My brave little girl

My brave little girl
Part 28.



Keesokan hari nya, seperti pagi sebelum nya aku melakukan aktifitas seperti biasa nya, tapi beda nya sekarang sudah berstatus tunangan orang, kami berangkat ke kantor seperti biasa nya.



Sesampai kami di kantor banyak mata karyawan memandang ke arah kami, banyak juga yg berbisik\-bisik tetangga, tapi bukan aku namanya kalau masih tangapin omongan mereka, mendingan diam dan Pura2 ngk tahu, toh cuman angin lalu, ngk usa di ambil hati.



Sampai diruangan kami langsung mengerjakan perkerjaan masing2, tidak lama setelah itu assisten herri masuk, memberikan berita yg lagi trending topik ,


"Ada apa? "Ucap abdi dingin ketika melihat herri sudah berdiri di depan nya


"Maaf tuan, berita anda semalam menjadi trending topik, "ucap herri sambil melihat kan hp nya, disana terlihat artikel dan vidio yg melihat kan abdi yg sedang melamar ku.


Awalnya ku tidak perduli tapi pas bilang berita semalam aku berdiri dan langsung berjalan mendekati mereka


"Dan sekarang sudah banyak wartawan di depan kantor tuan"ucap herri


"Ada apa? "Ucap ku


"Ini nona"ucap herri melihat kan hp nya, dan seketika wajah ku merona menahan malu dan juga ingat kejadian semalam, bertapa romantis nya abdi


"Jadi bikin baper(bawah perasaan) "ucap ku sambil memengang pipi ku dengan kedua tangan sambil melihat itu


"Tapi kenapa bisa cepat menyebar seperti ini "tanya ku polos


"Karna calon suami mu ini orang terkenal di kota ini, "ucap abdi dan ku balas dengan manguk-manguk


"Jadi gimana tuan, wartawan meminta penjelasan kepada anda, untuk berbagi berita bahagia ini"ucap herri sopan


"Baiklah, suruh mereka semua ke aula, 10 menit lagi kami akan kesana dan persiapan semua nya"ucap abdi


"Baik tuan, saya permisi dulu"ucap herri sambil berlalu meninggal ruangan abdi


Setelah herri keluar aku memilih duduk di kursi depan meja abdi, dan melihat abdi membereskan meja nya


"Pak"ucap ku


"Pantasan mereka semua tadi melihat kita ya, dan juga banyak bisik-bisik tetangga "ucap ku menatap abdi


"Dari kapan kamu memperdulikan omongan mereka "ucap abdi heran sambil mengayitkan kedua alis nya


"Ngk sih, cuman aku heran aja, kayak presiden lewat aja, "ucap ku sambil menyandarkan kepala ku


"Sudah la, ayok kita ke aula"ucap abdi yg sudah berdiri di samping ku


"Malas, nanti wajah cantik ku kelihatan orang, terus kalau aku di culik mereka kek mana coba, terus kalau mereka suka aku kek mana coba, terus aku masuk tv lagi, hehe"ucap ku yg membuat abdi geleng2 kepala


"Jangan gr kamu, ngk ada yg mau sama kamu, kamu tuh dah jadi milikku, jadi ngk akan ada yg mau ambil kamu dari ku sayang "ucap abdi gemas dengan menatap dengan hangat


"Kok bapak manggil aku sayang sih, dari kapan itu"ucap ku menatap heran abdi


"Ngk boleh, sama calon istri sendiri siapa yg larang, "ucap abdi mencubit pipi ku


"Hahaha iya juga sih, teryanta badak bercula satu bisa juga ngombalin aku, hehe"ucap ku pelan sambil cegegesan tapi masih di dengar abdi


"Kamu tu ya, ayok kita ke aula"ucap abdi gemas


"Hehe, malas, kalau di gendong baru mau "ucap ku bercanda


"Dasar pemalas "ucap abdi sambil mengendong ku


"Eh eh aku cuman bercanda pak, cepat turun kan aku , aku bisa jalan sendiri "protes ku sambil memukul dada bidang abdi


"Diamlah, kamu yg mintak, dan satu lagi jangan panggil saya bapak, emang saya bapak mu"ucap abdi dingin dengan tatapan membunuh


"Iya iya sayang aku"ucap ku sambil menjapit hidung mancung abdi gemas, yg membuat abdi tersenyum manis terhadap ku


Setelah itu kami menuju ke ruang aula, dengan aku masih digendong abdi. Sampai kami di aula semua kamera mengabdikan foto kami berdua, membuat ku malu, karna baru kali ini aku masuk kamera


"Aku malu "ucap ku dengan menundukan kepala


"Diam lah ada aku disini"ucap abdi menatap ku hangat memberi kan ketenangan untuk ku