My brave little girl

My brave little girl
Part 41.



Setelah itu kami masih saja main kejar2 an, dari dalam rumah keluar rumah, dari lantai bawah ke lantai atas, dari sofa ke kamar, pokoknya kami jelajahi semuanya, rumah itu sudah ngk kayak rumah lagi, sekarang sudah benar2 kayak kapal pecah, air yg di gunakan buat pel lantai sudah berserkan, baju, bantal sofa, batal dan selimut di kamar juga tidak kalah berserakan di mana, dapur pun ikut2 an juga, sampai halaman rumah pun berserakan, ntah apa yg kami lakukan, kalau ada orang lain melihat nya pasti akan lari karna takut melihat rumah seperti itu, tapi kami tidak perduli kami masih aja main kejar2 an, sekarang kalah tom and jerry sama kami.


Karna aku sudah lelah untuk belari jadi pas sampai di kamar aku langsung merebah tubuh ku kasar, karna abdi masih mengejar ku, dan melihat ku merebah tubuh ku langsung di peluk sama abdi


"Akhirnya kamu dapat juga "ucap abdi memeluk ku dengan nafas ngos-ngosan


"Heheh, aku sangat lelah, ngk kuat lagi"ucap ku memelas dengan nafas ngos-ngosan sama seperti abdi


"Sekarang kami tidak akan ku lepaskan, kamu akan mendapatkan hukuman dari ku"ucap abdi setelah bisa mengatur nafas nya dan tersenyum licij ke arah ku


"Iya aku menyerah, tapi jangan di hukam dohk"ucap ku memelas setelah nafas ku teratur


"Sudah ku bilang kamu tidak akan ku lepaskan "ucap abdi santai tapi tambah mempererat pelukan nya


"Duhhh, peluk nya erat sekali aku ngk bisa bernafas ni, tolong di longgarkan "ucap ku sambil memukul pelan lengan abdi


"Kalau aku longgarkan kamu lari lagi"ucap abdi ngk mau kalah


"Kalau aku lari nanti anak ku ngk jadi donk, sekarang aku sudah lelah sekali"ucap ku


"Apa hubungan nya dengan ana"ucap abdi bingun seperti orang linglung


"Kalau aku kelelahan, proses dedek nya lambat"ucap ku asal, dan juga alasan ku untuk tidak mendapatkan hukuman


"Iya ya sayang, maaf kan aku, aku tidak akan hukum kamu sayang "ucap abdi merasa bersalah dengan itu dengan wajah khawatir nya


"Kan berhasil mengerjakan nya, duh gemas nya melihat wajah khawatir nya"kekehan ku dalam hati berhasil mengejai abdi


"Iya sayang, nanti kamu aku pijitin, asalkan kamu tidak lelah biar proses dedek nya cepat aku ngk sabar mengajarkan anak ku bermain sepak bola "ucap abdi semangat


"Kenapa jadi nengajarkan dia bermain sepak bola, dia akan ku ajarkan memasaj di dapur "ucap ku


"Pokoknya bermain sepak bola "ucap abdi tegas


"Tidak memasak, dia kan perempuan "ucap ku ngk mau kalah


"Dari mana kamu tau dia perempuan dan itu laki2 "tanya abdi ngk mau kalah


"Kan aku ibu nya jadi aku tau la, pokoknya dia perempuan "ucap ku tegas menatap tajam abdi dan itu berhasil membuat abdi mengalah


"Baiklah, kalau dia perempuan kamu ajarkan memasak, tapi kalau laki2 aku ajarkan bermain sepak bola "ucap abdi mengalah


"Ok, tapi kamu pandai bermain sepak bola "tanya ku


"Sedikit, tapi aku akan menganjarkan nya juga, tapi kata kamu akan membuat anak kita satu tim sepak bola "ucap abdi lagi


"Hehe iya juga ya, ah terserah kamu la"ucap ku mengalah, kalau tidak berdebat nya ngk akan kelar2


Setelah itu kami diam dengan pikiran masing2.


**MOHON DUKUNGAN DAN SARAN NYA, BUAT AUTHOR YA KAKAK SEMUA, BIAR AUTHOR SEMANGAT BUAT MENULIS DAN MELANJUTKAN CERITA NYA, 😍🙏😊


DAN TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR SEMOGA KAKAK SEMUANYA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR, 😊🙏😍**