
Sesampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar tampa bicara satu kata pun, begitu pun dengan ibu dan adik2 ku, abdi mengikuti ku dari belakang menuju kamar. Sesampai di kamar langsung masuk kamar mandi untuk bersih2.
Setelah selesai bersih2, aku langsung menuju kasur dan langsung rebahan, ku lirih abdi yg lagi duduk di kasur sambil bersender kepala, tampa bicara abdi pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersih2.
Selesai dia bersih2, dia langsung rebahan di samping ku, aku merasakan abdi memeluk ku dari belakang, aku hanya diam dan Pura2 tidur, abdi langsung mencium leher jenjang ku itu yg membuat ku geli tapi aku masih menahan nya
"Sayang, "ucap abdi yg masih mencium leher ku
"........ "Aku masih diam, karna aku tahu abdi akan menanyakan masalah yg terjadi tadi
"Sayang..... Aku tahu kamu belum tidur, jadi jangan diamin aku, aku tidak mau membahas masalah tadi, tapi temani aku berbincang2, "ucap abdi dengan manja nya dan masih dengan kegiatan nya itu, karna tidak tahan dengan kegelian nya aku langsung memegang tangan abdi yg di perut ku
"Hentikan abdi, aku geli"ucap ku sambil mengeliat
"Aku hanya ingin kamu menemanin ku sayang "ucap abdi dengan suara pelan dan manja nya
"Kamu itu yah, sekarang sudah malam, ayok tidur, aku sudah menggantuk sayang "ucap ku dengan masih posisi membelakangi abdi
"Aku belum ngantuk, aku hanya ingin kamu sayang "ucap abdi mengusap-usap perut ku
Ketika aku mendengarkan ucapan abdi aku langsung bergedik geri mendengarkan nya,tubuh ku menegang, aku tahu apa yg di maksud oleh abdi, tapi aku hanya Pura2 tidak tahu
"Apa maksud nya"ucap ku
"Sayang "panggil abdi lagi tampa mendengarkan pertanyaan ku
"Hmmm"deheman ku menjawab Panggilan abdi
"Kamu kenapa sih"ucap ku kaget dan menatap abdi heran
"Sayang aku hanya ingin, apapun yg terjadi jangan pernah tinggal kan aku, walaupun badai menerjang rumah tangga kita, apapun omongan orang jangan pernah kamu dengar kan, aku hanya ingin menua nya bersama mu, merawat anak2 kita kelak, membangun keluarga yg bahagia "ucap abdi menatap ku dengan serius, aku pun langsung menatap bola mata abdi mencari kebohongan yg iya omongan tapi tidak ketemu kebohongan di sana
"Iya, aku tidak akan pernah meninggal kamu, apapun yg terjadi, aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidup, apapun itu pasti kita bisa melewat kan nya, jika sama2 mendukung satu sama yg lain, kamu juga harus berjanji untuk tidak pernah meninggal ku"ucap ku menatap abdi dengan serius dan juga senyum ku
Cupp
Abdi langsung mencium sekilas bibir ku dan menatap ku dengan lembut
"Sayang, aku tidak akan pernah meninggal mu, aku sangat beruntung mendapatkan mu sayang, kamu, mami serta ibu, hanya kalian wanita dalam hidup ku, tidak akan ada yg lain sayang "ucap abdi lagi
"Terima kasih, kamu selalu perhatian sama ku, kamu memberikan semua nya terhadap ku, apa yg belum pernah aku dapat dari dulu "ucap ku tulus menatap lembut abdi
"Apa pun buat mu sayang, tapi itu tidak gratis sayang "ucap abdi dengan senyum mesum nya
"Jadi itu semua kamu berikan kepada ku tidak iklhas "ucap ku menatap abdi heran
"Iklhas kok sayang, tapi kamu harus bayar nya sayang "ucap abdi lagi
"Dengan apa aku harus membayar nya, sedangkan semua uang nya dari kamu"gerutu ku dengan cemberut
"Melayani ku"ucap abdi dan langsung menindih tubuh ku,
Sehingga malam itu terjadi malam panjang bagi kami berdua, dengan menyalur kan hasrat kami dengan penuh kasih sayang.