My brave little girl

My brave little girl
Part 57.



Setelah berpamitan kepada kedua orang tua ku, kami berdua langsung menuju bandara.


 


Sesampai di bandara, di sana sudah ada beberapa anak buah abdi yg menunggu kami, ketika mereka melihat kami turun dari mobil dengan segera mereka mengahampiri kami, dan menunduk hormat. Setelah itu mereka membawah kan barang2 kami, untuk masuk ke dalam jet pribadi milik abdi.


Setelah semua nya selesai kami pun sudah berada di dalam jet pribadi itu, dengan segera pesawat lepas landas.


Karna lelah melayani abdi, sebelum berangkat ke sini, jadi aku putus kan untuk tidur di kamar pribadi yg ada di jet pribadi itu, karna memang jet itu di desain khusus untuk keluarga, dan juga untuk perjalanan jauh


"Aku lelah, aku mau istirahat dulu "ucap ku


"Baik lah, ayok "ucap abdi mengajak putri ke dalam kamar


Sesampai di kamar, aku langsung merebah kan tubuh nya di ranjang dan di ikuti oleh abdi di samping ku


"Dingin "ucap ku manja kepada abdi


 


Tampa menjawab abdi menyelimuti ku, setelah itu dia langsung memeluk ku, aku pun membenamkan wajah ku di dada bidang milik abdi


 


"Apa sekarang sudah tidak dingin lagi "tanya abdi mengusap-usap pungung ku dengan lembut, aku hanya mengeleng2 kepala dan mempererat pelukan ku


"Sekarang tidur la, aku akan menemani mu, kamu tidak akan kedinginan lagi"ucap abdi lembut sambil mencium pucuk kepala ku


"Kak, "panggil ku


"jangan pernah berubah ya kak"ucap ku


"berubah "beo abdi mengeryit kening nya tanda tidak pa


 


"Iya, aku tidak ingin kakak berubah terhadap ku, kakak dingin lagi seperti kepada semua orang, cukup kepada orang lain saja yg dingin, tapi jangan terhadap ku dan keluarga kita ya"ucap ku


"Sayang dengarkan aku, aku tidak akan memberi perhatian kepada orang lain, terutama pada wanita, seperti yg kamu tahu, wanita di hidup ku hanya kamu, mami dan ibu, jadi jangan berpikir aneh2 deh, aku janji tidak akan bersikap dingin lagi terhadap mu sayang "ucap abdi menjelaskan dengan sangat lembut dan tulus serta tegas


"Aku juga akan berusaha menjadi istri yg baik untuk mu, aku juga tidak akan mau ada yg mengangu rumah tangga kita di masa depan, aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bersama mu dan anak2 kita kelak "ucap ku melongarkan pelukan dan menatap abdi penuh harapan


"Tentu sayang, aku juga menginginkan seperti itu, bahkan aku akan menyerah seluruh hidup ku untuk kalian,"ucap abdi dengan senyum hangat dan tatapan cinta nya


"Aki mohon kak, ketika kita ada masalah, aku ingin kita menyelesaikan nya dengan kepalah dingin dan merunding kan permasalahan nya, jangan mengambil keputusan tampa bicara satu sama lain, ketika aku ada salah tolong tegur aku, kamu itu milikku dan aku pun milik mu kak, "ucap ku


"Iya sayang, begitu pun dengan ku, jika aku salah tolong tegur ku, kita sama2 melakukan nya dengan baik, kita akan mulai dari awal ya sayang "ucap abdi lembut mencium kening ku


"Itu pasti kak"ucap ku lembut sambil tersenyum manis


"I love you my wife"ucap abdi sambil mencium kening ku lagi, aku hanya memberi senyum manis ku, karna memang aku belum mencintai abdi, tapi aku sudah berjanji akan menjadi yg terbaik buat dia. Abdi yg sudah tahu juga tidak memasak nya


"Sekarang mari kita tidur "ucap abdi


Aku hanya menganguk kan kepala ku, dan setelah itu aku langsung memeluk abdi, tidak Berapa lama aku masuk ke alam mimpi, begitu juga abdi yg juga terlelap memeluk ku