My brave little girl

My brave little girl
Part 25



Sudah 10 menit kami kejar-kejaran kayak anak kecil, tapi pak abdi tidak juga mendapatkan ku, aku putus kan belari ke kamar, karna sudah lelah, dengan cepat ku berlari ke kamar, sesampai di kamar aku akan menutup pintu tapi sudah dulu pak abdi masuk dan mengunci pintu dari dalam, dan mengejar ku, sampai jatuh ke ranjang dengan posisi yg menguntung kan pak abdi, yg pak abdi menindih tubuh ku.


"kenapa dia begitu mengoda kalau di pandang dekat seperti ini, bibir pink nya, jadi jiwa laki2 ku tergoya ni, iman ku jadi lemah dan jantung ku kenapa berdetak seperti ini sih "guman pak abdi dalam hati sambil menatap ku


"Aduh kenapa badak bercula satu, di tatap dari dekat tampan sekalih, kenapa aku baru sadar ya, tapi dia tetap badak bercula satu yg tampa ekpresi, "guman ku dalam hati*


Ntah setan apa yg merasuki pak abdi sampai dia mendekat kan wajah nya dengan ku, dan mencium bibir ku, itu cuman menempelkan aja, setelah itu aku dorong dengan segerah dan ku maki pak andri


"Ah ini kan ciuman pertama ku, kenapa bapak ambil, ah aku ternoda dengan bapak, aku ngk mau bapak harus tangung jawab, dasar badak bercula satu,"maki ku pada pak abdi dan sadar mendorong dada pak abdi


Karna dia rasa aku mendorong nya, pak abdi pun menghentikan mejauhkan wajah nya dan di tatapan aku dengan tatapan menyesal


"Maaf " ucap pak abdi pelan


"Bapak memcium ku, bapak jahat"ucap ku sedih


"Ini juga ciuman pertama saya"ucap pak abdi


"Kalau gitu beranjak la dari atas ku, nanti sakit pulak pingang nya"ucap ku ketus


"Eh i.. Iya"ucap pak abdi gugup dan membaring kan dirinya di samping ku


"Jadi kenapa bapak tidur di sini, sana ke kamar bapak "ucap ku mengusir pak abdi


"Kamu mengusir saya? "Ucap pak abdi


"Iya la, secara ini kamar saya sekarang "ucap ku sinis


"Dan ini rumah saya"ucap pak abdi ngk mau kalah


"Eh eh ini rumah orang tua bapak, rumah bapak yg di sana tu"ucap ku sambil berbalik menatap pak abdi


"Iya, tapi tetap saja ini rumah saya juga"ucap pak abdi sambil menarik ku kedalam pelukannya


"Biarkan seperti ini sebentar aja"ucap pak abdi lembut dan mempererat pelukan nya


"Untung di bapak, rugi di saya"ucap ku ketus


"Sama2 untung loh kita"goda pak abdi yg masih tidak mau melepaskan pelukan nya


"Bapak mau bunuh saya, kalau seperti ini pelukan bapak, saya tu belum nikah pak, jangan bunuh saya donk"ucap ku sambil meronta2 mintak di lepas


"Ayok kita tidur "tampa menghiraukan ocehan ku, dan membenarkan posisi tidur kami


"Bapak jangan macam2, kita tuh belum sah, jangan main tidur sembarangan aja pak"ucap ku emosi


"Uda jangan banyak gerak, kalau tidak saya makan kamu"ancam pak abdi dengan senyum licik nya


"Aduh pak, kayak vampir aja main makan orang segalah"ucap ku polos


"Sudah jangan banyak ngomong, sekarang tidur lagi"ucap pak abdi yg masih memeluk ku


Mau ngk mau aku harus mengikutin kata pak abdi dan membenamkan wajah ku di dada bidang pak abdi, walaupun aku takut dosa, meronta2 pun ngk akan di hirau kan nya, tenaga ku kalah kuat dari pak abdi, tapi aku ngk munafik ini sangat nyaman dengan harum nya maskulin tubuh pak abdi bisa ku rasa kan


"Dasar badak bercula satu yg tampa ekpresi, dingin es kutub, ah pokoknya semua nya la"maki ku dalam hati


setelah lelah dengan pikiran ku, aku pun terlelap ke alam mimpi, walaupun ngk tau mau mimpi apa, yah mudah2an mimpi indah, 😊


Setelah aku tidur pak abdi menjauh dan menuju kamar nya ngk, secara kami kan belum sah, dengan hati2 pak abdi meletakan kepala ku dengan posisi nyaman, dan mengecup kening ku setelah itu langsung keluar kamarku.


Mohon dukungannya dan sarannya buat author ya kakak semuanya, 🙏🙏😊😊


Dan semoga kalian semua suka dengan karya author, 😊😊🤗