
Tampa banyak komentar abdi dan papi mengangukan kepala nya setuju dan langsung menuju bagasi untuk mengambil mobil. Setelah itu mereka pergi ke tempat yang aku inginkan.
Setelah beberapa 1 jam lebih dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Abdi langsung memakirkan mobil mewah nya di tempat pakir VVIP, selesai itu mereka semua turun dan langsung masuk ke dalam cafe, pelayan langsung menyambut dengan ramah,
"Selamat datang, tuan dan nyonya, "ucap pelayan sopan dan balas angukan kepalah
"Ruangan VVIP "ucap abdi tampa basa basi
"Baik tuan, mari saya tunjukan "ucap pelayan sopan sambil menunjukan tempat yang di maksud, saat berjalan menuju ruang VVIP banyak mata yang memandang takjuk, mereka juga sangat mengidolah kan keluarga PUTRA karna memang mereka keluarga terkaya di benua ini, mereka yang di pandang hanya melihat tampa berniat menyapa, karna di luar dari rumah mereka sangat dingin, angkuh dan jangan lupa wajah datar nya.
Saat sampai di tempat tujuan, pelayan memberi kan menu dari restoran mereka
"Ini menu dari restoran kami tuan dan nyonya "ucap pelayan sopan
Tampa menjawab mereka langsung melihat semua menu nya, dan langsung memesan nya, sebenarnya papi, mami dan abdi sudah sangat kenyan tapi paksaan dari ku akhirnya mereka ikut memesan makanan mereka dengan berat hati.
15 menit kemudian makanan dan minuman yang merasa pesan sudah terhidang rapi di meja makan, aku yang melihat makanan yang aku inginkan, langsung berbinar-binar tampa banyak bicara aku langsung melahap nya, abdi, papi, dan mami yang melihat itu ikut senang.
"Sayang pelan-pelan makan nya, tidak ada yang akan merebut nya dari kamu"ucap abdi lembut sambil mengusap pungung ku
"Kalian tidak makan, kenapa memperhatikan aku aja dari tadi"ucap ku saat melihat makanan dari papi, mami dan abdi belum tersentu sama sekali.
"Iya ini mau makan"ucap mereka serempak dan langsung memakan makanan mereka. Aku yang melihat itu tersenyum dan kembali melanjutkan makanan ku.
Setelah selesai makan aku mintak izin ke toilet, awalnya abdi ingin menemani ku tapi aku larang dan aku yakin kan mereka bahwa aku baik-baik saja, mereka pun akhirnya memboleh kan ku. Ada2 aja masa ke toilet harus berdua, malu dong di lihat orang, seperti tuan putri aja yang selalu ada pengawal.
Sementara di meja yang kami tempatin abdi yang lagi asyik berbicara masalah pekerjaan dengan papi, tiba-tiba datang tamu tidak di undang.
"Hay abdi"ucap seseorang itu dan langsung duduk di sebelah kursi abdi tampa menyapa papi dan mami
"Siapa"ucap abdi mengeryit kan kening nya, dia tidak kenal dengan wanita ini, papi, dan mami juga mengeryit kan kening nya dan mengankat kedua bahu nya tanda mereka tidak tahu
"Masa kamu tidak kenal dengan ku, aku serli teman satu kampus kamu dulu"ucap wanita itu dengan PD nya
"Tidak ingat "ucap abdi cuek dan berdiri akan meninggal tempat itu untuk menyusul istri tercinta nya siapa lagi kalau bukan aku. Tapi saat akan pergi tangan nya di tahan oleh wanita itu
"Lepaskan kan"ucap abdi dengan suara naik 5 oktaf sambil menghempaskan tangan wanita itu dan menatap tajam ke arah wanita itu. Abdi tidak suka ada orang yang memengang tangan nya kecuali keluarga nya.