Love Is Rain

Love Is Rain
Bab 72. Bie anakku?



Dokter meminta Mami Cath duduk, sedangkan menunggu di raung inap Papi dengan gelisah. Ia tak sabar ingin tahu kenyataan dari semua ini.


Seandainya Bie ternyata benar adik kandungku, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku bisa menerima Keen sebagai adik ipar nantinya? Apakah aku bisa ikhlas dengan Bie?


Cath berjalan mondar mandir di dalam ruangan, membuat papinya yang telah sadar dari kemarin heran. Ia tak bisa bertanya karena masih belum sanggup bicara banyak.


Mami membuka surat yang diberikan Dokter. Ketika ia melihat hasil dari tes DNA, air mata langsung tumpah. Mami menangis.


"Ini nggak salah,kan Dok?"


"Ibu lihat sendiri hasilnya. Apa yang saya curigakan, ternyata benar. Bu Beverly adalah anak kandung ibu dan bapak. Darahnya 99 persen sama."


"Ya, Tuhan. Selama ini aku begitu dekatnya dengan putrinya tapi tak bisa memeluknya Apa yang Papi katakan jika ia tau semua kebenaran ini," gumam Mami.


"Terima kasih, Dok. Saya akan mengabarkan berita baik ini pada suami saya."


"Silakan Bu!"


Mami dengan langkah tergesa keluar dari ruang dokter menuju ruang tempat dimana Papi di rawat. Mami sudah tak sabar mengatakan kebenaran tentang Bie yang ternyata putri mereka.


Melihat Mami masuk, Cath langsung menghampiri. Cath memeluk lengan Mami.


"Bagaimana hasilnya, Mi."


"Kita bicarakan ini dengan Papi sekalian," ujar Mami melangkah menuju tempat tidur papi.


"Papi, apa yang dirasakan saat ini? Apa yang masih sakit?"


"Udah rada mendingan," ucap Papi pelan.


"Papi, yang mendonorkan darah buat Papi kemarin Bie," ujar Mami sambil menggenggam tangan Papi.


"Kenapa bisa Bie. Bukankah golongan darah papi cukup langka?"


"Karena itulah Dokter mengira jika Bie anak kandung kita. Mendengar ucapan Dokter, mau lalu terpikirkan anak kita yang hilang dulu."


"Lalu ...." ucap Papi lirih.


"Mami curiga jika Bie emang ada hubungan darah, akhirnya mami diam-diam tanpa sepengetaguan Bie melakukan tes DNA." Mami menjeda ucapannya.


Cath dan Papi tampak antusias menantikan kelanjutan dari ucapan Mami. Cath memandangi Mami dengan seksama.


"Apa Bie emang anak kita yang hilang dulu. Hasilnya positif?"


"Sebelumnya mami juga telah meminta orang suruhan papi menyelidiki asal usul Bie dari Bunda. Awalnya Bunda tak mau cerita. Tapi dengan sedikit ancaman ia jujur. Orang suruhan Papi mengancam akan melaporkan Bunda karena mengadopsi tanpa izin." Kembali mami menjada ucapannya.


"Kenyataan yang di dengar dari Bunda, Bie memang ditemukan dimesjid yang sama saat bibi meletakkan bayi kita Stefani." Tangis Mami akhirnya pecah mengingat kejadian itu. Bagaimana nasib Bie jika ditemukan orang jahat.


"Berarti Bie emang Stefani," ujar Papi dengan suara gemetar. Cath tampak lemas. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi.


"Benar, Pi. Bie adalah Stefani. Hasil DNA positif, 99 persen sma darahnya dengan Papi," ucap Mami terbata.


"Ya, Tuhan. Selama ini kita begitu dekat dengannya, tapi tak tau jika itu anak kita sendiri." Mata Papi berkaca menahan air matanya.


"Kita harus beritau Bie secepatnya," gumam Papi lagi.


"Mami akan memintanya datang besok. Akan mami katakan semua ini. Kasihan Bie selama ini harus hidup dengan keterbatasan. Harus menghadapi beratnya hidup dengan dari usia yang masih sangat belia."


"Cath ... mami harap kamu bisa rela dan ikhlas atas apa yang pernah terjadi antara kamu dan Bie," ucap Mami lagi.


"Mi, aku tak tau harus berkata apa? Bahagia atau sedih ... Jika saja aku tau kenyataan ini lebih awal, mungkin aku orang yang paling bahagia. Tapi saat ini, aku tak tau meski bagaimana. Aku udah terlanjur kecewa." Cath menghentikan ucapannya, suaranya serk karena menahan tangis.


"Tapi, walaupun begitu ...aku tetap bahagia. Ternyata aku memiliki adik perempuan. Aku hanya butuh waktu untuk dapat menerima semua ini."


"Mami mengerti, Nak."


Mami dan Papi sepakat akan meminta Bie datang besok. Mereka sudah tidak sabar ingin mengatakan semua kebenaran tentang Bie.


Cath, meminta pengertian pada Papi dan Maminya jika besok saat kedua orang tuanya bertemu Bie, dia nggak bisa hadir. Cath perlu waktu untuk menenangkan diri agar bisa menerima semua kenyataan ini.


**Bersambung.


Bagaimanakah reaksi Bie saat tau kenyataan jika ia dan Cath adalah saudara kandung?


Nantikan terus kelanjutan novel ini. Jangan. pernah bosan. Lope-lope sekebon ❤❤❤❤❤. Terima kasih.


Mama ingin mengenalkan novel teman mama dibawah ini. Bisa mampir sambil menunggu novel ini update**.