap ku menetes kan air mata ku


"Ibu juga kangen kamu nak"ucap ibu ku sekarang sudah menanggis di pelukan ku, lama kami berdua menunpahkan rasa kangen sampai kami melupakan abdi yg melihat kami dari tadi sebagai penonton


"Aku datang kesini sama suami ku bu"ucap ku sambil melepaskan pelukan ku


"Ah maaf nak, ibu sampai lupa"ucap ibu memandang abdi


"Iya tidak Papa bu "ucap abdi sambil menyalami ibu dan ku ikuti menyalami ibu


"Ayok masuk, kalian pasti lelah kan, "ucap ibu ku dan kami langsung mengikuti ibu untuk masuk keruang tamu, sampai di sana kami langsung duduk, dan ibu langsung ke dapur membuat kan minuman untuk kami,


Setelah selesai ibu kembali dengan mampan di tangan yg berisi minuman,


"Minum dulu nak, kalian pasti haus kan "ucap ku dan kami angukan langsung meminum , dengan sekali teguk langsung habis sanking haus nya.


**MOHON DUKUNG DAN SARAN NYA BUAT AUTHOR , JUGA VOTE NYA YA, BIAR SEMANGAT BUAT MENULIS DAN MELANJUTKAN CERITA NYA,🙏😊😘


Dan terima kasih sudah mampir ke karya author semoga kaliasln semua suka, 😊😊😘**