My brave little girl

My brave little girl
Part 43.



Setelah selesai dengan semua barang yg di perlu kan, kami berdua keluar dari kamar, dan menuruni tangga, dan betapa kaget nya kami melihat rumah kami


"Astagfirullah "ucap ku mengagap melihat rumah benar2 berantakan tidak seperti yg aku bayangkan


"Kenapa sayang "ucap abdi dan mengikuti arah mata ku


"Sangat2 bagus kerja kita sayang "ucap abdi santai


"Apa nya bagus "ucap ku ketus


"Itu tu, rumah nya sangat rapi dengan kerja kita berdua "ucap abdi menujuk semua ruangan di lantai bawah


"Sangat lucu"ucap ku dengan tawa mengejek


"Hahah iya iya sayang sangat lucu"ucap abdi yg selalu ada aja jawaban nya itu membuat ku mendengus kesal


"Biarin saja, nanti biar pelayan yg membersihkan nya tadi sudah ku hubungin mereka, ya sudah ayoj pergi "ucap abdi menarik tangan ku dan juga koper kami


"Baiklah"ucap ku mengikuti abdi di belakang


 


Setelah itu kami berdua berjalan menuju mobil yg terpakir di depan pintu utama, setelah masuk semua barang dan kami berdua,abdi melajukan mobil nya menuju hotel yg tidak terlalu jauh dari bandara dan juga hotel berbintang.


Sesampai di hotel, dan meletakan barang2 kami di dalam kamar kami pergi ke restoran untuk makan malam, karna memang sekarang sudah waktu makan malam.


Sesampai di sana kami langsung memesan makanan dan minuman sesuai selara kami masing2. Sambil menunggu pesanan kami, kami berbincang2 dengan santai,


 


"Sayang"panggil abdi sambil mengengam tangan ku


"Iya"ucap ku tersenyum ke arah abdi


"Bagaimana kalau kita, pergi bulan madu "ucap abdi menatap ku


"Bulan madu kemana "tanya ku


"Aku ngk mau kemana2, aku hanya ingin di sini, sekarang dengan kita pergi ke kampung ku saja itu sudah buat ku sangat bahagia, lebih baik duit buat bulan madu nya kita simpan saja, atau tidak kita berikan kepada panti asuhan"ucap ku lembut dengan mengengam tangan abdi dengan kedua tangan ku


"Memang tidak salah aku memilih mu, kamu begitu sederhana sayang, aku tidak akan pernah menyia2 kan kamu dan anak2 kita kelak, "guman abdi dalam hati karna kagum dengan kesederhanaan ku


"Baiklah sayang, jika itu mau mu, tapi apapun yg kamu mau pasti aku kabulkan "ucap abdi lembut menatap ku hangat, itu berhasil membuat mata ku berkaca2


"Terima kasih, "ucap ku tulus dan itu juga melolos kan air mata ku mengalir di sudut kedua mata ku


"Jangan Menangis sayang, wajah mu jelek, kayak bebek kalau Menangis "ucap abdi mengejek ku


"Dasar suami tidak pengertian "ucap ku kesal membuang wajah ku ke arah yg lain


"Hahah kamu memeang, imut sayang, kalau tidak di sini, kamu sudah ku makan sayang "ucap abdi gemas dengan tingkah laku ku


"Kamu itu ya, mesum"ucap ku kesal


"Mesum sama istri sendiri tidak ada salah nya"ucap abdi santai


"Salah la"ucap ku


"Dimana salah nya"ucap abdi menyatuhkan kedua alis nya


"Salah nya kamu tidak tau tempat untuk mengucapkan kata2 mesum mu itu"ucap ku kesal dengan abdi yg tidak tau tempat kalau mengoda ku


"Aku tidak bisa menahan kalau sudah melihat istri ku mengemaskan kan seperti itu"ucap abdi tersenyum lembut


"Dasar badak bercula satu "ucap ku sambil melepaskan tangan ku


Dan sebelum abdi melanjutkan omongan nya, pelayan datang membawa kan pesanan kami,setelah makanan tersaji, kami berdua langsung menyatap nya dengan hening.


**MOHON DUKUNGAN DAN SARAN NYA, BUAT AUTHOR YA KAKAK SEMUA, BIAR AUTHOR SEMANGAT BUAT MENULIS DAN MELANJUTKAN CERITA NYA, 😍🙏😊


DAN TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR SEMOGA KAKAK SEMUANYA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR, 😊🙏😍**