My brave little girl

My brave little girl
Part 45.



 


Sesampai di bandara kami langsung masuk kedalam jet pribadi milik abdi, tidak menunggu lama jet pribadi itu sudah lepas landas, sekitar 2 jam perjalanan, kami sudah mendarat dengan mulus di bandara P,


 


"Allhamdulillah, akhirnya aku kembali lagi ke negara kelahiran ku"ucap ku menghirup udara di negara kelahiran ku


"Kamu sangat menikmati nya sayang "ucap abdi tiba2 memeluk ku dari belakang


"Sangat menikmati nya, sudah ah malu di lihat orang "ucap ku sambil melepaskan pelukan abdi


"Baik lah ayok kita masuk mobil, perjalanan masih jauh lagi sayang "ucap abdi sambil mencuri cium di pipi kanan ku


Setelah itu kami berjalan bergandeng tangan menuju mobil yg sudah di sedia kan oleh anak buah abdi.


Setelah kami masuk kedalam mobil, mobil pun melaju membelah indah nya kota kelahiran ku, aku menyadarkan kepala ku ke bahu abdi dan melihat keluar jendela


"Sayang kamu lelah ya, kalau lelah kamu tidur saja, perjalanan masih jauh lagi"ucap abdi lembut sambil mengelus-elus kepala ku


"Tidak aku hanya ingin seperti ini"ucap ku memeluk abdi dan menyadarkan kepala di dada bidang nya


"kenapa kamu manja seperti ini pada ku sayang, hmm "ucap abdi tersenyum dengan tangan masih mengelus-elus kepala ku


"Memang tidak boleh manja sama suami sendiri "ucap ku ketus


"Tidak sayang, aku malah senang sayang, kalau kamu seperti ini pada ku "ucap abdi lembut karna aku sudah cemberut


"Terima kasih"ucap ku tulus dengan senyum manis ku dan wajah ku buat seimut mungkin


"Kamu jangan seperti ini, aku ngk tahan melihat kamu seperti ini sayang, "bisik abdi di telinga ku dengan senyum mesum nya


"Dasar mesum"bisik ku membalas ucapan abdi


"Dasar "ucap ku sambil mencubit perut abdi dengan aku yg masih memeluk nya


"Awkk,,, sakit sayang"ucap abdi meringgis kesakitan


"Biarin "ucap ku singkat


"Kamu jangan seperti itu, kamu akan membangun kan yg di bawah sana sayang "ucap abdi masih berbisik dengan reflek aku melihat ke arah bawah abdi dan langsung tertawa berbahak-bahak


"Hahaha, ngk papa, perjalanan masih lama, pasti akan seru kalau dia bangun "ucap ku mengejek abdi dan dengan tangan nakal ku buat2, padahal aku juga malu tapi aku hanya menjahili abdi saja


"Sayang sudah, kamu jangan mengoda ku seperti ini"ucap abdi sudah dengan wajah frustasi


"Aku tidak mengoda mu, aku hanya mengelus-elus perut mu ini, sekarang kamu itu sudah milik ku"ucap ku polos


"Awas kamu, nanti malam ngk akan ku lepaskan, aku pasti kan kamu tidak akan bisa berjalan pagi nya"ancam abdi dengan senyum mesum nya


Dan itu membuat ku merinding dan berhenti mengelus-elus perut abdi, aku langsung memeluk erat dia sambil membenamkan wajah ku di dada bidang nya mendengarkan detak jantung nya yg sudah tidak beraturan


"Maaf"ucap ku pelan menyesal


"Baiklah, sekarang tidur la, nanti kalau sudah sampai aku bangun kan"ucap abdi lembut membalas pelukan ku mengusap pungung ku lembut,


Sedangkan supir hanya senyum2 memperhatikan kami berdua, tidak ada kata yg terlontar di mulut nya, karna memang mereka takut melihat wajah dingin abdi.


Setelah itu aku langsung tidur dalam pelukan abdi. 3 jam perjalanan kami pun sampai di kampung ku, dengan lembut abdi membangun kan ku.


**Jangan lupa like dan saran nya buat author dan juga jangan lupa vote nya ya teman2, biar author semangat menulis dan melanjutkan cerita nya. 🙏🙏


Terima kasih sudah mampir ke karya nya author, 😘🙏🙏**