My brave little girl

My brave little girl
Part 63.



"Istri ku tidak apa2 mam, hanya saja mami dan papi akan menjadi nenek dan kakek"ucap abdi dengan senyum manis yg tidak pudar dari wajah tampan nya


"Apa, mami ngk salah dengar kan nak"teriak mami, kaget dan juga bahagia dan di balas angukan kepalah oleh abdi


"Allhamdulillah yaallah, akhirnya kita akan menjadi nenek dan kakek pi, mami ngk sabar pi,"ucap mami bersyukur dengan mata berbinar2 dan langsung menghampiri ku yg masih belum bangun dari tidur nyenyak ku


"Terima kasih sayang, mami, papi, dan abdi akan menjaga kalian berdua, sehat2 ya cucu nenek, dan kakek, jangan nakal jaga mommy ya"ucap mami tulus sambil mencium kening ku serta perut ku yg masih rata, tampa rasa sungkan, begitu pun dengan papi abdi


"Kamu jaga, putri serta cucu, mami dan papi ya nak, jangan buat dia sedih, dan kalian berdua harus pindah kerumah utama untuk memastikan keselamatan untuk putri serta cucu mami ya nak, karna karna kandungan alia masih lemah, serta di tambah usia nya masih sangat muda, jadi kita tidak boleh mengambil resiko nak"ucap mami tulus, karna memang mereka sudah mengangap aku sebagai putri nya, dari dulu mereka menginginkan seorang putri, tapi karna saat melahirkan abdi mami mengalami sesuatu, sehingga dia tidak bisa hamil lagi, jadi hanya abdi anak semata wayang nya, tapi saat kehadiran ku, mereka sangat bahagia, mereka selalu memanjakan ku, bahkan mereka sampai lupa, anak kandung mereka, aku atau abdi, tapi abdi tidak pernah mengambil pusing asalkan orng yg dia sayang bahagia dia akan melakukan apapun. Dia pun tidak pernah iri sama ku, malahan dia mendukung alia, dia juga senang orng tua nya menerima alia dengan senang hati tampa memperdulikan status alia, memang abdi tidak pernah dekat sama perempuan mana pun, tapi saat dekat dia langsung menikah dengan nya, satu point plus untuk abdi, memang suami idaman, di tambah dia juga sangat romantis, walaupun aku belum pernah mengucapkan kata cinta sama abdi, aku juga belum mencintai abdi, tapi aku sudah berusaha menjadi istri yg baik untuk abdi, ntah kenapa susah sekali aku untuk mencintai seseorang,sedangkan aku juga belum pernah mencintai ataupun mengenal cinta saat sekolah, karna aku mengahabiskan waktu ku belajar serta membantu ibu ku.


Setelah selesai dengan acara peluk2 nya dan haru2 nya, papi dan mami duduk di sofa yg di sedia kan, sedangkan abdi masih setia duduk di kursi di samping ku, menatap ku dengan penuh cinta, mengengam tangan ku, serta sekali2 mencium pungung tangan ku dan juga perut ku, senyum di wajah nya juga tidak luntur.