My brave little girl

My brave little girl
Part 76.



Setelah 30 menit masakan mereka semua selesai, dan segerah menghidangkan nya, mereka sangat puas dengan masakan mereka tapi belum tahu enak atau tidak nya.


"Silakan di coba tuan putri "ucap papi dengan senyum semanis mungkin


"Terima kasih papi "ucap ku tulus


Dan langsung mencicipi masakan mereka,masakan nya enak, aku sangat suka,aku makan dengan lahap nya, tampa memperdulikan pandangan dari papi, mami dan abdi yang menatap heran, tapi juga senang melihat aku makan dengan lahap nya


"Apa ini enak sayang "ucap abdi tersenyum lembut


"Tentu ini sangat lezat "ucap ku dengan mata berbinar-binar, tampa melihat ke arah abdi dan masih sibuk dengan makanan ku


"Baik lah, mari kita coba juga"ucap mami yang juga ngiler melihat aku makan dengan lahap nya


Mereka mengambil dan mencoba nya, mereka yang baru mencoba sangat suka dan langsung menghabiskan nya, karna memang benar mie instan sangat enak, walaupun kurang sehat.


Aku yang barusan menghabiskan makanan ku, dan merasa mual, aku langsung berlari ke kamar mandi yang dekat dengan dapur, abdi yang melihat nya, langsung mengikuti ku dari belakang karna memang dia sudah selesai makan, dia melihat ku muntah-muntah


Uwekkk.... Uwekkk... Uwekkk (agap aja seperti orang muntah-muntah yah hehe)


Abdi langsung memijat tengkuk ku, agar mengurangi rasa mual nya, setelah aku rasa enak abdi langsung mengendong ku menuju ruang keluarga aku tidak menolak nya karna memang lemas, dimana mami sama papi sudah menunggu.


Mami dan papi yang melihat ku di gendong sama abdi menuju ruang tamu pun langsung bertanya


"Bagaimana mana keaadaan mu sayang "ucap mami lembut


"Sudah enakan kok mi"ucap ku tersenyum, abdi langsung mendudukan aku di sofa.


"Syukur la nak, memang begitu saat hamil muda seperti ini nak"ucap mami yang kasihan lihat ku


"Iya ngk papa kok mi"ucap ku


Aku langsung pindah duduk di antara mami dan papi, aku langsung menyandarkan kepala ku di bahu mami dan memeluk nya, aku sangat manja terhadap orang tua abdi, akhir-akhir ini


"Tidak ada hanya ingin seperti ini aja"ucap ku tambah mengeratkan pelukan ku terhadap mami


"Sayang kenapa kamu duduk di sana kan di sini ada aku buat kamu peluk"ucap abdi cemberut, dia cemburu melihat ku mengabaikan nya


"Aku hanya ingin di dekat mami, "ucap ku santai tampa melihat ke arah abdi


"Tapi aku di abaikan sayang "ucap abdi lagi


"Ih kamu ini"ucap ku kesal


"Pi apa dia seperti itu, masa melihat ku dengan mami dia cemberut seperti itu, apa tidak bisa dia pengertian dengan ku, yang ingin bermanja-manja dengan mami dan papi "ucap ku meminta bantuan papi


"Abdi biarkan istri mu seperti itu dulu, lagian waktu mu masih banyak dengan istri mu"ucap papi menasehati abdi sambil menatap tajam abdi


"Hufffffsss, ya sudah, yang anak kandung di sini siapa, yanh di manja siapa"ucap abdi menarik nafas dan megerutu kesal


"mi apa boleh aku makan stik daging yang dari restoran xxx"ucap ku menatap mami memelas


"Kamu ingin makan itu sayang "ucap mami memastikan nya lagi, karna memang selama ini aku tidak mau memakan stik daging, apa lagi membeli nya sangat jauh dari rumah


"Iya mi, aku sangat ingin memakan itu sekarang, aps boleh "ucap ku lagi


"Tentu boleh sayang, biar mami suruh supir pergi membeli nya "ucap mami lagi


"Aku mau kita semua pergi makan kesana mi, "ucap ku menatap dengan penuh harap


"Baiklah, ayok kita berangkat sekarang "ucap mami menatap papi dan abdi


Tampa banyak komentar abdi dan papi mengangukan kepala nya setuju dan langsung menuju bagasi untuk mengambil mobil. Setelah itu mereka pergi ke tempat yang aku inginkan.