My brave little girl

My brave little girl
+77



"Lepaskan kan"ucap abdi dengan suara naik 5 oktaf sambil menghempaskan tangan wanita itu dan menatap tajam ke arah wanita itu. Abdi tidak suka ada orang yang memengang tangan nya kecuali keluarga nya.


"Kenapa kamu jahat di,kenapa kamu kasar seperti ini sih"ucap wanita itu dengan wajah di buat sedih


Abdi tidak menjawab pertanyaan wanita itu dan malah mengusir nya karna di sana dia sudah jadi bahan tontonan oleh orang banyak, dan begitu juga dari arah toilet ada sepasang mata melihat dengan tatapan tajam seolah-olah ingin menguliti orang yang ada di sana, siapa lagi kalau bukan aku


"Pergi dari sini, atau kau akan menyesal "ucap abdi tegas dengan tatapan tajam nya sehingga siapa aja yang melihat nya akan merasa kan ketakutan


Orang-orang di sana hanya melihat kasihan kepada wanita itu sebelum tahu yang sebenarnya, tapi setelah tahu mereka menatap jijik kepada wanita itu,tampa berbicara ataupun ikut campur dengan masalah orang terkaya di benua itu.


Aku yang sudah geram melihat wajah pura-pura dari wanita itu langsung saja berjalan ke arah meja tempat di mana ada mertua, suami ku dan juga wanita yang tidak tahu malu itu.


"Kenapa sayang "ucap ku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi, abdi yang awalnya tatapan tajam dan membunuh nya ketika menjadi hangat saat melihat ku dan tersenyum manis kearah ku


"Ada nyamuk yang datang tidak di undang sayang "ucap abdi menyindir wanita itu sambil mencium mesra kening ku,


"Jaga ucapan kau itu"ucap abdi dengan geram sambil mengepal tangan nya menahan emosi nya


"Hey kau lihat la penampilan kau itu, apa pantas kau bersanding dengan SUAMIKU, kau itu tidak lebih dari seorang ja***g, jadi jaga ucapan kau itu, apa lagi kau berani memengang tangan SUAMIKU dengan tangan kotor mu itu, apa pun yang terjadi jangan harap bisa dengan SUAMIKU "ucap ku sinis dengan tatapan tajam ku, wajah datar ku, tah sejak kapan aku bisa bersifat seperti ini. Dan aku juga menekan kata SUAMIKU.


"Suami kau bilang, dia itu calon tunangan ku, masa iya abdi mau sama wanita kampungan seperti mu itu"ucap dia tidak kalah sinis nya


"Tidak ada yang pantas bersanding dengan abdi kecuali saya, jadi kau jangan bermimpin ingin menjadi tunangan dari SUAMIKU "ucap ku tegas sambil menahan emosi ku


"Kau yang bermimpin berbicara abdi suami kau"ucap wanita itu dengan lancang


"Kau tidak bisa membedakan bagaimana abdi memperlakukan saya, dan juga memperlakukan mu, dia bahkan membentak mu di depan umum, jadi siapa yang bermimpi "ucap ku tidak kalah lantang nya, aku yang sudah menahan emosi semakin geram melihat wanita itu


"Aku tidak akan membiarkan kau menjadi milik abdi"ucap wanita itu sambil melayang tangan nya ingin menamparku tapi dengan sigap aku menahan tangan nya dan langsung mempelintir tangan nya ke belakang, dengan muda karna memang memiliki kemampuan bela diri. Aku langsung mendorong dia ke arah meja dan menekan tengkuk nya sehingga kepala pipih kanan nya menempel ke meja, dan tangan nya masih ku tahan dengan tangan kiri ku di belakang pungung nya.