My brave little girl

My brave little girl
Part 60.



Menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan pun berganti bulan, sekarang pernikahan kami sudah memasuki 2 bulan lebih, kami melakukan aktifitas seperti biasa, keluarga kami pun masih harmonis, tidak ada yg nama nya pelakor(perebut laki orang) ataupun pebinor(perebut bini orang), aku berharap tidak ada sih, aku juga menjalan kan perkerjaan ku dengan sangat rapi dan teliti, sekarang kegiatan ku bertambah dengan kuliah yg ku jalan kan dengan online, abdi sangat mendukung ku untuk kuliah, begitu pun dengan kedua orang tua nya, tidak pernah melarang ku untuk kuliah, abdi juga begitu prosesif terhadap ku.


Hari ini, selesai dengan sarapan kami berdua langsung menuju kantor, perkerjaan sekarang tidak begitu banyak jadi bisa santai, hanya beberapa berkas yg aku kerjakan begitu juga dengan abdi.


Sesampai di kantor kami langsung menuju meja masing2 untuk melakukan perkerjaan kami, abdi nampak serius dengan pekerjaan nya, aku hanya bisa memperhatikan nya, ntah la akhir2 ini aku lebih suka bermanja2 dan juga memperhatikan wajah abdi, saat sedang asyik memperhatikan wajah nya abdi, abdi yg merasa di perhatikan langsung mengoda ku, dan memberhentikan perkerjaan nya


"Aku tahu aku tampan, tidak perlu melihat nya seperti itu, jika ingin dekat, kesini aja, biar lebih puas sayang "ucap abdi mengoda ku dengan senyum mesum nya


"Ah tidak aku hanya........ "Belum sempat aku melanjutkan ucapan ku, aku merasakan mual , langsung saja aku berlari menuju kamar mandi yg ada dalam ruangan itu,


Uwekk.... Uwekkk... Uwekk


Aku memuntah kan semua isi perut ku, ntah la, memang akhir2 ini aku lebih sering lelah, kadang mual2 ngk jelas, nafsu makan ku pun berkurang, tapi aku tidak pernah mengasih tahu abdi.


Abdi yg melihat ku berlari ke kamar mandi dan muntah2 langsung menyusul ku dan memijit2 tengkuk ku, meredahkan mual nya


"Aku tidak apa2, hanya masuk angin saja, sekarang sudah mendingan kok"ucap ku dengan tersenyum paksa, setelah aku rasa enak kan, abdi membantu ku untuk keluar dari kamar mandi menuju sofa yg ada di ruangan itu


"Duduk la, dan minum ini, biar aku panggil kan dokter untuk mu sayang "ucap abdi lembut


"Tidak usa panggil dokter, aku tidak apa2 kok, "ucap ku mengambil gelas yg berisi air yg di berikan kepada ku, dengan segerah aku meninum nya


Setelah selesai meminum air, aku merasakan mual lagi, dengan segerah aku berlari menuju kamar mandi untuk memuntah kan isi perut ku, tidak ada yg ku muntah kan, hanya cairan yg keluar dari perut ku, aku sangat lemas dengan muntah2 ngk jelas itu, abdi yg melihat ku seperti itu semakin khawatir melihat keaadaan ku,


Aku yg tidak kuat lagi, hanya bisa duduk di dalam kamar mandi,


"Sayang kenapa duduk di sana, ayok sekarang kerumah sakit, kamu harus segerah di periksa, takut terjadi2 apa2,ucap abdi yg melihat ku duduk di lantai,


Aku hanya mengeleng2 kepala, untuk menjawab pertanyaan abdi, rasanya tidak ada tenaga lagi, karna tidak sangup lagi, kepala ku pusing, pelihatan ku semakin buram, dan akhirnya aku tidak dapat melihat apa pun lagi, aku terkulai lemah dengan wajah yg pucat,