Love Is Rain

Love Is Rain
Bab 79. Bermain Ke Pantai



Dimas membersihkan diri dan membaringkan diri sebentar. Setelah merasa segar kembali, Dimas keluar dari kamar. Ia menuju kamar Cath.


Dimas mengetuk pintu kamar Cath. Entah kenapa perasaannya gugup. Ia takut jika sambutan Cath tidak seperti yang ia harapkan.


Cath yang sedang berbaring berjalan membukakan pintu kamarnya. Ia kaget melihat Dimas yang berdiri di depan pintu.


"Sore Cath. Apa kabar?"


"Selamat sore. Kenapa kamu jadi kaku begini. Kabarku baik," ucap Cath tersenyum.


"Apa aku harus berdiri aja nih. Tak diizinkan masuk."


"Masuklah, tapi kamu apa di dalam kamar."


Dimas tak menjawab ucapan Cath, ia masuk ke kamar dan duduk walaupun Cath tak mempersilakan.


Cath duduk di tepi ranjang memerhatikan Dimas. Cowok itu masih sama, masih ada mengisi hatinya paling dalam. Tapi Cath udah bertekad tak akan pernah lagi ia mengejar cinta, karena itu akan mempermalukan dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat Cath berjalan mendekati Dimas dan duduk dihadapan pria itu. Dengan tatapan tajam ia menatap mata Dimas, ia ingin tahu apa sebenarnya yang pria itu inginkan.


"Kenapa memandangnya seperti itu, Cath? Seolah aku ini baru saja melakukan suatu hal yang salah."


"Kamu mau apa ke sini? Apa Keen dan Bie yang meminta?"


"Jangan berpikiran negatif dengan adikmu sendiri."


"Jika bukan Bie yang meminta, kenapa kamu tau aku ada di kota ini? Kenapa kamu langsung tau nomor kamarku?"


"Kamu seperti polisi yang sedang interogasi penjahat kelas kakap?" ucap Dimas mengajak Cath becanda.


"Kenapa? Kamu malu karena ketahuan jika Bie yang meminta datang."


"Jalan-jalan ke pantai, yuk!" ajak Dimas mengalihkan pembicaraan.


"Aku lagi malas. Mau baring aja."


"Kamu tega membiarkan aku jalan sendiri. Masa ke sini cuma untuk tiduran doang."


"Siapa yang suruh kamu datang. Minta temani aja dengannya."


"Cath, mana mungkin aku minta temani Bie. Mengganggu orang bulan madu aja."


"Berarti emang Bie yang meminta kamu datang?"


"Udahlah! jangan dipikirkan siapa yang maminta aku datang. Kita pergi ke pantai sekarang. Mau lihat sunset. Biasanya kamu paling antusias. Janji deh kali ini aku temani kamu berjalan sambil telanjang kaki."


"Biasanya kamu nggak mau, hanya Bie yang temani aku."


"Aduh Cath, jangan yang biasa-biasa deh. Sekarang luar biasa."


"Kamu nggak geli nanti telanjang kaki."


"Demi kamu aku coba deh."


"Modus. Katakan maksud kamu sebenarnya?"


"Cath ...." teriak Dimas. "Kenapa kamu jadi bawel begini? biasanya yang bawel itu Bie. Tapi sekarang kamu juga."


"Jangan kamu ulangi lagi ucapanku itu. Aku akan tambah merasa bersalah. Aku mohon padamu maafkan kata-kataku itu."


Mata Cath dengan Dimas beradu. Tampak mata Cath mulai berkaca. Sebenarnya ia sudah memaafkan Dimas. Ia tak ada rasa sakit hati lagi pada pria itu.


Tapi ucapan Dimas yang mengatakan dirinya memiliki sifat busuk dan berhati kotor selalu terngiang. Tapi itu juga yang menjadi pemicu dirinya ingin berubah.


Akhirnya Cath bersedia menemani Dimas setelah pria itu membujuk dan memohon.


Disinilah Cath berada. Ia tampak riang berlari ke tepi pantai dengan kaki telanjang. Cath paling menyukai pantai dan keindahannya.


Tanpa mereka tahu, Keen dan Bie menyusul ke pantai. Bie yakin Cath tak akan membuang waktu jika telah melihat pantai. Gadis itu pencinta pantai dan keindahannya.


Keen dan Bie duduk di kursi pantai yang tersedia. Keen meminta Bie duduk berdua dengannya. Keen memeluk tubuh istrinya itu.


"Keen, lihatlah ... Kak Cath begitu bahagia kalau berada di pantai. Itulah alasan kenapa aku mengajaknya. Kami bertiga dulu sering menghabiskan waktu liburan di pantai. Kakak yang paling antusias jika berada di lantai."


"Aku mengajak Dimas agar kak Cath ada teman."


Dimas mengejar Cath yang berjalan makin mendekati bibir pantai. Ia membiarkan kakinya tersapu ombak.


"Jangan terlalu mendekati pantai Cath. Nanti ada ombak gede, aku takut!"


"Kamu itu, dari dulu tak berubah. Selalu aja takut aku dan Bie terseret ombak. Kami udah besar, Dimas."


"Kamu dan Bie itu selalu aja lupa jika ombak itu sangat berbahaya."


"Kamu tuh jadi cowok terlalu perhatian. Jika orang tak mengenal kamu, pasti akan geer dengan perhatian yang kamu berikan."


"Aku hanya melakukan sama kamu dan Bie. Dengan cewek lain manapun aku tak pernah memberikan perhatianku."


"Syukurlah, takutnya banyak cewek yang merasa kamu PHP-in. Hai Dimas, kamu lihat itu," tunjuk Cath.


"Siapa?"


"Itu ... sepasang manusia bucin. Mereka terdakwa yang menyebabkan kamu bisa di sini. Aku ingin menuntut."


Cath berlari menuju Keen dan Bie berada. Dimas mengikutinya dari belakang. Bie yang melihat Cath berlari mendekati mereka, memeluk Keen erat. Ia menyembunyikan kepalanya di dada suaminya.


"Mampus deh, Keen. Kakak pasti akan interogasi aku," ucap Bie makin mempererat pelukannya di dada Keen.


Bersambung


Apa ya yang dilakukan Cath pada adiknya Bie? Nantikan terus kelanjutan dari novel ini. Terima kasih.


Mama ingin mengenalkan novel sahabat mama dibawah ini. Jangan lupa mampir ya.


JUDUL NOVEL TIGER WU


karya Ria Aisyah.