
Kembali dari bulan madu, Bie langsung periksa ke dokter ternyata ia memang positif hamil. Bie tak jadi melanjutkan kuliah. Kedua orang tua Bie maupun Keen tak mengizinkan ia melanjutkan kuliahnya. Mereka kuatir akan mengganggu kehamilan Bie.
Cath sangat bahagia mendengar Bie kembali hamil. Ia jadi bisa membawa Barra menginap di rumah lebih lama jika Bie telah melahirkan adik Barra.
Di kehamilannya saat ini, Bie tidak mengalami yang namanya morning sickness. Makannya tambah lahap. Anehnya sejak Bie dinyatakan hamil, Keen menjadi sering sakit-sakitan. Ia yang mengalami morning sickness.
Tiap pagi Keen akan merasakan mual, dan makannya juga berkurang. Bie kasihan melihat suaminya itu.
Seperti pagi ini Keen kembali merasakan mual. Ia berlari menuju kamar mandi dan menumpahkan seluruh isi perutnya. Bie masuk ke kamar mandi dan memijat tengkuk suaminya untuk meringankan.
Setelah dirasakan perutnya sedikit lega, barulah Keen membasuh wajahnya. Beruntung hari ini libur. Bie mengajak Keen berbaring kembali.
"Sayang, mual banget ya," ucap Bie kuatir.
"Nggak tau,Bie. Sejak kamu hamil, kenapa aku yang jadi sering pusing dan mual. Apa ini kemungkinan kamu hamil bayi kembar itu benar ya."
"Semoga aja benar. Anak kita jadi tiga. Aku tak perlu hamil lagi."
Keen membawa Bie ke dalam dekapan dadanya. Ia mengecup pucuk kepala istrinya. Rasa sayangnya makin bertambah sejak Bie dinyatakan hamil. Apalagi Dokter mengatakan jika Bie kemungkinan mengandung bayi kembar. Dapat dipastikan kebenarannya saat nanti usia kehamilan Bie memasuki minggu ke delapan, tepatnya minggu depan.
Dokter mengatakan jika seorang ibu mengandung bayi kembar akan mengalami Morning sickness berlebihan, lelah, dan nafsu makan serta berat badan yang bertambah. Tapi semua itu tak dirasakan Bie, semua dialami Keen.
............
Cath sedang melamun di kamar, ia teringat saat Dimas memeluknya di restoran saat ulang tahun kemarin. Dimas mengatakan akan mengulang semua dari awal.
"Cath, aku ingin mencoba mengulang dari awal persahabatan kita. Jika suatu hari semua berubah menjadi suatu yang lebih serius, aku harap kamu jangan berpikir sesuatu yang jelek tentang aku."
Dimas berlutut dihadapan Cath sambil menggenggam tangannya.
"Aku menganggapmu sebagai teman. Kukira dulu ‘teman’ hanyalah sebuah kata. Tidak kurang, tidak lebih. Tapi setelah bertemu denganmu, aku sadar bahwa yang penting adalah makna di dalamnya.”
"Persahabatan bukanlah sesuatu yang bisa kau pelajari di sekolah. Tapi kalau kau belum belajar memahami maknanya, maka kau belum belajar apapun.Terima kasih telah menjadi sahabatku dan menyebarkan begitu banyak kebahagiaan dalam hidupku, sekarang aku hanya ingin bertanya kepadamu, 'dapatkah kamu memegang tanganku selamanya dan maukah kamu menjadi kekasihku."
Cath memandangi Dimas dengan seksama, sesungguhnya cinta itu masih ada buat Dimas di hatinya. Tapi Cath tak mau, pernyataan cinta Dimas padanya hanya sebagai pelarian. Cath tak ingin terluka untuk kedua kalinya pada orang yang sama.
"Kita selalu bersama, bercanda tawa, dan tersenyum. Mohon jangan kau putuskan kebersamaan ini karena kesukaan dan perasaan. Aku rasa dengan kita berteman selama ini akan lebih baik daripada mengedepankan perasaan yang lebih." Cath menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.
"Sahabat di dalamnya ada rasa cinta. Cinta yang tulus dan murni tak memandang apa-apa akan lebih indah jika rasa cinta utuh itu kita jaga. Maka ucapan cintamu padaku tak lebih dari seorang sahabat yang mengatakan cinta pada yang lainnya."
" Maaf aku masih memilih itu.Aku merasa bahagia bila bersamamu, tapi aku tidak menduga kamu menyimpan rasa sayang yang lebih kepadaku. Tapi aku takut akan menyakiti hatimu karena tidak mampu membuat kamu bahagia. Dan aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Maafkan aku karena tidak bisa menerima cintamu. Aku ingin kita tetap bersahabat untuk selamanya," ujar Cath. Hati Cath lega dapat menyampaikan isi hatinya.
"Jika kamu memang mencintaiku bukan hanya sayang sebagai sahabat atau hanya menjadikan aku pelarian, coba buktikan semua dengan kesungguhan. Percayalah, jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu. Biarlah waktu yang akan menjawab, apakah kita ditakdirkan sebagai kekasih atau hanya sebagai sahabat selamanya."
Dimas kaget mendengar jawaban Cath. Ia pikir Cath masih menyimpan perasaan cinta untuknya.
Jatuh cinta pada sahabat bukanlah sesuatu yang terlarang. Namun, acap kali kondisi sahabat jadi cinta berujung pada situasi yang kurang mengenakkan karena cinta bertepuk sebelah tangan, atau hubungan percintaan yang tak bertahan lama. Cath menyadari itu ia tidak ingin Dimas menjadikan dirinya hanya pelarian atas cintanya yang gagal dengan Bie.
Jatuh cinta pada sahabat bisa dikatakan sebagai keniscayaan. Komunikasi yang terjalin baik, ditambah rasa nyaman saat bersama sangat berpotensi menumbuhkan bibit-bibit cinta dan kasih.
Di sisi lain, ada konsekuensi besar yang harus ditanggung ketika memutuskan menyatakan perasaan cinta pada sahabat, apalagi sampai menjalin hubungan asmara. Kelanjutan relasi persahabatan yang jadi taruhannya.
PERSAHABATAN BISA BERUBAH MENJADI CINTA, AKAN TETAPI CINTA YANG BERAKHIR AKAN MEMUTUSKAN PERSAHABATAN.
**Bersambung
Hai semua selamat pagi. Semoga semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.
Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama ini**.