My brave little girl

My brave little girl
Part 52.



 


sesampai di taman kota, setelah keluar dari mobil kami berjalan beriringan melihat-melihat semua yang ada di sana, aku melihat adik-adik sangat bahagia, mereka bahkan sangat akrab dengan abdi yang memanjakan mereka.


"Kakak aku boleh beli mainan itu ngk"ucap niko adik ku yang paling kecil


"Tentu saja boleh "ucap abdi


"Aku juga mau beli yang itu kak "ucap iqsan dengan semangat


"Apapun untuk kalian, pasti kakak belikan, sekarang ayok kita berlanja sepuasnya "ucap abdi semangat sambil mengandeng tangan kedua adik-adik ku


 


Mereka berjalan dengan sangat semangat, aku dan ibu hanya bisa mengikuti mereka dari belakang, abdi pun menepati janji nya, dengan menuruti semua kemauan kedua adik-adik ku, aku sudah melarang tapi abdi tidak mau mendengarkan nya, mereka masih asyik menikmati permainan dan berlanja sepuasnya, aku dan ibu yang merasa lelah pun memilih duduk di kursi taman.


 


"Aku dan ibu menunggu kalian di sana aja ya, soalnya capek sekali mengikuti kalian"ucap ku sambil menunjuk bangku taman yang kosong


"Ya sudah kamu dan ibu istirahat la dulu , aku menemanin adik-adik dulu ya"ucap abdi lembut dan langsung meninggal kami berdua


"Nak abdi sangat baik ya nak"ucap ibu setelah duduk dan menatap abdi yg masih asyik dengan adik-adik ku


"Iya bu, dia sangat memanjakan ku bu, aku sangat berungtung mendapatkan nya, dia tidak hanya memanjakan ku tapi ibu dan adik-adik juga dia manja kan tidak memandang kita rendah bu, dia sangat bijaksana bu, aku sangat bersyukur bu, keluarga dia juga baik bu dan aku juga tidak menyangka bisa menikah secepat ini dengan dia bu"ucap ku menjelaskan sama ibu, dengan menatap kagum sama abdi


"Iya nak, kamu harus bisa menjaga dia, menjadi istri yg baik untuk dia, kalau ada masalah selesai dengan kepalah dingin nak, jangan ke bawah emosi dan ego masing-masing nak, ibu melihat dia sangat bertangung jawab nak, terhadap keluarga kita nak,kalian harus saling melengkapi , jangan biar kan pengangu merusak rumah tangga kalian"ucap ibu menasehati ku


"Iya bu, pasti itu bu "ucap ku sambil memeluk ibu dari samping dan menyandarkan kepala ku di bahu ibu, tidak ada tempat bersandar senyaman ini


"Ibu mau makan apa, ayok kita beli makanan bu, aku sudah lapar lagi"ucap ku sambil menatap sekeliling mencari makanan yg enak untuk di makan


"Kebiasaan kamu tidak hilang-hilang nak, yang suka makan, tapi badan mu tidak besar-besar juga "ucap ibu mengejek ku


"Heheh, kita sama bu, kan buah tidak akan jauh jatuh dari pohon nya"ucap ku cegegesan karna ibu ku juga begitu, walaupun usia nya sudah tidak muda lagi, tapi dia tetap cantik dengan badan yang masih terawat, jadi semua kecantikan ku itu keturunan dari ibu ku.


"Sayang kamu kok di sini"ucap abdi menatap ku dengan tersenyum


"Ayok aku mau jajan, sudah la jangan di turuti semua mau mereka, masih ada hari esok"ucap ku


"Baik lah, ayok sekarang kalian mau jajan apa, kita cari jajan dulu baru pulang sekarang sudah larut"ucap abdi mengajak adik-adik ku, karna sekarang sudah jam 10 lewat


"Ayok kak"ucap adik-adik dengan masih semangat nya


Setelah itu kami berjalan bersama-sama dengan aku mengandeng tangan abdi dengan manja, tiba-tiba ada yang menabrak ku hingga.....


Brukkkkkkkkkkkkk......


****


**Siapa yg menabrak alia hingga terjatuh seperti itu??


"Author kenapa membuat ku terjatuh, sakit tahu, author nya jahat"ucap alia kesal


"Kan yg menabrak kamu itu dia kenapa aku yg di salahkan sih"ucap author ketus


"Dasar author yg membuat cerita ini, tapi kenapa orang lain yg di salah kan sih"gerutu alia dengan marah


"Hahah, iya ya, author lupa, terima aja napa, kenapa malah marah sama author sih, nanti author buat kamu tambah sakit, luka tapi ngk berdarah biar tahu rasa"ucap author mengancam


"Jangan donk, yg sakit tidak berdarah itu sudah parah thor, awas nya "acam balik alia


"Suka2 author donk, sudah ah ngantuk author mau bobok cantik dulu, bye bye"ucap author sambil menutup semua tubuh dengan selimut dan langsung masuk ke alam mimpi yg indah


"Authorrrrrr, awasssss kamu akan ku patah kan tulang mu kalau sampai seperti itu "teriak2 alia dengan mengancam tapi yg di teriak kan sudah masuk alam mimpi heheheheh**