Love Is Rain

Love Is Rain
Bab 77. Pesta Pernikahan Keen dan Bie.



Bie dan Keen tampak sangat bahagia. Mereka bersanding di pelaminan dengan senyum semringah. Barra berada dalam gendongan Cath.


Bie udah meminta agar Barra duduk saja bersama dirinya dan Keen, tapi Cath nggak mengizinkan. Cath mengatakan jika hari ini adalah harinya Bie. Keen dan Bie adalah Raja dan Ratu sehari.


Cath membawa Barra ke taman di samping hotel. Bocah itu tampak bosan di dalam ruangan.


Barra yang telah bisa berjalan tampak mondar mandir di taman. Cath mengikuti tanpa bosan. Setelah merasa capek, Barra minta duduk. Cath membawanya duduk di bangku taman dan memberikan susu formula yang ia bawa.


Cath memangku Barra dengan penuh kasih sayang. Sambil memberikan susu, Cath mengusap punggung Barra sambil mengecup pipinya dengan gemas.


"Kamu udah cocok juga punya anak," ucap seseorang. Cath memandang ke arah suara itu. Ia melihat Dimas berdiri di samping bangkunya.


"Kapan kamu datang."


"Sejak kamu berlari dan bermain dengan Barra." Dimas duduk di samping Cath. Tangannya membelai rambut Barra yang mulai tertidur dipelukan Cath.


"Barra tampak nyaman berada dalam pelukan kamu," ujar Dimas lagi.


"Karena aku aunty-nya Barra."


"Aku baru tau jika Bie ternyata adikmu. Bie tidak pernah mengatakan tentang kamu yang ternyata saudaranya, padahal kami sering telponan."


"Mungkin Bie beemaksud mengatakan semuanya secara langsung."


"Kamu senang ternyata Bie adik kandungmu. Masih ada dendam dengan Bie."


"Jika aku dendam, tak akan aku ada di sini. Lagi pula aku sudah bisa menerima semuanya dengan ikhlas. Sesuatu yang keja kejar jika itu memang bukan ditakdirkan buat kita, dia akan tetap lari dan berlalu."


"Jika ia bukan jodoh kita walau bagaimanapun kita mengejarnya ia tetap akan pergi. Sebaliknya, jika ia memang jodoh kita, walau telah pergi jauh pasti akan kembali."


"Pemikiranmu makin dewasa aja. Baru beberapa bulan tak ketemu udah banyak perubahan pada dirimu," ujar Dimas.


"Seperti ungkapan yang sering aku baca, Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu. Jika sesuatu telah ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik orang lain. Baik itu jodoh, maupun rejeki."


"Kita hanya butuh kesabaran dalam menunggu jodoh ataupun rezeki. Kesabaran adalah kunci kegembiraan, terburu nafsu adalah kunci kesusahan.Kesabaran itu tanpa batas. Namun, kebaikan di balik kesabaran itu tiada batas. Jodoh, tidak akan datang cepat walau sesaat, takkan datang lewat walau semenit, bersabarlah kunci agar hati tenang."


Dimas bertepuk tangan mendengar ucapan Cath, gadis itu memukul lengan Dimas kesal. Cath takut Barra terbangun.


"Aman ... aku telah terbiasa menggendong dari Barra baru lahir. Masih bayi merah."


"Kamu ternyata dekat dengan Bie, lebih dari yang aku bayangkan." Cath menunduk setelah mengucapkan itu.


"Cath ...."


"Hhhhhmm ...."


"Aku minta maaf."


"Untuk apa?"


"Karena terakhir bertemu sikapku padamu sedikit keterlaluan. Aku seharusnya tidak bersikap begitu."


Cath makin menunduk, ia teringat ketika mereka bertemu di rumah sakit saat itu. Mata Cath tampak mulai berkaca. Ia sebenarnya masih sakit hati atas semua perkataan Dimas dengannya waktu itu. Tapi ia tak bisa marah karena Dimas banyak menolong Bie adiknya.


Dimas yang menyadari sikap Cath, menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya. Bagiamanapun Cath adalah sahabat pertamanya saat masuk sekolah menengah.


"Cath, aku ingin kita melupakan semua yang pernah terjadi. Kita mulai dari awal saat kita bertemu dulu."


"Apakah kamu tidak akan menyesal berteman dengan wanita manja, picik seperti aku. Aku juga wanita yang berhati busuk dan berpikiran kotor."


"Maafkan aku, Cath. Aku terbawa emosi waktu itu."


"Aku tak apa-apa. Semua yang kamu katakan itu benar. Saat ini aku sedang belajar merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Aku ingin bisa seperti Bie, yang dicintai pria bukan mencintai."


Dimas terdiam mendengar ucapan Cath. Semua yang dikatakan Cath adalah perkataannya. . Dimas berpikir apakah ucapannya yang dulu sangat melukai Cath. Apakah Cath begitu sakit hati.


Diakui Dimas saat itu ia terbawa emosi. Tak seharusnya ia mengucapkan kata-kata yang membuat wanita itu terluka.


Sejahat dan setegas apapun wanita, ia hanyalah makhluk yang berhati lembut. Wanita dikenal sebagai makhluk yang berhati lembut. Kelembutan hati seorang wanita membuatnya menjadi sosok yang penuh kasih. Selain itu, wanita juga dikenal sebagai sosok yang peka atau perasa. Wanita mudah sekali tersentuh dan berempati dengan situasi sekitar. Kata-kata hati wanita dapat menunjukkan betapa lembut dan penuh kasihnya mereka.


Seharusnya aku tau jika di bawah setiap perempuan yang kuat dan mandiri terletak seorang gadis kecil yang patah hati yang harus belajar bagaimana bangkit kembali dan tidak pernah bergantung pada siapa pun.


Bersambung.