My brave little girl

My brave little girl
Part 39.



Sesampai di dapur aku tidak ada melihat pelayan yg biasa memasak di rumah ini, semua kosong, tadi pas pulang aku tidak memperhatikan sekeliling rumah, jadi rumah sekarang sepi mungkin hanya kami berdua dirumah ini


"Kenapa ngk ada pelayan "ucap ku sambil memperhatikan sekeliling


"Mereka semua aku kasih cuti untuk 2 hari ini, karna aku ngk ingin kita ada yg ngangu saat manja2 berdua dirumah ini"ucap abdi santai


"Jadi semua ide kamu, "ucap ku manggut-manggut ngerti


"Iya, bagus kan"ucap abdi santai sambil berjalan ke arah lemari pendingin dan mengambil minum dan langsung meminumnya


"Iya bagus, jadi kamu harus masak dan bersih2 rumah untuk 2 hari ini"ucap ku ingin menjahili abdi


"No, bukan aku tapi kita"teriak abdi tegas sambil meletakan kembali sisa minuman nya kedalam lemari pendingin


"Kenapa kita, kamu aja, kamu yg liburkan mereka "ucap ku ngk mau kalah


"Kita aja ya Saya, kamu ngk kasihan lihat suami tampan mu ini buat menyapu dan mengepel rumah, ya ya ya kita berdua ya"ucap abdi memelas dengan wajah imut nya dan itu membuat ku tertawa berbahak-bahak


"Hahahahha, kamu lucu sayang "ucap ku mengejek abdi


"Apa nya yg lucu"ucap abdi


"Wajah mu"ucap ku


"Jadi mau ya kita berdua aja yg kerjasamanya "ucap abdi tampa memperdulikan kan aku yg ketawa dengan kelakuannya, sekarang badak bercula satu sudah berubah jadi anak ayam yg mengemaskan


"Ya sudah, kalau aku capek kamu harus pijitin ku"ucap ku mengalah karna memang sudah lapar


"Ok, itu ma gampang sayang "ucap abdi mencuri cium di pipi ku


"Kamu ini"ucap ku geram


"Hahahh, terima kasih sayang "ucap abdi ketawa tampa rasa berdosa sama sekali


"Dasar, ayok masak, aku lapar ni"ucap ku sambil mengeluarkan bahan2 untuk ku buat makanan,


"Kamu mau masak apa sayang "ucap abdi memperhatikan ku mengeluarkan bahan2 untuk ku masak


"Wah, itu kesukaan ku sayang, kamu tau aja, sini aku bisa bantu apa sayang "ucap abdi semangat


"Kamu kupas bawang aja"ucap ku tampa melihat abdi karna ku sibuk dengan apa yg ku lakukan , tampa bertanya abdi langsung malakukan apa yg ku suruh, abdi juga dengan teliti nya melakukan apa yg ku perintah kan, tampa membantah, kalau dia tidak tahu baru dia bertanya, begitu la kami, melakukan nya dengan saling melengkapi


1 jam kami berperang dengan alat-alat dapur, kami pun selesai memasak, kami melakukan dengan canda tawa dan keinginan tau nya abdi tentang cara memasak, dia juga dengan cepat belajar memasak, bahkan dengan cara nya sendiri.


Setelah selesai memasak abdi membantu ku untuk menata di atas piring dan memindahkan nya ke meja makan, selesai itu aku hendak membersihkan dapur, tapi pas di lihat dapur seperti kapal pecah


"Astagfirullah, "teriak ku kaget melihat dapur yg berantakan, kayak mak-mak habis berantam sama tetangga


"Kenapa sayang "ucap abdi setengah berlari melihat ku dengan wajah khawatir nya


"Kamu apain dapur bisa seperti ini sih"ucap ku dengab wajah frustasi


"Heheh, kan kita berdua yg kerja sayang "ucap abdi cegegesan tampa ada dosan dan malah menuduh ku


"Ah iya iya, sekarang ayok kita bersihkan "ucap ku memulai untuk membersihkan semua nya dan di bantu abdi


Selesai itu kami langsung makan siang berdua, karna memang cacing dalam perut sudah demo, kami makan dengan diam, sampai selesai makan


"Kamu memang terhebat sayang, masakan mu enak bangat "ucap abdi memuji ku setelah selesai makan


"Iya donk, istri siapa dulu "ucap ku bangga


"Istri aku donk"ucap abdi lagi


"Pintar "ucap ku memberikan 2 jempol


"Haha, kamu kira aku anak kecil apa"ucap abdi tertawa dengan Pura2 kesal


"Tidak sayang "ucap ku manja


Setelah itu kami langsung mencuci piring, selesai dengan semuanya kami kembali kekamar untuk bersih2 dan juga sholat.


Mohon dukungan dan saran nya kakak semua nya, biar author semangat untuk menulis nya, 🙏😊😍😊