My brave little girl

My brave little girl
Part 19.



Tidak terasa jam sudah menunjukan makan siang dengan segerah pak andi bangkit dan mengajak ku pergi untuk menemui rekan bisnis nya


"Al ayok, bawa semua berkas2 yg di perluh kan nanti " ucap pak abdi sambil berdiri meraih jas yg ada di sandaran kursi dan memakai nya


" hemmm" ucap ku dan ikut berdiri mengikuti langkah kaki pak abdi


Setelah itu kami langsung keluar ruangan dan masuk lift, di dalam lift pun aku hanya diam, aku malas bicara sama pak abdi, sampai pintu lift terbuka pun, kami masih tetap diam, sampai kami menuju pakiran, seperti biasa pak abdi membuka kan pintu mobil untuk ku dan habis itu dia langsung masuk kedalam mobil di kursi kemudi.


20 perjalanan menuju restoran pun aku diam, tidak ada mengeluarkan kata2 ku, pak abdi yg bingun pun akhirnya bicara, yg biasa nya kau cerewet sekarang berubah jadi pendiam, jadi tanda tanya sama pak abdi


" alia, kamu sehat" ucap pak abdi khawatir


" hemm" jawab ku dengan deheman


"Dari tadi kamu cuman jawab ku dengan deheman aja " ucap pak abdi mulai emosi dan ku balas dengan senyuman terpaksa ku


"Sekarang sudah sampai, ayok turun" ucap pak abdi yg ngk mau melanjutkan perkataan nya


Tampa ku jawab langsung aja aku keluar dari mobil dan langsung mengikuti pak abdi dari belakang masuk ke restoran jepang


Sampai di sana rekan bisnis pak abdi belum sampai, jadi pak abdi langsung ke ruangan VVIP yg sudah dia pesan sebelum nya, aku duduk di samping pak abdi. Setelah menunggu 5 menit rekan bisnis pak abdi sampai dan langsung berjabat tangan


" maaf kami terlambat " ucap pak bima rekan bisnis pak abdi sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman


"Tidak apa2 kami juga baru sampai, silakan duduk "ucap pak abdi membalas uluran tangan nya dan mempersilakan rekan bisnis nya duduk


" perkenalkan ini sekretaris saya" ucap pak abdi memperkenal kan ku


" hallo, perkenalkan saya ALIA, sekretaris baru pak abdi " ucap ku sopan dengan tangan di di takupkan di depan dada


"Iya senang bertemu dengan anda " ucap ku tersenyum


"Ayok kita langsung saja membahas masalah kerja sama kita" ucap pak bima dan kami balas angukan kepala oleh pak abdi dan aku


Setelah 1 jam kami membahas dan menjelaskan semua tentang proses kerjanya serta segalah hal yg menyankut tentang proyek yg akan di kerja kan, aku dengan sabar nya menghadapi rekan bisnis pak abdi yg banyak pertanyaan, sampai akhirnya dia menyetujui kerja sama dengan perusahaan kami,


" baik la kami setuju dengan semua ini, dan kami puas dengan presentasi sekretaris anda pak abdi" ucap rekan bisnis pak abdi


"Iya, sekarang berikan kontrak kerja nya al" ucap pak abdi


" ini " ucap ku dengan menyodorkan kertas kontrak kerja kepada rekan bisnis pak abdi


"Kamu pintar sekalih, ngk salah pak abdi memilih mu sebagai sekretaris, dari wajah kamu masih sangat muda" ucap pak bima sambil menandatangan kan kontrak kerja itu


"Terima kasih, iya saya masih muda " ucap ku


" berapa umur mu" ucap pak bima dengan menyodorkan kertas kontrak kerja tadi kembali kepada ku


"17" ucap ku singkat sambil mengambil kertas2 itu dan merapikan nya


" wow... Anda masih sangat muda, tapi sudah berpengalaman dalam bidang ini, anda sangat cerdas " ucap nya takjuk dengan ku


" terima kasih, " ucap ku tersenyum


" mari kita makan siang dulu " ucap pak abdi dingin karna rekan nya itu tidak berhenti2 nya bertanya


"Baiklah" ucap nya sambil memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman, karna memang cacing di perut sudah memberontak mintak jatah hehe