
*4 hari kemudian,
di mana* hari ini adalah kami harus kembali pulang, perkerjaan sudah menunggu, orang tua abdi juga sudah menunggu, mau tidak mau kami berdua harus kembali pulang.
Di mana 4 hari belakang ini kami sangat menikmati ke indahan kampung kelahiran ku, kami juga mengunjungi makam ayah ku, kami juga menghabiskan liburan kami dengan masyarakat di sana, abdi pun sudah mulai terbiasa dengan adat istiadat di kampung ku walaupun sebentar , abdi juga sangat dekat dengan keluarga ku, adik2 ku sangat antusias bermain dengan abdi, abdi pun sangat memanjakan mereka berdua, ibu ku juga tidak kalah senang nya dengan perlakuan abdi terhadap dia, ibu ku sangat bersyukur mendapatkan menantu seperti abdi.
Aku juga sangat bersyukur mendapatkan abdi, abdi yg ku kenal seperti badak bercula satu tampa ekpresi, sedingin es kutub, tapi sekarang dia sangat berbeda, dia berubah 360° dari kebiasaan nya, dia sangat hangat terhadap kami semua, abdi juga menunjukan cinta nya terhadap ku, keseriusan nya, tangung jawab nya terhadap ku, bahkan dia sangat memanjakan ku, intinya aku sangat bersyukur memiliki abdi deh, jangan iri sama ku yah heheh
"Sayang "ucap abdi memeluk ku dari belakang dan membenamkan wajah nya di tengkuk leher ku
"Mmmm"deheman ku sambil mengelus-elus tangan abdi yg ada di perut ku
"Apa kamu bahagia selama 5 hari ini "ucap abdi lembut
"Ah dia mencium ku, mimpi apa aku semalam, ni pertama kali nya dia mencium ku allhamdulillah, ya allah semoga ke depan nya, rumah tangga kami semakin harmonis, aki tidak ingin ada pengangu dalam hubungan kami yaallah, semoga ini akan menjadi awal yg baik aamiin yaallah "guman abdi dalam hati sambil berdo'a dan mengucap syukur ke tuhan maha esa
Setelah selesai dengan lamunan nya, abdi mempererat pelukan nya terhadap ku, seperti takut aja diriku akan pergi jauh, tapi aku hanya tersenyum melihat perlakuan abdi terhadap ku yg selalu manja, bahkan setiap hari dia selalu manja terhadap ku,seperti anak kecil aja sama ibu nya
"Sayang semoga dia cepat tumbuh di sini"ucap abdi sambil mengelus-elus perut ku yg masih rata,
"Aamiin, semoga aja, aku ingin bermain2 dengan anak2 kita kelak, dari kemaren aku melihat betapa bahagia nya orang2 di sini bersama2 dengan anak2 nya, bermain, becanda gurau, ah jadi ngk sabar nunggu anak kita hadir "ucap ku sambil membanyangkan betapa bahagia nya bermain2 bersama anak2 ku kelak,
"Iya sayang, aku juga tidak sabar sayang, ah berarti kita harus berkerja keras sayang, biar dia cepat tumbuh di sini sayang "ucap abdi mencium leher ku dengan senyum mesum nya dan tangan nya mengelus-elus perut ku
"Ahhkk, dasar mesum, geli kak, sudah hentikan, aku harus beres2, kita akan berangkat sebentar lagi, jadi jangan macam2, "ucap ku mencari alasan karna memang kalau abdi sudah seperti itu akan berakhir seperti itu (kalian bayangkan sendiri aja yah,)
Kenapa aku memanggil kak, karna memang abdi yg menyuruh ku memanggil dia Kakak, awal nya dia menyuruh ku memanggil sayang, tapi aku menolak akhirnya aku meminta dia agar menyetujui aku memanggil kakak ke pada nya, ya awalnya dia menolak tapi dengan rayuan ku akhirnya dia mau jugs hehe,