
"Hehe, seperti itu ya pi, mi"ucap abdi sambil mengarut2 tengkuk nya yg tidak gatal, dia membayangkan apa yg di katakan oleh mami dan papi nya, akan terjadi. Jika terjadi dia harus mempersiapkan diri, dengan tenaga dan juga kesabaran
Setelah itu tidak ada percakapan dari mereka lagi, mereka makan dengan diam hanya suara dentingan sendok garpu yg beradu dengan piring. Itu lah keluarga itu terapkan saat makan tidak boleh bersuara.
Selesai makan, abdi kembali ke kamar,untuk melihat keaadaan ku. Sedangkan orang tua abdi memilih duduk di tuang tamu sambil menonton tv dan menikmati waktu mereka berdua.
Saat sampai di kamar abdi melihat ku masih berbaring di ranjang sambil memain kan benda pipih yg da di tangan ku.
"Sayang kenapa kamu tidak istirahat "ucap abdi menghampiri ku dan duduk di tepi ranjang sebelah ku, dan tidak lupa dia mencium kening dan perut ku yg masih rata, yg tertutup selimut, sambil berkata
"Sayang kamu sehat2 di sana ya, daddy sangat menyanyangi mu, kamu jangan nakal kasihan mommy mu, jadi jadi lah anak yg baik"guman abdi pelan berbicara dengan Anak yg ada diperut ku, aku yg mendengar kan itu pun tersenyum, aku sangat senang memiliki suami yg sangat pengertian dan juga menyanyangi ku, memanjakan ku, dan juga sangat sabar dalam mengahadapi sikap kekanak-kanakan ku, jika mengingat itu aku juga tidak tega tapi aku juga tidak tahu dari mana sikap seperti anak kecil itu tiba2 muncul begitu saja. Aku jadi terharu melihat abdi seperti itu
"Aku belum ngantuk, tapi aku.... "Ucap ku ragu2, mengantung perkataan ku takut abdi marah
"Tapi apa sayang "ucap Abdi lembut sambil menatap ku hangat
"Aku hanya ingin memakan mie rebus "ucap ku lagi
"Mie rebus "beo abdi
"Iya aku ingin mie rebus, tapi... ,"ucap ku dengan mata berbinar2 membayangkan memakan mie rebus, makanan instan yg selalu di minati semua orang, selain mudah masak nya, dia juga enak, walaupun kurang sehat untuk di konsumsi.
"Iya aku mau itu sekarang "ucap ku kesal lihat abdi yg masih bengong
"Dimana beli nya sayang "ucap abdi lagi
"Astagfirullah sayang, di mini market banyak itu loh, kamu ini masak makanan yg paling di gemari di seluruh dunia aja kamu tidak tahu"ucap ku kesal sama abdi yg tidak tahu dengan makanan instan itu
"Ya sudah aku suruh supit dulu untuk beliin nya, habis itu baru kita masak yah, kita tunggu di rumah aja yah sayang "ucap abdi lembut, sambil berdiri berjalan untuk keluar kamar.
"Tunggu sayang, aku belum selesai ngomong nya"ucap ku lagi
"Apa lagi sayang "ucap abdi sambil melihat kearah ku
"Nanti yg masak papi yah, aku mau papi yg masakin buat ku, ok! "Ucap ku dengan wajah memelas,
"Baiklah, aku keluar dulu, mau bilang sama papi, dan juga supir buat beliin nya, "ucap abdi, dan langsung saja keluar dari dalam kamar, tampa menunggu jawaban dari ku
"Dasar ngk ada sopan nya, orang belum di jawab juga perkataan nya, sudah main pergi aja, awas yah aku kerjaan kamu nanti suami ku, hehe. Mendingan aku keluar dari sini, lihat papi masak nya, dari pada di sini bosan "guman ku, untuk menyusul abdi keluar kamar