
Malam hari nya, setelah selesai makan malam kami semua pergi ke hotel tempat acara berlangsung, karna acara akad akan di laksanakan pagi dan sore sampai malam harinya resepsi. Semua keluarga sudah beristirahat, aku menepati kamar hotel sebelah keluarga ku, ya karna tadi sore keluarga ku datang dari kampung dan langsung di bawah ke hotel untuk menginap, abdi juga berada di kamar dekat orang tua nya karna memang hotel keluarga abdi yg punya.
Seperti pengantin pada umumnya, aku tidak bisa tidur, aku sangat gugup karna aku menginginkan menikah satu kali seumur hidup, mata ku tidak bisa untuk di pejam kan, jam 1 malam baru aku bisa tidur, begitu juga dengan abdi yg merasa kan gugup untuk besok hari nya, dia sudah guling kanan, guling kiri sambil jungkir balik untuk mengahafalkan kertas yg berisi ucap ijap qolbul, sebentar hafal, sebentar hilang karna saking gugup nya dia, sampai jam 2 dini hari baru dia bisa tidur
---
Pagi hari nya setelah selesai sholat aku langsung membersihkan diri, dan langsung sarapan supaya tidak pingsan nantik nya, selesai itu, tepat nya jam 6 pagi datang 3 orang dari MUA untuk merias ku
Tok tok tok
"Iya, sebentar "ucap ku langsung membuka kan pintu
"Maaf nano, kami dari MUA di tugas kan untuk merias anda "ucap salah satu dari mereka setelah pintu di buka
"Iya, silakan masuk"ucap ku sambil membuka lebar pintu, setelah mereka masuk langsung ku kunci
"Apakah kami sudah boleh merias anda nona"tanya nya lagi
"Iya,"ucap ku sambil duduk di meja rias
Setelah itu mereka melakukan semua perkerjaan mereka dengan sangat berhati-hati.
sementara abdi selesai sholat shubuh dia langsung menghafal kata2 yg akan di ucap kan nya, sampai benar2 hafal, dia tidak mau melakukan kesalahan pas mengucapkan nya nantik, karna dia mau menikah sekali seumur hidup sama hal nya dengan alia, jam setengah 7 abdi sudah bersiap2 dengan stelan baju kemeja putih, jas hitam,senada dengan celana nya, peci hitam, jam tangan mahal nya yg senada, sepatu senada dengan jas dan celana pokoknya komplik deh, menambah ketampanan nya, ah siapa pun yg melihat nya, pasti akan terpesona dengan ketampanan nya,selesai itu abdi langsung menuju tempat akad di laksanakan yg di dampingi oleh papi tercinta dan mami nya.
Aku merasa bosan karna lama sekali mereka merias ku, dari ini dan itu, apalah namanya, aku ngk ngerti walaupun aku bosan tapi ku paksain untuk tersenyum. 1 setengah jam aku sudah selesai di rias dengan balutan gaun pengantin putih yg di di desain oleh desainer ternama, simple tapi kelihatan anggun dan mewah nya di padukan dengan hijab yg senada yg menambah kecantikan ku, riasan yg natural menambah keanggunan ku, siapa pun yg melihat pasti tidak bisa pangling dari ku hehe,
"Nona anda sangat cantik "ucap ina dengan takjuk nya
"Duh nona, kalau saya laki2 pasti saya akan mendapatkan anda duluan, duh sayangnya tidak"ucap dina dengan nada sedih dan kami balas dengan tertawa
"Terima kasih, atas pujian kalian, kalian juga cantik, "ucap ku dengan tersenyum tulus
Setelah itu datang ibu dan calon ibu mertua ku masuk kekamar untuk menjemput ku, karna jam sudah menunjukan 7:50 pagi yg mana 10 menit lagi acara akan di mulai.
"Sayang anak ibu kamu sangat cantik "ucap ibu sambil memeluk ku dan langsung kh balas
"Iya sayang kamu sangat cantik, abdi berungtung mendapatkan mu nak"ucap mami fitri sambil mengelus-elus pungung ku
"Terima kasih, bu, mam, aku juga berungtung mendapatkan kan kalian yg juga sangat cantik "ucap ku sambil melongarkan pelukan ku dan memeluk dua bidadari di depan ku.
"Sayang ingat pesan ibu ya nak dan saya titip anak saya yah bu fit"ucap ibu ku sedih sambil menetes air mata nya
"Saya akan menjaga nya, kamu tenang aja"ucap mami fitri lembut dan juga ikut menetes air mata haru nya
"Iya, bu, mam, sudah donk nangis nya, nantik kotor gaun ku, ah jadi hilang cantik ku, dan apalagi ingusnya menempel, ah jadi malu aku tuh"ucap ku dengan bercanda agar mereka tidak sedih padahal di hati ku, lagi deg-deg an sekali
"Iya iya sayang"ucap mereka melepaskan kan pelukan nya
"Ya sudah, ayok acara akan di mulai, kasihan abdi dan yg lain menunggu di luar, "ucap mami fitri
Setelah itu kami keluar kamar berjalan menuju tempat akad berlansung.