My brave little girl

My brave little girl
Part 68



Sekarang adalah hari di mana aku di perboleh kan pulang dari rumah sakit, selama aku di rumah sakit abdi dan orang tua nya setia menemanin ku, bahkan apa pun yg aku mau selalu mereka turuti, walaupun terbilang aneh, tapi ya gimana lagi orang aku lagi ngidam, dan di tambah aku juga sering muntah2 bahkan tidak makan selama beberapa hari di rumah sakit, tapi saat aku pengen makan sesuatu pasti aku makan setelah itu kembali muntah, dan itu selalu tidak lupat dari perhatian dan juga rasa khawatir abdi dan orang tua nya.


Sekarang kami semua sudah dalam perjalanan menuju rumah utama, mobil di kendarai oleh supir abdi dan aku duduk di kursi penumpang sedangkan orang tua abdi dengan mobil satu lagi. Sepanjang perjalanan aku hanya melihat ke arah luar, dan tidak lupa bersandar di dada bidang abdi sambil memeluk nya, dengan senang hati abdi melayani sifat manja ku, dia tidak pernah mengeluh sama sekali. Saat di dalam perjalanan aku melihat warung sate di tepi jalan, pelangan yg sangat ramai, dengan segerah aku meminta supir berhenti


"Berhenti pak"teriak ku sambil bangun dari duduk ku


Ciiitttttttt


Dengan kaget supir berhenti dan meren mendadak mobil sehingga kepala ku dan abdi berbeturan


"Awwh "rintih ku


Dengan segerah abdi mengusap-usap kepala ku, dan juga bingun melihat ku memberhentikan mobil mendadak mumpung tidak ada mobil di belakang mobil kami


"Sayang kamu kenapa menyuruh supir berhenti mendadak begitu, terus sekarang kepala kamu sakit, kamu harus hati2, besok jangab di ulang lagi begitu ya"ucap abdi lembut sambil mengeryit kan kening nya, bingun kenapa aku memberhentikan mobil secara mendadak, begitu juga supir langsung meminta maaf


"Maaf tuan dan nyonya saya tidak sengaja"ucap supir yg merasa bersalah terhadap tindakan nya, dia juga kaget sehingga berhenti mendadak mumpung mobil tidak melaju dalam kecepatan tinggi


"Iya tidak papa pak, ini salah saya juga"ucap ku yg juga merasa bersalah


"Tidak apa nyonya, lain kali saya akan berhati-hati lagi"ucap supir yg tidak mau menyalahkan majikan nya


"Sayang kamu belum jawab pertanyaan ku"ucap abdi karna dari tadi abdi sebagai penonton saja


"Ah iya sayang, aku Jadi lupa kan, aku hanya ingin makan iti sekarang "ucap ku memelas sambil menunjukan warung sate yg di tepi jalan


"Mau apa sayang "ucap abdi sambil melihat arah tangan ku, tapi dia tidak menemukan restoran di dekat sana


"Aku mau sate itu"ucap ku dengan wajah yg sangat imut seperti anak kecil


"Sayang kita bisa beli di restoran, itu tidak bersih, aku takut kamu dan anak kita nanti sakit"ucap abdi lembut dan juga hati2 takut aku tersingung


"Tapi aku mau yg itu sekarang "ucap ku dengan mata yg sudah berbinar2 ingin Menangis, setiap aku meminta sesuatu tapi abdi melarang nya aku akan Menangis sampai abdi dan orang tua nya mau


"Pokoknya aku mau itu "ucap ku tegas dan langsung Menangis sejadi2 nya sambil memalingkan wajah ku keluar jendela seperti anak kecil merajuk


"Baiklah, tapi kita makan di rumah ya"ucap absi membujuk dia tidak kuat melihat ku Menangis dan juga merajuk seperti ini yg akhirnya dia luluh dengan tangisan ku


"Tidak aku mau makan di situ,titik"ucap ku final tapi belum berhenti Menangis , abdi yg sudah tidak tahan dengan itu langsung mengiyakan ajakan


"Baik lah, ayok kita beli kesana, tapi sekarang berhenti dulu Menangis nya, kamu kelihatan jelek kalau Menangis sayang "ucap abdi lembut sambil menghapus air mata ku, aku pun berhenti Menangis karna abdi mau membeli kan sate nya untuk ku


"Jadi aku jelek, kalau begitu Jangan dekat dengan ku"ucap ku merajuk sambil menepis tangan abdi


"Ti.... Tidak begitu sayang kamu sangat cantik dalam keadaan apapun "ucap abdi gugup dan juga mengarut2 kepala nya yg tidak gatal


"Tadi kamu bilang aku jelek, sangat menyebalkan, "ucap ku marah dan langsung keluar dari mobil


Abdi yg melihat itu langsung keluar dari mobil dan mengejar ku


"Memang kalau wanita hamil sangat sensitif seperti ini, sabar kamu pasti bisa abdi, anak2 daddy jangan siksa daddy seperti ini nak"guman abdi dalam hati yg terlihat frustasi dengan tingkah laku ku.


"***Maaf ya author lama up nya, karna sekarang lagi bulan puasa, jadi author agak sibuk dikit la. Author juga meminta maaf jika ada salah pada kakak semua,author mengucapkan, minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathinπŸ™πŸ™.


Selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yg menjalan kan nya, πŸ™πŸ˜


Dan satu lagi jangan lupa jaga kesehatan agar terhindar dari pademix yg sedang melanda, dan tetap di rumah aja, ikuti saran dari pemerintah, 😘


#jangan lupa like, saran serta vote nya ya biat author semangat buat melanjutkan cerita nya.


Terima kasih kakak semua yg sudah mampir di cerita nya author semoga suka cerita nya ya, 😘


Dan satu lagi jangan lupa berbuka dengan yg manis2, jika tidak ada yg manis2, Kakak semuanya bisa lihat author kok, yg manis ini, hahaha, πŸ˜‚πŸ˜‚narsis dikit, πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™***"