
"Belum juga sih"ucap ku cegegesan,
"Ya sudah nanti kita pikirkan lagi, setelah kita tahu jenis kelamin mereka ya sayang, sekarang kamu istirahat la, kalau mami dan papi datang akan ku bangunkan kamu"ucap abdi lembut, aku hanya membalas dengan angukan kepalah, setelah itu aku memejamkan mata dan tidur dalam pelukan abdi
Setelah satu jam lebih, akhirnya orang tua abdi datang dengan membawa semua keperluan dan juga bahan2 untuk membuat rujak yg di inginkan menantu tersayang mereka.
"Kalian tidak adik, kami orang tua di suruh mencari ini semua, sedangkan kalian bermesra2 di sini"gerutu mami abdi, saat masuk ruangan ku,dan melihat kami tidur saling berpelukan
"Ah mami, aku juga tidak tahu mam, tapi istri ku meminta seperti ini, maka dengan senang hati aku menuruti semua kemauan istri serta calon anak2 ku mam"ucap abdi dengan senyum kemenangan
"Ah dasar kau ini, cari kesempatan dalam kesempitan "ucap mami ketus
"Hahah, mami sangat lucu, apa mami cemburu dengan menantu mu ini mam, yg di peluk oleh putra tampan mu ini"ucap abdi dengan gaya narsis nya
"Untuk apa mami mu cemburu, dia juga bisa bermesra2 an dengan papi, jadi Jangan percaya diri dulu, kami bisa melakukan nya juga, iya jan sayang "ucap papi menatap lembut mami, dan juga tidak mau kalah,serta cemburu melihat mami berbicara seperti itu kepada abdi, papi juga memeluk mami prosesif
"Haha, iya sayang juga juga bisa bermesra2 an "ucap mami manja dan membalas pelukan papi
"Hahah, kalian sudah tua tidak mau mengalah dengan anak muda seperti kami, seharusnya kalian memberikan waktu untuk kami bermesra2 an seperti ini, kalian sangat lucu, tapi aku sangat bangga punya orang tua seperti kalian, aku menyanyangi kalian berdua "ucap abdi menatap orang tua nya dengan kasih sayang dan juga tulus. Orang tua abdi jadi terharu mendengarkan ucapan anak semata wayang nya itu, dengan perlahan2 mereka mendekati aku dan abdi serta langsung memeluk nya
"Kami juga sangat menyayangi kalain berdua, kalian putra dan putri kami, serta cucu yg akab melengkapi kebahagian kita nanti nya sayang "ucap mami sambil memeluk abdi dan aku serta di angukan kepalah oleh papi dan juga ikut memeluk anak dan menantu kesayangan nya.
"Ah kenapa jadi cengeng semua sih, malu donk sama cucu yg ada di perut istri ky, melihat kita cengeng seperti ini, masa punya kekek, nene serta daddy yg cengeng sih, heheh"ucap abdi berusaha untuk bercanda
"Hahahahah, memang benar ya, ah kenapa pula seperti ini"ucap papi dan mami melepaskan pelukan nya dan tersenyum kecut
"Hahah, iya ya, apa semua yg di mintak istri kh sudaha da mam"ucap abdi mengalihkan pembicaraan
"Sudah sayang, biar mami buat kan dulu, setelah itu baru bangun kan istri mu"ucap mami sambil berjalan ke arah sofa yg ada di sana
"Baik la mam, terima kasih, sudah mau mengikuti mau istri ku mam, pi"ucap abdi tulus
"Itu semua sudah kewajiban kami sayang, kami tidak ingin menyia2 kan kesempatan ini sayang, kami juga menyanyangi putri kami nak"ucap mami tersenyum lembut
"Iya nak, kamu tidak perlu sungkan sama kami, kami ini orang tua mu nak"ucap papi tersenyum lembut
"Iya pi, mi, terima kasih, dan maaf merepoti kalian "ucap abdi
"Iya sayang, kami tidak merasa di repoti kok sayang "ucap papi lagi