My brave little girl

My brave little girl
Part 61.



Abdi yg melihat ku pingsan langsung panik dan khawatir, terlihat dari wajah nya, yg biasa nya datar sekarang berubah 360°, dengan segera abdi mengendong ku, keluar dari kamar mandi dan langsung keluar dari ruangan nya, sampai di luar ruangan nya, asisten pribadi nya, yg melihat abdi mengendong ku langsung bertanya,


"Kenapa dengan nona tuan"ucap asisten herri


"Jangan banyak tanya, cepat sekarang siap kan mobil dan juga ruangan khusus untuk istri ku di rmh sakit, "ucap abdi langsung bergegas menuju lift,


Herri yg mendengar kan itu langsung berlari mengejar abdi, dia juga cemas, sesampai di lobi dengan segerah herri membuka kan pintu mobil untuk abdi dan ku, memang sebelum sampai di bawah herri sudah menelpon seseorang untuk menyiapkan mobil, setelah kami masuk di kursi penumpang bagian belakang, dengan segerah herri masuk ke dalam mobil mengambil ahli mengemudi, dan langsung menjalan kan mobil nya, mumpung sekarang masih jam kerja jadi tidak ada yg melihat kejadian itu,


"Sayang bangun, jangan buat aku cemas seperti ini, "ucap abdi dengan lirik, tampa terasa air matanya juga mengalir membasahi pipi nya, dia terus memeluk ku, mencium pucuk kepala ku dengan kasih sayang dan juga kecemasan,


Herri yg melihat itu ikut terharu, dia belum pernah melihat abdi seperti itu sebelum nya, dia hanya dia tidak berani menanyakan apa pun kepada abdi.


15 menit di dalam perjalanan menuju rumah sakit, akhirnya mobil yg di kendarai oleh herri sampai di depan lobi rumah sakit, di sana sudah ada dokter dan juga Beberapa perawatan yg menunggu kedatangan kami, sebelum nya herri sudah memerintah kan pihak rumah sakit, seperti apa gg di suruh oleh abdi, memang rumah sakit itu milik abdi, jadi saat mendengarkan kabar seperti itu pihak rumah sakit pun segerah mempersiapkan nya, mereka tidak mau mempertaruhkan karier mereka, jafi tampa di perintah dua kali mereka sudah tahu.


"Cepat tolong istri saya, jika terjadi apa2 saya tidak akan memaafkan kalian"teriak abdi tegas, memang selama ini aku tidak pernah sakit, di tambah abdi sangat posesif terhadap orang2 yg dia Sayang, jadi wajar secemas itu


"Baik tuan"ucap dokter dan perawat dan langsung mendorong brangkar ku menuju ruangan khusus yg sudah di persiapan kan,



Di luar ruangan abdi terus berdo'a agar tidak terjadi apa2 terhadap ku, dia juga sudah menghubungi kedua orang tua nya, asisten herri setelah mengantarkan kami ke rumah sakit, dia kembali lagi ke kantor, karna ada urusan penting.


30 menit telah berlalu abdi semakin cemas menunggu di luar ruangan, dan tak berapa lama, akhirnya ruangan ku terbuka, di sana keluar dokter serta perawat yg bertugas tadi, dengan segera abdi mengahampiri dokter tersebut


"Gimana keadaan istri saya "ucap abdi yg khawatir


"Nyonya tidak apa2 tuan, dia hanya...... "Ucap dokter tersebut terpotong oleh abdi yg tegas


"Hanya apa, kamu bilang tidak apa2, saya melihat gimana istri saya tidak sadar tadi, jadi kamu jangan main2, saya mau istri saya sembuh"teriak abdi, tampa mendengarkan ucapan atau penjelasan oleh dokter


"Maaf tuan, saya akan menjelaskan semua nya, Jadi tolong mendengarkan dulu tuan"ucap dokter sambil tersenyum