
Setelah membersihkan diri, aku menuju dapur untuk membuat kan makan malam, aku mengeryit kan alis ku, melihat dapur nya berbeda dan juga pelayan nya juga tidak sama seperti pagi tadi
"Apa badak bercula satu itu sudah menganti dapur nya, dan dia juga pelayan nya, ah kenapa ini berubah yah, astagfirullah ini kan rumah mami nya pak abdi, aduh pantasan berubah, ah sudahla mendingan masak, dari kayak orang bodoh "guman ku dalam hati sambil melihat2 sekeliling ruangan itu,
Aku langsung mengambil ahli untuk memasak dan menyuruh pelayan mengerjakan perkerjaan lain.
Di sisi lain pak abdi yg telah selesai membersihkan diri dia kembali keluar dari kamar nya dan berniat mau mengambil minum, saat sampai di dapur pak abdi melihat ku yg dengan lihai nya memainkan alat-alat dapur, pak abdi yg melihat seperti itu hanya bisa menelan ludah nya, karna dia melihat ku sangat sexy dengan memakai pakaian rumahan dan di paduhkan dengan hijab yg simple, itu yg membuat pak abdi menahan untuk memeluk ku
"Aduh kenapa dia sexy sekalih ah pengen memeluk nya, dia tampak lihai dalam hal memasak, aduh memang istri idaman " guman abdi menatap kagum pada ku
"Astagfirullah, kau mengagetkan ku saja" ucap ku mengelus-elus dada saat berbalik badan dan melihat pak abdi berdiri dengan tangan masuk kedalam saku celana nya, itu juga membuat pak abdi sadar dari lamunan nya
"Aduh, kamu kira aku hantu" ucap pam abdi cemberut
"Lebih menyeramkan dari hantu" ucap ku
"Masak iya setampan ini kamu bilang menyeramkan "ucap pak Abdi mendekat kan wajah nya dengan gaya narsis nya
" dah ah sana, aku mau masak nantik gosong masakan saya" ucap ku mendorong pak abdi mundur
" kamu tidak mau saya bantu" ucap paka abdi dengan senyum yg tidak bisa di artikan
"Uda ah, jangan ngangu saya tidak butuh bantuan bapak,mendingan bapak duduk tenang di sana, atau ngomong sama tembok tu" ucap ku sambil melanjutkan memasak
"Ah kamu ini," ucap pak abdi kesal dan berlalu duduk di meja makan
" selesai " ucap ku sambil tersenyum
" ayok kita makan sayang" ucap mami ira
"Iya mam"ucap ku sambil duduk di sebelah pak abdi
"Jadi kamu yg masak semua ini nak " tanya papi angga
"Iya, mudah2an kalian semua suka"ucap ku ragu2 takut mereka tidak suka dengan masakan ku
Setelah itu aku mengambil kan nasi dan lauk nya kepiring pak abdi (seperti istri baik aja hehe) dan juga piring ku dan juga mami mengambil kan untuk papi dan piring nya juga, selesai itu kami langsung memakan tapi aku melihat mereka yg sendang menyuapkan suapan pertama ke dalam mulut mereka dan mengunyanya
"Ini sangat enak nak, kamu jago memasak nak"ucap mami ira dengan mata berbinar2 kayak mendapatkan hadiah istimewah aja
"Iya ini enak nak"ucap papi angga
"Terima kasih, kalian suka masakan ku"ucap ku senang dan juga tersenyum
"Tentu nak, pasti abdi akan bentah dirumah kalau masakan mu enek seperti ini, mungkin dia akan lupa kebiasaan dia makan dia luar" sindir mami ira pada abdi, dan yg di sindir hanya santai mengunya dan menikmati makanannya, dan aku hanya tersenyum
Setelah itu kami menikmati makanan yg ada di piring masing2 dengan diam dan damai tidak ada percakapan antara kami, hanya terdengar suara sendok dan garpu yg beradu di piring kami.