
Dengan segerah papi pergi ke kamar mandi yang ada di kamar pribadi mereka. Abdi yang melihat papi nya sudah masuk kedalam kamar mandi pun segerah menelpon anak buah nya untuk mengantar kan keperluan kami semua.
Setelah beberapa saat anak buah dari abdi pun sampai di rumah sakit. Dengan segerah mereka mencari ruang rawat inap kami. Karena memang mereka sudah paham bawah ruang rawat mereka khusus jadi mereka tidak perlu berkeliling mencari nya. Saat sudah sampai di depan ruang yang di tuju, salah satu dari mereka mengetuk pintu, setelah dapat jawaban dari dalam dan pintu terbuka, mereka langsung saja menyerah kan barang-barang yang di perintah kan oleh tuan mereka dan juga memberi semangat untuk tuan mereka dan do'a yang tulus untuk ku. Setelah itu mereka langsung pergi tampa masuk kedalam ruangan itu, mereka masih tahu batas nya, jadi mereka tidak berani untuk masuk kedalam.
Setelah mereka pergi, tak selang beberapa lama papi selesai dengan ritual mandi nya, dengan segerah abdi menyerah kan pakaian papi yang baru saja di antar anak buah abdi.
Setelah selesai papi dan sekarang sudah nampak sangat tampan dan juga fres, papi mengunakan stelan santai nya, papi langsung mengahampiri abdi yang masih setia duduk di kursi samping brangkar ku, dia masih mengengam tangan ku, seolah-olah dia tidak ingin melepaskan ku.
"Sekarang bersikan diri mu son, papi akan menjaga alia di sini,"ucap papi
"Iya pi"jawab abdi. Tampa banyak bicara dia menurut saja, dia sangat tidak mau lepas dengan ku. Dengan cepat kilat dia langsung menuju kamar mandi, setelah mengambil keperluan nya.
Sekitar 10 menit semua ritual abdi di kamar mandi sudah selesai, dia pun sudah tampan dengan stelan santai nya.
Dia langsung menuju duduk di sofa di dekat papi berada sekarang, mereka pun berbicara layak nya anak dan ayah.
"Bagaimana keadaan mami, pi? "Tanya abdi yanh sudah duduk di sofa depan papi. Maklum la namanya juga ruangan khusus, semua nya lengkap, dari sofa, dapur, kulkas, tv, ruang makan, kamar pribadi, untuk istirahat ketika menunggu orang yang sakit, semua nya lengkap, seperti apartment pribadi.
"Tadi suster memberi tahu papi, bahwa sebentar lagi mereka akan mengantarkan mami kesini, "ucap papi santai. Karena memang tadi saat abdi masuk untuk mandi, suster datang memberi tahu tentang mami yang sudah membaik dan akan di antar ke kamar alia dan papi menyetujui nya.
Abdi hanya menganguk kan kepala saja tanda mengerti dan pandangan pun tidak lepas dari diriku yanh terbaring di atas brangkar rumah sakit itu. Papi yang melihat itu pun kasihan.
"Iya pi, aku sangat berungtung mendapatkan nya"ucap abdi mambalas senyum papi dan menatap hangat kearah papi
Mereka pun berbicara satu sama lain, hingga suara pintu mengagetkan mereka, dengan segerah abdi membuka kan pintu untuk orang yang berada diluar, dan ternyata suster yang mengantarkan mami, abdi langsung mengambil ahli kursi roda mami, dan menyuruh suster tersebut pergi. Abdi menutup pintu ruangan itu dan masuk membawa mami ke dalam ruangan istirahat pribadi mereka di ikuti papi dari belakang.
"Sekarang mami dan papi istirahat lah, aku akan menjaga alia"ucap abdi dengan lembut membantu mami berbaring, padahal mami tidak kenapa-kenapa cuman pusing saja tadi, tapi namanya orang kaya jadi belebihan.
"Baiklah, kamu juga istirahat ini sudah sangat malam, "ucap papi memperingati Abdi
"Iya, "jawab abdi dengan senyum manis nya, dan langsung meninggal mereka untuk istirahat. Abdi langsung keluar dari kamar itu, dan langsung menuju tempat duduk di samping ku.
Abdi naik ke atas brangkar yang cukup besar muat untuk dua orang, dan langsung membaring tubuh nya di sana. Karena lelah abdi pun tertidur dengan memeluk ku.
Beberapa jam kemudian aku tersadar dari tidur ku, aku melihat keseliling, ruang bernuasa putih itu dan sesaat aku merasakan ada tangan kekar yang memeluk ku dengan prosesif, dan aku langsung menyentuh tangan itu.
Orang yang merasa ada gerakan dari orang yang di peluk pun langsung bangun, dengan senyum manis nya dia langsung mencium seluruh wajah ku, membuat ku geli.
"Minum"ucap ku lirih. Dengan cepat abdi mengambil kan minum untuk ku, dan langsung membantu ku untuk minum.
"Sekarang istirahat lagi, kamu baru sadar, jangan banyak pikiran dulu yah sayang"ucap abdi lembut kepada ku. Aku hanya menganguk kan kepala. Abdi pun kembali memeluk ku, beberapa saat kemudian kami pun masuk kealam mimpi.