
Seketika terjadi keheningan di ruangan itu, semua nya kaget melihat permintaan ku, aku yg melihat itu langsung menunduk kepala sedih,papi yg melihat itu berusaha mencairkan suasana, supaya aku tidak sedih dan di dalam ruangan itu tidak tegang
"Baik lah sayang, apapun untuk putri dan calon cucu2 opa,, opa akan melakukan semua dengan senang hati"ucap papi dengan senyum manis nya
"Hahahah, ini tidak di ragu kan lagi anak nya abdi, dari mami hamil abdi, dia sering buat papi nya melakukan apapun untuk mami, sekarang anak nya juga begitu, anak sama ayah nya tidak jauh beda"ucap mami tertawa dan juga mengingat waktu dia hamil abdi
"Memang benar seperti itu mam? "Tanya ku atusias
"Benar nak, kalau kamu tahu cerita nya, pasti tidak akan percaya, saat melihat abdi sekarang "ucap mami menatap ku
"Ah mami jangan seperti itu, malu aku sama istri ku mam, sudah lah mam, mami sudah mau punya cucu tapi masih goda aku mam, "ucap abdi kesal, dan jangan lupa wajah dingin nya berubah menjadi seperti anak kecil yg mainan nya di ambil orang lain, sangat2 cemberut
"Tapi memang benar nak, nanti kalau keluar kamu dari rumah sakit mami dengan senang hati menceritakan kepada mu nak "ucap mami menjadi2 mengoda tampa memperdulikan tatapan kesal dari abdi, mami tetap saja mengoda nya, karna dia tahu anak nya itu tidak bisa marah sama dia.
"Baik lah mami aku tunggu "ucap ku senang
"Cepat la papi beli in, aku tunggu 20 menit harus kembali kesini, aku tidak mau tahu, mami juga sana temanin papi, aku mau peluk suami ku"ucap ku memelas seperti anak kecil, ntah dari mana keberanian itu datang kepada ku, memerintah kan kedua orang tua abdi, aku tidak mau jauh2 dari abdi, kan jadi tidak adil buat papi sama mami, sedangkan abdi tersenyum penuh kemenangan kepada orang tua nya,
"Baik lah sayang papi dan mami akan mencari kan nya untuk mu, kamu tunggu ya, 20 menit lagi papi akab sampai sayang "ucap papi pasti
"No, pi bukan mau ku tapi aku juga heran kepengen seperti itu pi, maafkan aku papi, merepotin papi dan mami"ucap ku dengan wajah sedih
"Tidak ada di repotin sayang, apapun itu akan papi dan mami lakukan, kami berdua masih kuat sayang "ucap papi semangat
"Terima kasih pi, mi"ucap ku dengan senyum manis ku
"Iya, hati2 pi, mi, waalaikumsalam "ucap ku dan abdi barengan
Setelah mami dan papi pergi aku langsung menyuruh abdi berbaring di ranjang ku dan memeluk ku
"Kak, berbaring lah di sini terus peluk aku "ucap ku manja
"Baiklah dengan senang hati sayang "ucap abdi semangat, dan langsung membantu ku berbaring setelah itu dia naik ke atas ranjang, dan berbaring di samping ku memeluk ku, dengan sangat nyaman aku membenamkan wajah ku di dada bidang nya
"Kakak tidak boleh tidur, tapi kakak harus mengelus-elus kepala ku sampai mami dan papi kembali "ucap ku
"Baik lah sayang, apapun itu akan ku lakukan untuk anak dan istri tercinta ku"ucap abdi lembut sambil mengelus-elus pucuk kepala ku, dan itu berhasil membuat ku tersenyum-senyum sendiri tapi abdi tidak melihat nya karna wajah ku di dada bidang abdi
"Kak, "panggil ku
"Iya"ucap abdi
"Kakak sudah mempersiapkan nama untuk anak2 kita nanti"ucap ku
"Sudah, tapi nanti ketika kita sudah tahu jenis kelamin mereka baru kakak kasih tahu kamu ya sayang "ucap abdi lembut
"kenapa "ucap ku malas
"Tidak kenapa2 sayang ku, hanya saja itu akan menjadi kejutan untuk mu, memang kamu sudah ada nama buat anak kita "tanya abdi gemas melihat tingkah laku ku