
" sekarang apa keputusan kamu? " tanya abdi lagi
" ihsss kenapa bapak bawel kali sih, sudah saya bilang tidak bisa ya tidak bisa" jawab ku kesal
" baru kali ini ada cewek yg nolak ketampanan ku"guman abdi dalam hati
" dan saya tidak mau ada penolakan! " ucap abdi tegas tampa ada bantahan di sana
Terjadi la perdebatan di antara kami berdua, dan akhirnya mau tidak mau aku yg mengalah toh aku butuh perkerjaan ini, adik ku juga butuh biaya untuk sekolah dan ibuku juga sakit\-sakitan jadi aku harus bantu, toh gajinya juga menjanjikan juga tambah tinggal dirumah gratis ah, ah mimpi apa aku malam tadi yah? Pikir ku
" ya sudah saya mau, tapi saya tidak mau tinggal sama bapak" ucap ku
"Tidak ada penolakan, kenapa kamu dari tadi membantah ku sih, " jawab abdi frustasi
" baik la kalau begitu, dirumah bapak rame orang tidak, kalau kita berdua aja aku ngk mau, lagian kita bukan makhrom pak" ucap ku polos
" jadi kamu mau menikah dengan saya? " ucap nya santai
"Apa....? " teriak ku dan reflek abdi tutup telinga nya
" tolong kecilkan suara mu, saya ngk budek kali, sakit telinga saya mendengarkan teriak kan kamu tu" jawabnya ketus
"Masak iya saya menikah dengan bapak? Kan saya masih di bawah umur pak hehe" jawab ku tidak percaya, lagian aku masih muda sekali
" tapi kamu bilang ngk mau tinggal berdua dan kita juga bukan makhrom ucap mu, yasudah kita nikah aja biar bisa tinggal berdua dan juga bisa tidur berdua " goda abdi santai
" aduh kenapa bapak bawel sekalih, tadi aja sok dingin, sekarang ngk ada habis nya kata2 mu pak" sindir ku
" terserah bapak aja deh " jawab ku kesal, malas aku tuh berdebat dengan dia tu
" baik la, sekarang kita keruangan saya, dan pulang kerja kita kerumah orang tua saya," ucap nya
" terserah saja, saya ngk mood" ucap ku masih melihat keluar dan tangan ku di dada sambil bibir di moyongkan
Dan tampa menjawab abdi langsung meraih dagu ku,membawa muka ku menghadap dia, sampai manik mata ku bertemu dengan manik matanya, dan tampa persetujuan dari ku, dia langsung "cup"mencium bibir ku dan melumatnya, aku yg mendapatkan serangan mendadak seperti itu mematung dan mata ku terbelalak, jantung pun ingin keluar rasanya, setelah sadar aku dorong dada pak abdi, supaya dia berhenti
" maaf" ucap nya lirik
" bapak ini ngk ada sopan nya, bapak juga mengambil ciuman pertama saya, itu hanya buat suami saya" ucap ku marah sambil teriak dan ntak terasa air mata ku pun mengalir di pipih ku
"Saya akan mau jadi suami mu, jadi tidak masalah kan" ucap nya santai, aku hanya diam dan menghapus air mata ku yg semakin deras keluar nya, mungkin karna tidak tega, abdi membawa ku dalam pelukannya, dan mencium kepala ku, setelah dia rasa aku sudah tenang dia melongarkan pelukannya dan menatap ku dalam
" ayok kita keruangan saya sekarang " katanya keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk ku, aku masih diam di dalam, karna tidak ada jawaban dari ku, langsung saja pak mengendong ku keluar mobil berjalan masuk menuju ruangan nya, aku meronta2 mintak di lepasin dan pas jam kerja jadi tidak terlalu banyak mata yg melihat kami
" pak lepaskan saya, saya bisa jalan sendiri " ucap kj sambil memukul dada bidang pak abdi
" diam, kalau tidak saya akan lepaskan kamu" acam nya
Mau tidak mau aku hanya diam dan mengalungkan tangan ke leher pak abdi dan membenamkan wajah ku di dada bidang pak abdi
Mohon dukungannya yah, 🙏