
"Sini tuan bisa menaruh nona "ucap suster dengan hati-hati, tampa menunggu lagi abdi langsung menaruh ku di sana dan langsung mendorong ku dengan wajah yang sangat cemas. Takut terjadi sesuatu kepada ku dan calon anak-anak kami nanti nya. Satu lagi abdi belum menyadari darah segar yang sudah membasahi baju nya.
Saat sampai di dekat ruang UGD abdi di suruh menunggu di luar ruangan, karena memang sudah menjadi prosedur dan juga kalau abdi di dalam dokter tidak akan lelusa dalam mengambil tindakan, saat melihat tatapan abdi kepada mereka.
"Tuan anda tunggu di luar dulu, biar kami beri penanganan kepada nona tuan "ucap suster dengan sagat hati-hati
"Tapi saya harus melihat keaadaan istri saya"ucap abdi dengan sangat emosi
"Tuan kami mohon, "ucap suster dengan wajah memelas nya, abdi yanh sudah tidak mau berdebat lagi, di tambah lagi keaadaan ku yang sudah butuh pertolongan mau tidak mau akhirnya mengalah
"Baiklah, lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya, jika tidak anda tahu akibat nya"ancam abdi dengan tatapan tajam nya, sehingga membuat suster dan dokter menelan salivah nya dengan susah payah,
"Baik tuan"ucap mereka sopan dan langsung menutup ruangan itu, untuk melakukan pertolongan pertama kepada ku dan calon anak-anak kami.
Abdi yang berada di luar ruangan terus berdo'a agar aku dan calon anak-anak kami di selamat kan, dia tidak perduli dengan penampilan nya dan juga tatapan iba dari sekitar nya. Walaupun abdi acak-acakan seperti orang tidak terurus dia tetap tampan.
Tidak lama setelah itu, papi dan mami datang dengan wajah yang tidak kalah panik nya. Mereka langsung mengahampiri abdi yang tengah bolak balik di depan ruangan UGD seperti setrikaan.
"Sayang bagaimana keadaan alia"ucap mami dan papi dengan wajah panik nya
"Mereka masih memeriksa keadaan nya mam, pi"ucap abdi lemah.
"Sayang... "Ucap mami tergantung ketika melihat darah di baju kaos putih abdi, hingga dia hanya mampu mengangap menatap darah merah itu
"Kenapa mam"ucap abdi dengan mengeryit kan kening nya tanda tidak mengerti, tidak ada jawaban nya
"sayang kenapa? "Ucap papi lembut sambil mengelus pungung mami, akhirnya mami sadar dari rasa keterkejutan nya
"Kamu terluka sayang? Kenapa banyak darah sayang? Mans yang terluka sayang? Atau jangan-jangan......? Astagfirullah alia"ucap mami lagi dengan tambah panik ketika tidak menemukan luka di badan anak nya. Abdi yang mendengarkan ucapan mami langsung melihat kearah baju yang dia gunakan, begitu juga dengan papi dan benar sekali darah segar sudah memenuhi baju abdi, abdi yang tidak merasa terluka pun langsung heran
"Kenapa alia mam? Aku tidak terluka mam? Kenapa ini"ucap abdi yang tambah panik, papi hanya bisa mengelus pungung kedua orang yang dia sayang untuk meredah kan rasa cemas mereka
"Iya "ucap abdi sekenan nya
"Astagfirullah sayang, berati benar itu darah dari alia, apa dia terluka sayang "ucap mami dengan menangis membayangkan aku terluka
"Tidak mam, alia tidak terluka, dia hanya pingsan mam"ucap abdi lirih sambil duduk di kursi tunggu sambil mengusap wajah nya dengan kasar membayangkan yang tidak-tidak tentang ku.
Tidak lama saat mereka sibuk dengan pikiran masing-masing,dokter pun keluar dari ruangan setelah setengah jam di dalam ruangan itu, abdi dan orang tuanya dengan segerah menghampiri nya
"Bagaimana mana keadaan istri dan calon anak-anak kami dok"ucap abdi dengan tidak sabaran dan di balas angukan kepalah oleh mami dan papi
"Tuan, nona butuh darah donor darah sekarang, nona banyak kehabisan darah, kalau tidak cepat itu akan membahayakan nona dan juga kandungan nya. Dan stok golongan darah di rumah sakit kita sedang kosong tuan"ucap dokter menjelaskan kan nya dengan tegas walaupun gugup
"Apa golongan darah menantu saya dok"ucap papi
"A tuan "ucap dokter lagi
"Baik lah ambil saja darah saya dokter, agar menantu dan cucu saya selamat "ucap mami yang kebetulan sama golongan darah nya dengan ku.
"Baik nyonya, mari ikut kami kedalam "ucap dokter
Dengan segerah mami mengikuti dokter masuk kedalam ruangan itu tampa mendengarkan persetujuan dari papi dan juga abdi.
Papi dan abdi yang berada di luar ruangan hanya diam mematung ketika melihat mami masuk kedalam ruangan itu. Mereka tidak tahu harus bertindak seperti apa? Yang mereka inginkan semua orang yang mereka sayangi baik-baik saja.
******Mohon dukungannya yah teman2 semua, like saran serta vote nya yah,
Author butuh saran biar tahu kesalahan author kakak semua.
Thank's yah yang sudah mampir, 🙏😘****