
Β
Karna lelah kami langsung beristirahat, aku memasuki kamar ku yg lama tapi sekarang sudah di berubah dengan lumayan besar, dengan warna biru putih, warnah kesukaan ku, semua barang2 ku tertata rapk di sana. Walaupun tidak sebesar kamar abdi tapi ini sudah sangat besar untuk ukuran rumah sederhana ku.
Sore nya kami bangun dari tidur, langsung membersihkan diri dan juga sholat, selesai itu aku membantu ibu masak di dapur sedangkan abdi duduk di depan rumah dengan cemilan dan kopi nya menemani sore hari nya.
"Nak kamu temanin aja suami mu duduk di depan sana, biar ibu aja yg masak nak "ucap ibu ku
"Aku ingin bantu ibu, sudah lama aku tidak bantu ibu masak loh"ucap ku dengan masih membersihkan sayur2 yg akan di masak
"Sudah lah nak, nanti suami mu di goda tentangga mau"ucap ibu dengan serius
"Ah ngk mau la bu, siapa yg mau"ucap ku cemberut dengan memanyun kan bibir ku
"Ya sudah sana, temanin dia tu"ucap ibu sambil menunjukan arah luar rumah
"Ok deh, maaf ngk bisa bantu ibu masak"ucap ku sedih
"Sudah ah sana, masih bawel kayak dulu "ucap ibu memarahi ku
"Hehehe"ucap ku cegegesan membalas ucapan ibu, dan sebelum ibu marah aku langsung berlari keluar untuk melihat abdi, sampai di luar aku lihat abdi yg sibuk dengan hp nya
"Maaf ya, ninggalin kamu sendirian "ucap ku sedih sambil duduk di sebelah abdi
"Iya ngk papa sayang, tapi kamu bantu ibu, memang sudah siap? "ucap abdi santai sambil melihat ke arah ku
"Belum, aku di suruh ibu menemani mi di sini, kata ibu nanti kamu di goda tentangga "ucap ku polos dan ibu membuat abdi tertawa berbahak-bahak
"Ih kamu ini, "ucap ku sambil memanyun kan bibir ku dan itu langsung membuat abdi gemas dan mencubit pipi ku
"Awwkk, sakit tahu, kamu ini"ucap ku sambil memengang pipi ku yg di cubit abdi
"Maaf2 sayang, lagian kamu gemas sayang "ucap abdi sambil mengelus-elus pipi ku yg sudah di cubit nya dan mencium lembut nya
"Kamu ini, malu di lihat orang main cium2 aja "ucap ku kesal
"Orang aku cium istri ku, siapa yg akan marah, terus ngapain juga malu, kita dah sah sayang "ucap abdi
"Kamu tuh, sekarang kita bukan di kota, tapi di kampung, di sini beda sama negara kamu,di sana main peluk2, cium itu sudah biasa, di sini itu ngk segan sama tetangga "ucap ku menatap abdi jengah
"Ah iya ya, tapi aku ngk bisa melihat kamu yg gemas in seperti ini sayang "ucap abdi gemas dan mencium ku tidak peduli dengan omongan orang
"Kita jalan2 keliling sini yuk, aku mau beli makanan yg di ujung sana, sudah Kangen aku untuk makan nya "ucap ku dengan semangat
"Boleh juga, aku juga ingin melihat sekitar sini"ucap abdi langsung berdiri dan mengandeng tangan ku untuk berjalan beriringan, di kira mau menyeberang jalan apa harus gandengan.
Setelah itu kami izin sama ibu dan langsung pergi mengelilingi kampung ku, di sepanjang jalan banyak mata yg melihat kami takjuk dan juga iri, banyak bisik-bisik tetangga, aku hanya menyapa mereka dengan senyum ramah ku, tidak memperdulikan omongan mereka, begitu juga dengan abdi dia mah bodoh amat dengan semua itu.
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI KARYA AUTHORππ
JANGAN LUPA DUKUNG DAN SARAN NYA BUAT AUTHOR DAN JUGA VOTE NYA, BIAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK MENULIS DAN MELANJUTKAN CERITA NYA πππ
Β