
Setelah beberapa saat di dalam ruangan itu hening, mereka sibuk dengan pikiran masing2, ntah apa yg mereka pikirkan, aku juga ngk tahu.
Karna ku rasa puas dengan tidur ku dan pengaruh obat nya sudah hilang, aku mulai membuka mata secara perlahan2, dan melihat sekeliling ku, kamar yg begitu asing bagi ku, kamar yg berwarna putih, aku tahu pasti di rumah sakit, jadi aku hanya diam dan sesaat aku melihat laki2 yg selalu ada di samping ku saat menutup mata, dan juga saat membuka mata, bahkan hampir setiap aku melihat hal yg pertama ku lihat adalah dia, ya dia suami ku, sekarang aku sudah mencintai nya, bahkan aku juga tidak tahu kapan rasa itu tumbuh, setelah puas menatap nya aku mulai memengang kepala ku
"Aduh....kepala ku pusing sekali.... "Ucap ku lirih sambil berusaha untuk duduk
"Kamu sudah sadar sayang "ucap abdi dengan sigap menatap ku dan membantu ku duduk serta memberi kan bantal sebagai penyangal di belakang ku
"Aku mau minum "ucap ku dengan segerah abdi mengambil kan minuman untuk ku,
"Minum la sayang... "Ucap abdi menyodorkan gelas yg tangan nya dengan segerah aku langsung minum dan langsung menghabiskan nya
"Ini"ucap ku sambil menyerah kan gelas yg sudah habis dengan segerah abdi mengambil dan meletakan di atas nakas samping ku
"Kamu haus sekali ya sayang "ucap abdi lembut sambil tersenyum dan mencium kening ku, ku balas dengan senyum
"Aku mau makan sop iga sapi "ucap ku menatap memelas kepada abdi, aku juga belum menyadari kedua orang tua abdi ada di ruang itu
"Baik la aku akan menyuruh asisten ku untuk membeli kan untuk kamu sayang "ucap abdi cepat sambil mengeluarkan benda pipih nya dari kantong celana nya, dan segerah menghubungi asisten nya, setelah itu dia langsung duduk di samping ranjang ku dan memeluk ku
"Apa sudah selesai "ucap ku
"Sudah, sebentar lagi herri akan datang sayang "ucap abdi lembut
"Biarkan seperti ini dulu "ucap ku lirih sambil mencari tempat nyaman di dada bidang abdi, sedangkan kedua orang tua abdi yg ingin mendekat jadi di urung kan niat nya untuk mendekati, melihat kemesraan ki dan mereka merasa tidak di ada di antara kami di dalam ruangan itu, abdi dengan senang menerima aku saat aku meletakan kepala ku di dada bidang nya.
"Sayang "ucap abdi sambil mengelus-elus kepala ku
"Mmmm"ucap ku
"Sayang di sini ada buah hati kita"ucap abdi lembut dan langsung mengelus-elus perut ku dengan sayang
"Maksudnya apa"ucap ku menongak kan kepala menatap abdi sambil mengeryit kan kening ku
"Iya, kita akan menjadi orang tua sayang, kamu lagi hamil anak kita"ucap abdi lembut dengan mata berbinar2
"Benaran kah"ucap ku menatap manik mata abdi mencari kebohongan nya
"Iya sayang "ucap abdi cepat dan juga angukan kepalah nya, aku yg melihat abdi tidak berbohong, dan juga sangat antusias, jadi terharu dan menitikan air mata bahagia ku
"Kamu jangan nangis sayang "ucap abdi sambil menghapus air mata ku dengan lembut dan mencium kening ku dengan kasih sayang
"Aku tidak menyangka sayang, aku sangat bahagia, aku akan menjadi seorang ibu, aku sangat2 senang sayang "ucap ku sambil mempererat pelukan ku, abdi yg mendengar kan aku memanggil sayang jadi membatu, baru kali ini aku memanggil dia sayang, untuk selama ini, dia juga tidak menyangka aku akan menerima itu semua , abdi menyangka aku Menangis karna tidak mau menerima anak kami,