My brave little girl

My brave little girl
Part 15.



Setelah beberapa detik dengan ucapan ku, pak abdi sadar dengan ucapan ku, memang belajar dari buku, ngk mungkin semuanya bisa di mergerti dengan buku, pasti ada guru nya bukan


" tunggu2 cuman dari buka saja " ucap paka abdi kurang yakin


"Menurut bapak? " tanya ku santai


" secara kan kita juga butuh guru untuk memahami dan mengucapkan kata2 dalam bahasa tersebut" ucap abdi


"Dari buku juga, dan juga aku belajar dari Alm. Ayah saya" ucap ku


Dari kecil aku selalu di ajarkan ilmu belah diri, berbagai bahasa, dan juga berpribadi yg baik, serta ramah dan sopan kepada orang lebih tua, semua tata karma di ajarkan sama ayah dan ibu ku, dengan mudah aku pelajari dan semua yg di ajari sama kedua orang tua ku, selalu aku terapkan di kehidupan ku


"Jadi kamu belajar sama ayah mu? " ucap pak abdi lagi


"Iya" ucap ku singkat


"Berati kecerdasan mu di warisan oleh orang tua mu" ucap abdi sambil menatap manik mata hitam bulat yg ku punya


" bisa di bilang begitu" ucap ku santai sambil memainkan jari yg ada di kuku ku


Setelah kami berbincang2 dengan santai nya, sampai waktu untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Seperti biasa kami melaksanakan sholat berjama'a dengan pak abdi imam sholat. Setelah selesai sholat kami langsung duduk di aofa, dan tidak melanjutkan perkerjaan kami lagi, karna bos nya saja santai kayak gitu ya bawahan nya ngikut aja kali hehe,


"Alia" panggil pak abdi


"kita pergi membeli cicin untuk pernikahan kita yok? " ucap pak abdi


" jadi bapak serius nikah sama saya" ucap ku kaget tidak percaya dengan apa yg di katakan oleh pak abdi


"Iya, saya serius "ucap pak abdi tegas


"Orang tua saya pasti tidak setuju dengan saya menikah di umur masih bau kencur pak"ucap ku beralasan


"Tenang saja, semua sudah di atur sama mami dan papi, kita tinggal duduk santai jadi raja dan ratu sehari" ucap pak abdi santai sambil membanyangkan apa yg terjadi di pelaminan


"Ah bapak yakin? "Ucap ku tidak percaya


"Iya saya sangat yakin, mengenai keluarga dan kerabat mu, tenang aja semua sudah di atur"ucap pak abdi tegas


"Terserah bapak aja la, tapi saya belum siap" ucap ku dengan lemah


" Alia dengar kan aku, aku sangat yakin kamu yg terbaik untuk ku, kamu yg tuhan berikan kepada ku, setiap kali aku berdo'a, wajah mu selalu ada di benak ku, tuhan memilih mu untuk jadi pendamping ku, makanya aku memilih mu, aku juga sudah tau apapun tentang mu, jadi jangan pernah berpikir yg aneh2, aku tidak mau kita terjerumus dalam hal yg tidak di inginkan tuhan, jadi aku ingin cepat2 menghalal kan mu, aku tidak mau ada kata penolakan dari mu, aku janji semua dan apapun yg terjadi aku akan selalu ada buat mu" ucap pak abdi menjelaskan panjang kali lebar, dengan wajah yg sangat serius


"Sebenarnya aku juga ingin nikah muda, tapi tidak secepat ini, aku belum bisa bantu orang tua ku, tapi aku juga ngk tau berbuat apa, mungkin ini yg tuhan siapkan untuk ku, mudah2an ini yg terbaik untuk ku"guman ku dalam hati dan juga menyakinkan diri ku


Jangan lupa dukungannya dan juga saran nya ya kakak 2 semua, 🙏