
Tidak berselang beberapa lama aku pun di pindah kan keruang rawat inap yang sadah khusus untuk ku. Abdi dan papi pun mengikuti dokter yang memindahkan ku ke dalam ruangan inap tersebut.
Setelah selesai suster pun keluar dari ruangan inap ku, abdi dan papi langsung menyusul masuk kedalam ruangan itu.
Abdi langsung duduk di kursi samping ku, dia mengengam tangan ku dengan sangat erat dan juga mencium nya beberapa kali
"Sayang cepat bangun jangan seperti ini, aku tidak sangup melihat mu seperti ini, aku sangat menyanyangi mu, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakit kan mu lagi, aku berjanji, aku akan menjaga kalian bertiga, aku berjanji akan memberikan hukuman setimbal dengan manusia tadi yang sudah berani mengangu mu, aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang sayang, aku berjanji. Sekarang kau berjanji lah untuk bangun, aku sangat merindukan mu, walaupun baru sebentar kamu tidak sadar kan diri, tapi itu sudah membuat ku gila sayang, bagun lah"ucap abdi dalam hati sambil menitikan air mata nya mencium tangan, kening, pipih kiri dan kanan, bibir sekilas, serta perut ku yang masih rata dan juga mengusap-usap nya dengan lembut. Papi yang melihat itu langsung menghampiri abdi dan mengusap bahu abdi dengan lembut, dia memberi kan semangat kepada abdi
"Alia wanita kuat, dia pasti akan sembuh, kamu tidak boleh lemah seperti ini son, papi yakin kalau alia bangun terus melihat kamu menangis seperti ini pasti akan di tertawa kan nya, sekarang bersih kan diri mu, lihat la penampilan kamu sudah sangat berantakan, seperti habis di terjang badai saja "ucap papi menenang abdi dia juga mengejek abdi di akhir kalimat nya. Abdi yang mendengarkan kata-kata dari papi pun melihat penampilan nya dan juga penampilan papi nya
"terima kasih pi"ucap abdi dengan tulus
"Hehe iya juga yah, sangat berantakan pi, jadi malu lihat penampilan ku, tapi masih tampan kok"ucap abdi dengan gaya narsis nya, sambil cegegesan melihat papi
"Ckck, iya deh, tapi penampilan papi tidak kalah beda ny dengan ku, seperti di terpa badai juga kan, "ucap abdi yang melihat penampilan papi yang tidak kalah hancur nya dari dia
"Hehe, itu... Itu.. Anu.. . Mmmmm"ucap papi saat sudah melihat penampilan nya, lidah nya menjadi kelu dan juga malu dengan penampilan nya, dia sudah mengejek anak semata wayang nya, tapi dia tidak melihat penampilan nya, jadi malu sendiri deh. Dasar papi menkritik penampilan seseorang sebelum melihat penampilan kita sendiri, kan jadi malu sama anak sendiri hehe.
"Papi saja dulu yang bersih-bersih nya, biar aku suruh anak buah ku untuk mengambil keperluan kita semua nya, dengan bantuan pelayan di rumah "ucap abdi yang tidak tega melihat wajah malu dari papi nya, takut jadi anak durhaka kan.
"Baik lah, papi tidak mau nanti penampilan papi seperti ini di lihat sama mami dan alia, ah mau di tarok dimana wajah papi yang tampan ini"ucap papi dengan sangat narsis nya, walaupun dia sudah lama bersama mami tapi dia tidak mau penampilan yang sangat kacau di lihat mami.
"Ya sudah terserah papi saja lah "ucap abdi pasrah.
Dengan segerah papi pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu, abdi yang melihat papi nya sudah masuk kedalam kamar mandi pun segerah menelpon anak buah nya untuk mengantar kan keperluan kami semua.