
Sekarang kami sudah sampai di rumah, walaupun tadi di jalan sempat terjadi perdebatan antara aku dan abdi, abdi melarang aku membeli sate di tepi jalan dan memakan nya di sana, sedangkan aku bersikekeh untuk beli dan makan di sana, sekuat apapun abdi melarang ku, tetap juga dia mengalah, bukan kalah, karna dia tidak mau lihat aku sedih, jadi mau tidak mau dia menuruti kemauan ku,dan juga si calon si buah hati kami, dia juga menemani aku makan di sana, dengan paksaan ku dia juga mau makan di sana, begitu juga orang tua abdi, juga ikut makan dengan kami di sana, saat di sana pun orang2 heboh lihat kedatangan orang terkaya di kota ini, mau makan di tepi jalan, ada yg memuji ada juga yg iri terhadap ku yg begitu di perhatian oleh abdi
"Wah itu pengusaha muda, tampan sekali "
"Mau la jadi istri kedua nya"
Ah berungtung nya wanita itu mendapatkan pria tampan, romantis, perhatian lagi, aku juga mau "
"Ah apa cantik nya wanita itu, sampai tuan abdi mau sama dia, mendingan aku lagi "
"Ihsk tidak ada yg menarik sama wanita itu, kenapa tuan abdi mau ya"
Ahhhh banyak lagi ocehan dari mereka, aku aja yg mendengar kan nya jadi malas sendiri, mumpung mood ku lagi baik, kalau tidak mereka semua sudah Masuk rumah sakit gara2 ku tabok tu. tapi tidak untuk abdi dan orang tua nya, yg begitu geram mendengarkan ocehan mereka , dengan segerah abdi menelpon asisten herri, untuk membereskan itu semua, aku tidak perduli, yg penting sekarang aku sudah dapat apa yg aku ingin kan , Jadi ma bodoh amat.
Kembali lagi sekarang aku sudah berada di kamar ku dan abdi, aku sangat merindukan kamar ini, baru beberapa hari aku tidak tidur di sini sudah buat kangen aja, dasar kasur selalu saja mengoda aku untuk selalu nyaman di dekat mu, haha dasar sama kasur aja aku rindu apalagi sama kamu hehe., dengan segerah aku berlari ke kasur dan menghepas kan badan ku di sana, dan langsung mencari tempat nyaman untuk menikmati empuk nya kasur ini, abdi yg melihat ku langsung komentar
"Sayang, kamu jangan seperti itu, nanti terjatuh, tidak ada yg akan mengambil tempat tidur mu itu, hanya kita berdua yg tidur di sana, jadi jangan seperti itu"ucap abdi menasehati ku
"Hehe, aku terlalu rindu tidur di sini, dia selalu buat aku nyaman, ahhk rasa nya malas bergerak dari sini, saking nyaman nya hehe"ucap ku cegegesan menangapi nasehat suami ku, ah suami, tapi benar kan bahkan sekarang dia mau menjadi ayah dari anak ku
"Kamu ini yah, ya sudah sekarang mandi dulu baru tidur, nanti makan malam nya biar di bawa ke kamar aja "ucap abdi lagi sambil geleng2 kepala melihat tingkah laku ku seperti anak kecil
"Aku malas sayang, aku hanya ingin seperti ini"rengek an ku
"Sayang tidak boleh seperti itu, sekarang mandi yah, kamu sudah bau, dari pagi belum mandi, pagi tadi pun malas mandi, sekarang juga malas, "ucap abdi lembut dan sudah duduk di kasur dekat ku sambil mengelus-elus perut ku
"Bukan begitu maksud ku, kalau kamu tidak mandi, pasti kamu gerah kan, ayok sekarang mandi ya sayang "rayu abdi dengan selembut mungkin supaya tidak menyingung ku, abdi gemas lihat aku seperti itu
"Baiklah tapi..... "Ucap ku mengantung perkataan ku
"Tapi apa sayang "ucap abdi
"Mandiin ya"ucap ku dengan wajah yg di buat begitu imut nya, dan mata di kedip2 an
"Ah dasar, baiklah aku mandiin, tapi aku tidak janji kalau tidak terjadi hal yg aku inginkan nanti nya"goda abdi dengan senyum mesum nya, siapa juga yg tidak tergoda saat melihat pemandangan indah istri nya di depan mata, halal lagi, apalagi abdi pria dewasa, dan abdi juga sudah berpuasa beberapa hari ini
"Ihhh kamu ini, aku hanya ingin kamu mandiin bukan melakukan hal yg kamu inginkan, "ucap ku kesal
"Tapi aku tidak bisa menahan nya saat melihat tubuh indah dan sexi mu sayang "ucap abdi berbisik di telinga ku dengan nada mesum nya
"Dasar kamu, aku kan lagi hamil, mana bisa melakukan itu"ucap ku
"Bisa kata dokter, tapi pelan2 dan lembut "ucap abdi yg tidak mau mengalah
"Kalau begitu aku tidak jadi mandi "ucap ku finish sambil menarik selimut menutupi semua tubuh ku
"Jangan gitu donk"ucap abdi
"Sana aku mau tidur, jangan ngangu ok! "Ucap ku