My brave little girl

My brave little girl
Part 26.



Sudah 10 menit kami kejar\-kejaran kayak anak kecil, tapi pak abdi tidak juga mendapatkan ku, aku putus kan belari ke kamar, karna sudah lelah, dengan cepat ku berlari ke kamar, sesampai di kamar aku akan menutup pintu tapi sudah dulu pak abdi masuk dan mengunci pintu dari dalam, dan mengejar ku, sampai jatuh ke ranjang dengan posisi yg menguntung kan pak abdi, yg pak abdi menindih tubuh ku.


"kenapa dia begitu mengoda kalau di pandang dekat seperti ini, bibir pink nya, jadi jiwa laki2 ku tergoya ni, iman ku jadi lemah dan jantung ku kenapa berdetak seperti ini sih "guman pak abdi dalam hati sambil menatap ku


"Aduh kenapa badak bercula satu, di tatap dari dekat tampan sekalih, kenapa aku baru sadar ya, tapi dia tetap badak bercula satu yg tampa ekpresi, "guman ku dalam hati*


Ntah setan apa yg merasuki pak abdi sampai dia mendekat kan wajah nya dengan ku, dan mencium bibir ku, itu cuman menempelkan aja, setelah itu aku dorong dengan segerah dan ku maki pak andri


"Ah ini kan ciuman pertama ku, kenapa bapak ambil, ah aku ternoda dengan bapak, aku ngk mau bapak harus tangung jawab, dasar badak bercula satu,"maki ku pada pak abdi dan sadar mendorong dada pak abdi


Karna dia rasa aku mendorong nya, pak abdi pun menghentikan mejauhkan wajah nya dan di tatapan aku dengan tatapan menyesal


"Maaf " ucap pak abdi pelan


"Bapak memcium ku, bapak jahat"ucap ku sedih


"Ini juga ciuman pertama saya"ucap pak abdi


"Kalau gitu beranjak la dari atas ku, nanti sakit pulak pingang nya"ucap ku ketus


"Eh i.. Iya"ucap pak abdi gugup dan membaring kan dirinya di samping ku


"Jadi kenapa bapak tidur di sini, sana ke kamar bapak "ucap ku mengusir pak abdi


"Kamu mengusir saya? "Ucap pak abdi


"Iya la, secara ini kamar saya sekarang "ucap ku sinis


"Dan ini rumah saya"ucap pak abdi ngk mau kalah


"Eh eh ini rumah orang tua bapak, rumah bapak yg di sana tu"ucap ku sambil berbalik menatap pak abdi


"Iya, tapi tetap saja ini rumah saya juga"ucap pak abdi sambil menarik ku kedalam pelukannya


"Kenapa bapak main peluk2 aja sih"ucap ku sambil memukul dada bidang pak abdi


"Biarkan seperti ini sebentar aja"ucap pak abdi lembut dan mempererat pelukan nya


"Untung di bapak, rugi di saya"ucap ku ketus


"Sama2 untung loh kita"goda pak abdi yg masih tidak mau melepaskan pelukan nya


"Bapak mau bunuh saya, kalau seperti ini pelukan bapak, saya tu belum nikah pak, jangan bunuh saya donk"ucap ku sambil meronta2 mintak di lepas


"Ayok kita tidur "tampa menghiraukan ocehan ku, dan membenarkan posisi tidur kami


"Bapak jangan macam2, kita tuh belum sah, jangan main tidur sembarangan aja pak"ucap ku emosi


"Uda jangan banyak gerak, kalau tidak saya makan kamu"ancam pak abdi dengan senyum licik nya


"Aduh pak, kayak vampir aja main makan orang segalah"ucap ku polos


"Sudah jangan banyak ngomong, sekarang tidur lagi"ucap pak abdi yg masih memeluk ku


Mau ngk mau aku harus mengikutin kata pak abdi dan membenamkan wajah ku di dada bidang pak abdi, walaupun aku takut dosa, meronta2 pun ngk akan di hirau kan nya, tenaga ku kalah kuat dari pak abdi, tapi aku ngk munafik ini sangat nyaman dengan harum nya maskulin tubuh pak abdi bisa ku rasa kan


"Dasar badak bercula satu yg tampa ekpresi, dingin es kutub, ah pokoknya semua nya la"maki ku dalam hati


setelah lelah dengan pikiran ku, aku pun terlelap ke alam mimpi, walaupun ngk tau mau mimpi apa, yah mudah2an mimpi indah, 😊


Setelah aku tidur pak abdi menjauh dan menuju kamar nya ngk, secara kami kan belum sah, dengan hati2 pak abdi meletakan kepala ku dengan posisi nyaman, dan mengecup kening ku setelah itu langsung keluar kamarku.


Pagi nya ku bangun seperti biasa, melakukan aktifitas seperti biasa, karna aku sudah terbiasa masak sarapan, jadi aku juga memasak sarapan untuk keluarga pak Abdi, selesai itu kami langsung untuk sarapan bersama dengan canda tawa, walaupun abdi di luar orang nya dingin tapi kalau sama keluarga dia akan hangat.


Selesai sarapan pagi kami langsung berangkat ke kantor, seperti biasa aku berangkat ke kantor bareng pak abdi.


Seperti biasa nya sampai di kantor aku langsung mengerjakan berkas2 yg sudah numpuk di meja ku, rencana selesai semua kerjaan ku, aku mau menemui mbak mira, mau cerita sama dia, makanya sekarang aku mengerjakan nya dengan cepat


"Pak nanti selesai ini, boleh ngk aku menemui mbak mira"ucap ku ragu2


"Mau ngapain kesana"ucap abdi


"Curhat "ucap ku cepat


"Kenapa harus sama mira, kenapa ngk sama saya aja"ucap abdi menaik turun kan alis nya


"Ih bapak ni, ngk paham masalah perempuan "ucap ku kesal


"Makanya kamu cerita in, biar saya mengerti"ucap abdi santai


"Ah bapak ngk boleh kepo gitu lah"ucap ku malas


"Kan masalah mu, sekarang menjadi masalah saya"ucap abdi


"Ah terserah bapak la"ucap ku kesal, pak abdi ngk peka kali,


"Jadi kamu cerita kan sama saya"ucap abdi


aku ngk menghiraukan perkataan pak abdi lagi, aku kembali dengan kertas2 dan laptop ku, malas meladanin pak abdi yg ngk peka, berdebat pun sama dia ngk akan menang.


"Dasar badak bercula satu tampa ekpresi, ngk ngerti perasaan orang apa, suka maksa, Ngk bisa dengarin pendapat orang apa, dasar menyebalkan, kek mana mau married sama dia besok, apa2 selalu maksa, bisa stres aku nya nanti, udah ah gila pulak aku mikirin dia "guman ku dalam hati kesal lihat sikap nya tu


"Alia 5×"panggil abdi


"....... "Aku masih sibuk dengan kerjaan dan lamunan ku


"Aliaaaaa"panggil andi dengan suara naik 5 oktaf, kalau paduan suara bagus tu hehe dan itu membuat ku sadar dari lamunan ku dan langsung menetralkan ekpresi kaget ku dengan santai biar ngk tau sama dia aku melamun


"Iya, saya sibuk"ucap ku santai tampa dosa


"Kamu kenapa, saya panggil dari tadi ngk nyahut, kamu melamun apa? "Ucap abdi menatap tajam ke arah ku


"Aku sibuk pak"ucap ku memelas


"Kamu ada masalah "ucap abdi lembut


"Sudah saya bilang, saya sibuk pak, tolong jangan ngangu saya, nanti kalau ada yg bapak perlu mintak aja sama asisten herri tu"ucap ku kesal


"Saya mau kamu cerita kalau ada masalah, jangan kayak gitu donk"ucap abdi frustasi


"Saya hanya ingin ketemu mbak mira pak"ucap ku tegas dan lantang


"Ngk boleh, sekarang jam kerja "ucap abdi tegas


"Ya sudah kalau gitu mendingan bapak diam, aku sibuk"ucap ku dingin dan masih sibuk dengan kerjaan ku


"Dasar kancil kecil ku, kalau dia kesal kayak gitu kan gemas, biarin aja, nanti pasti dia cerita sama aku, tapi cewek ngk bisa di tebak, kadang ceria kadang cerewet, kadang juga dia, kadang marah2 ngk menentu, sabar abdi besok sudah sah, aku akan hukum kamu, kalau berani melawan ku, dasat keras kepala "guman abdi memperhatikan ku dengan geleng2 kepala


abdi tidak tau setelah nikah dia yg akan ku atur, mana mau aku dia atur ngk jelas gitu, setelah itu kami diam dan sibuk dengan urusan masing2.