My brave little girl

My brave little girl
Part 38.



"Kamu mau membunuh ku ya"ucap ku kesal sambil melongarkan pelukannya


"Aku sayang kamu, ngk mungkin aku membunuh mu sayang "ucap abdi tampa mengubah posisi


"Kamu sangat erat memeluk ku, jadi susah aku bernafas ni"ucap ku sedikit emosi


"Hehe maaf"ucap abdi cegegesan sambil melongarkan pelukannya


"Kalau kayak gini terus 3hari aja sudah wafat aku nya"ucap ku ketus


"Jangan gitu donk sayang "ucap abdi dengan wajah sedih nya


"Iya iya,jangan di ulang lagi "ucap ku memperingati kayak mak marah sama anak nya yg nakal dan itu langsung di angukan oleh abdi


Setelah itu kami diam dengan pikiran masing2, abdi masih sibuk dengan mencium leher ku dan tidak melepaskan pelukan nya, itu membuat ku risih, tapi aku masih diam karna aku ingin pulang kampung ku,


"Kita berapa hari libur "ucap ku


"Satu minggu, tapi kalau kamu mau lama2 boleh "ucap abdi dengan senyum mesum nya


"Kamu ini, dasar mesum "ucap ku kesal


"Kan sama istri sendiri, ngk ada yg larang kok, kamu itu hanya milik ku"ucap abdi tegas


"Ya sudah se suka hati mu aja deh"ucap ku malas, kalau sudah berdebat pasti ujung2 aku juga yg mengalah


"Heheh, anak pintar "ucap abdi sambil mengelus-elus perut rata ku


"Ih tangan mu ini nakal, geli tau"ucap ku sambil menjauhkan tangan abdi


"Aku hanya menyentuh apa yg jadi milik ku"ucap abdi manja


"Kamu ini, baru sehari menikah, sudah semuanya jadi milik mu"gerutu ku dengan memutar bola mata malas dan itu malah menjadi kan abdi semakin liar tangan nya menelusuri setiap inci tubuh, itu membuat ku berpikir gimana cara mengehenti kan aksi abdi, setelah beberapa detik ku berpikir, aku tau bagaimana cara menghentikan nya.


"Sayang, aku ingin pulang kampung ku, "ucap ku ragu2, itu berhasil menghentikan aksi abdi dan langsung menatap ku, untuk mencari kepastian nya


"Kenapa kamu ingin pulang kampung yang"tanya abdi lembut sambil menatap ku dengan senyuman nya


"Aku hanya ingin berkunjung ke makam ayah, dan juga kangen suasana kampung aja"ucap ku menatap langit2 kamar


"Tapi yang, rumah ku kecil, pasti kamu tidak aksb nyaman di sana nanti,"ucap ku ragu2 karna rumah ku sangat sederhana ngk mungkin abdi akan tidur di sana nanti nya, apalagi abdi biasa dengan fasilitas mewah seperti ini


"Tidak masalah, yg penting bisa berdua dengan mu"ucap abdi tidak mau kalah


"Kenapa kamu jadi bucin sih "ucap ku menatap abdi dengan tangan tanya


"Hahah, aku tuh bucin cuman sama kamu aja yang, selama ini aku tidak pernah mengangap wanita ada di samping ku"ucap abdi tersenyum


"Ya ya, yg terlalu tampan"ucap ku menyindir abdi


"iya donk , jadi kamu harus bersyukur punya suami yg tampan ini"ucap abdi dengan gaya narsis nya


"Aku selalu bersyukur dengan apa yg ku punya "ucap ku lembut sambil tersenyum


"aku juga sayang "ucap abdi


"terima kasih ya, kamu sudah izinkan aku buat pulang kampung "ucap ku tulus


"Tidak gratis sayang, kamu harus bayar "ucap abdi dengan senyum licik nya


"Bayar pake apa, duit aja ngk ada, gimana mau bayar"ucap ku cepat


"Aku ngk butuh duit mu sayang, aku hanya mau tubuh mu, jadi siap2 la nanti malam"ucap abdi dengan mesum nya, ntah sejak kapan abdi jadi mesum kayak gini, aku ngk habis pikir dia mesum gini, habis la aku, punya lakik mesum, bisa remuk aku nya


"Dasar mesum, "ucap ku sambil beranjak pergi ke luar kamar, untuk memasak makan siang


"Kamu mau kemana? "Tanya abdi melihat ku keluar


"Mau masak, aku lapar "ucap ku sambil berjalan keluar


"Ok aku bantu ya sayang "ucap abdi mengikuti ku dari belakang menuju dapur


Mohon dukungan dan saran nya kakak semua, biar aku semangat buat nulis nya,🙏😍😍😊


Dan terima kasih sudah mampir ke karya aku, 😊🙏🙏😍