
Setelah 2 jam akhirnya film pun selesai, aku keluar dengan masih di gandeng pak abdi, karena masih ada rasa takutnya. Setelah sampai di luar, abdi mengajak aku makan malam, karena sekarang sudah menunjukan pukul setengah 10 malam.
"Ayok kita makan malam dulu" ucap abdi dan ku balas dengan angukan kepalah
Setelah itu kami berjalan menuju restoran yang ada di dalam mall itu. Sesampai di restoran kami langsung memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan kami, aku masih mengatur nafas ku dan pak abdi sibuk dengan hp nya. Setelah ku rasa nafas ku beraturan aku memulai bicara
"Pak"ucap ku
"Hmmm"jawab pak abdi dengan masih sibuk dengan benda pipih nya itu dan tampa menoleh ke arah ku
"Nanti aku balek ke kos ya " ucap ku ragu-ragu
" kenapa? "Ucap pak abdi mengeryit kan alis nya dan menatap ku
"Aku gak mau merepot kan mu" ucap ku
" ngk ada yang di repotkan sekarang, kamu kan calon istri ku jadi jangan seperti itu" ucap pak abdi lembut dan ku balas dengan senyuman, aku iya in aja biar gak panjang debat nya yang ujung-ujung aku kalah juga.
Setelah itu tidak ada bicara lagi, pesanan kami pun datan. Aku memakan dengan lahap nya, tampa memperdulikan tatapan aneh pak abdi, yang memperhatikan aku makan tidak ada malu-malu nya, seperti perempuan pada umumnya yang terlihat anggun ketika makan dengan seorang laki-laki apalagi laki-laki itu pujaan hati pula.
"Kamu berbeda dari yang lain"ucap pak abdi dalam hati sambil geleng-geleng kepala lihat ku sedang makan
"Kenyan "ucap ku sambil mengelus-elus perut rata ku
"Mau tambah lagi? "Ucap pak abdi
"gakk, dah kenyan "ucap ku
Dan pak abdi melanjutkan memakan makananya yang masih tersisa setengah piring lag.
Selesai makan, kami langsung menuju toko perhiasan dan membeli cincin .
setelah itu kami memutuskan untuk pulang, dalam perjalanan pulang aku memutuskan untuk tidur, karena lelah dan juga gak tidur siang.
Setelah itu dia juga kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan juga mengikutin ke alam mimpi hingga pagi.
***
Pagi hari nya seperti biasa aku melakukan rutinitas pagi ku. Selesai itu aku langsung kedapur untuk memasak sarapan disana juga sudah ada pelayan yang mengerjakan tugas mereka masing-masing, ku ambil ahli perkerjaan memasak dan ku suruh mereka melakukan perkerjaan lainya.
Setelah 45 menit aku sudah selesai dalam tugas memasak ku dengan 3 men.
Setelah itu aku langsung kekamar untuk membersihkan dir. selesai aku langsung menuju meja makan, disana belum ada pak abdi, aku memutuskan untuk melihat dia di kamar.
Tok tok tok tok
"Pak sudah siap belum, ayok kita sarapan "panggil ku dari luar
"Masuklah " sahut pak abdi dari dalam
Ceklek
Ku buka handel pintu dan langsung masuk kedalam, ku lihat pak abdi lagi memakai dasi nya
"Mau di bantu tidak"ucap ku
"Boleh "ucap nya
Aku langsung mendekat ke arah pak abdi dan membantu dia memakai dasi dengan lembut.
"Duh bibir yang tipis, wajah yang hanya di poles dengan bedak tabur, tampa memakai lipstik, mata nya yang indah , hidung yang mancung, ingin sekali ku mencium nya tapi dosa, duh jantung ku berdebar- debar seperti ini, jadi gak kuat aku menahan kalau dekat dia" guman pak abdi sambil memperhatikan wajah ku
" sudah rapi, ayok kita turun sarapan" ucap ku sambil jalan berlalu keluar dari kamar pak abdi.