
Hingga aku yang menyadari nya, dan tidak tega jadi aku kembali meminta untuk di buat kan mie
"Ya sudah pi, papi buatkan aku sekarang mie instan kuah nya"ucap ku pelan tapi nasih di dengar oleh mereka
"Benar kah sayang "ucap papi dengan mata berbinar-binar.
"Iya pi, cepat la, aku sudah lapar, jika tidak aku tidak akan memaafkan kan kalian "ucap ku lantang, ntah sejak kapan aku berani menyuruh mertua ku, di tambah aku juga mengancam mereka, mungkin ini pengaruh hormon ibu hamil, kau juga tidak tahu, aku juga heran kenapa aku lebih sering meminta sesuatu kepada mertua ku dari pada suami ku, aku lebih suka merepot kan mertua ku dari pada suami ku yang jelas-jelas ayah dari anak ku. Aku juga tidak tahu.
Mereka yang mendengarkan aku mengancam, jadi serempak berkata
"Jangan dong"ucap mereka bertiga
"Baiklah, papi akan memasak untuk mu sekarang juga, jadi tunggu la di sini yah tuan putri papi "ucap papi lembut sebelum aku protes lagi. Aku hanya menatap jengah dengan ucapan papi, aku juga memutuskan untuk diam dan beranjak dari sana menuju dapur, untuk melihat papi masih.
Mereka bertiga yang melihat ku beranjak dan berjalan masuk ke dalam pun saling pandang, seperti bertanya "ada apa lagi dengan dia"seperti itu la tatapan mereka, tidak mau ambil pusing mereka bertiga pun mengikuti ku dari belakang, dia mengikuti kemana sku berjalan, tampa banyak bertanya, saat aku memasuki ruang dapur, mereka jadi paham bahwa aku ingin segerah apa yang aku inginkan segerah tercapai.
"Cepat lah pi buat kan, aku sangat lapar"ucap ku manja sambil memengang perut ku yang masih rata, sekarang aku duduk di meja makan untuk menunggu papi memasak mie rebus untuk ku
"Baik la tuan putri , tunggu yah, pesanan tuan putri akan segerah datang"ucap papi menirukan gaya pelayan. mami dan abdi yang melihat tingkah konyol papi pun hanya tertawa geli, mereka sangat tidak menyangka papi yang begitu dingin di luar, apalagi dia juga sangat di takuti oleh rekan bisnis nya, sama seperti abdi, tapi sekarang sangat humoris dn romantis kepada menantu kesayangan nya.
Tampa banyak berbicara lagi papi segerah melaksanakan tugas nya, papi yang begitu cetakan dalam memasak, aku yang melihat nya sangat senang, dan berahli melihat abdi dan mami yang senyum-senyum memperhatikan papi
"Kak, mi"panggil ku,
Mereka yang mendengarkan aku memanggil langsung melihat ke arah ku
"Ada apa sayang "ucap mereka serempak
"Sana bantuin papi masak, kenapa malah senyum-senyum sih, seperti orang kesurupan aja "ucapku ketus, ntah kenapa aku ngk suka ada yang memperhatikan papi senyum-senyum seperti kemenangan gitu.
Papi yang mendengarkan ucapan ku langsung tersenyum penuh kemenangan kepada kedua orang abdi dan mami.
"Baik lah"ucap mami dan abdi pasrah mereka tidak mau membantah ucapan ku, karna takut aku merajuk lagi dan akan susah untuk membujuk ku.
Mereka segerah membantu papi menyiapkan bahan2 yang akan di masak, mereka akan masak untuk porsih banyak, biar mereka juga bisa menikmati masakan yang merasa buat.
Setelah 30 menit masakan mereka semua selesai, dan segerah menghidangkan nya, mereka sangat puas dengan masakan mereka tapi belum tahu enak atau tidak nya.