My brave little girl

My brave little girl
Part 32.



 


Saat sampai di tempat acara kami berjalan di karpet merah, (kayak princess aja hehe) semua mata tertujuh ppada kami terutama aku, mereka pada takjuk melihat kecantikan ku, sudah ku bilang pasti mereka tidak bisa pangling dari ku, pasti ke bawah mimpi tu, termasuk abdi yg duduk di depan penghulu dia melihat kearah ku berjalan, dia diam mematung melihat ku,


 


"Tidak salah aku memilih mu kelinci kecil ku, kamu sangat cantik, pasti banyak yg iri pada ku mendapatkan mu, setelah ini aku ingin mengurung mu dirumah biar tidaka da yg merebut kamu dari ku dan tambah gugup aku lihat dia, jantung ku sangat deg-deg mau keluar rasanya "guman abdi dalam hati menatap takjuk pada ku


"Duh aku tau aku cantik, tapi kenapa semua nya pada lihat aku sih, makin gugup aku jadi nya, tambah lagi badak bercula satu melihat ku seperti mau masuk lalat kedalam mulut nya hehe "guman ku dalam hati


Sesampai di sana aku di duduk kan di samping abdi, didepan penghulu, setelah itu penghulu melangsungkan untuk acara ijab qolbul nya


"Saya terima nikah dan kawinnya NAZIRAH ALIA PUTRI BINTI RIVHAL SEPTIAN dengan mas kawin tersebut di bayar tunai". Ucap abdi dengan satu tarik nafas, setelah itu ikuti dengan do'a dan nasehat2 pak penghulu serta menandatanganin surat2 yg bersankutan, selesai itu di kami di suruh mencium kening ku dan tangan abdi


"Silakan untuk memasangkan cincin nya dan setelah itu, Untuk penganti perempuan mencium tangan suami nya dan pengantin pria mencium kening perempuan "ucap pak penghulu dan langsung kami turut ti


Setelah semua proses kami jalanin dengan hikhma dan penuh rasa haru, dan kami juga tidak mau melakukan kesalahan di hari bahagia kami, selesai dengan acara akad kami berdua kembali ke kamar hotel untuk istirahat karna nantik sore sampai malam akan ada acara resepsi nya lagi.


Sampai di kamar aku langsung rebahan, karna lelah bukan lelah bekerja tapi lelah deg-deg dan gugup nya


"Enakkkk nya, bobok cantik dulu ah, biar nantik malam srong hehe "ucap ku langsung berbaring dan tidak menganti gaun pengantin ku


"Sudah tadi, oh yah gimana rasanya tadi kak"ucap ku menatap abdi


"Kok manggil kakak, panggil sayang donk"ucap abdi protes


"Hahah, iya ya sayang, jadi? "ucap ku sambil tertawa


"duh tadi tu aku sangat gugup yang"ucap abdi serius "sini tangan mu "sambil membawah tangan ku ke dada kiri nya"rasa kan, masih deg-deg an, tapi allhamdulillah ngk sia-sia aku semalam jungkir balik untuk menghafal nya, jadi aku ngk salah sedikit pun"ucap abdi bangga


"Yang, aku ngk sangka bisa menikah dengan mu, selama ini aku juga belum ada kepikiran untuk nikah muda, tapi kamu haru berjanji ini kamu setia sama ku, aku ingin menikah satu kali seumur hidup "ucap ku serius menatap abdi dan mengengam eray tangan nya


"Iya sayang aku juga ngk sangka bisa menikah dengan mu, aku akan setia sama kamu, dan aku juga akan menikah satu kali seumur hidup, hanya dengan mi sayang "ucap abdi serius sambil menatap ku dan mencium tangan ku


"Terima kasih"ucap ku tulus


"Ayok kita makan siang, habis tu sholat baru istirahat, untuk stamina nantik yang"ucap abdi sambil duduk di samping kasur


Setelah itu kami langsung membersihkan diri dan sholat berjama'a, selesai sholat kami langsung makan siang, dengan tenang, selesai itu kami langsung istirahat sampai sore.