
Tanpa Bie ketahui, Mami Cath meminta orang suruhannya menyelidiki siapa Bie. Asal usulnya. Mami mulai curiga saat Dokter mengira jika Bie anak kandungnya. Darah Bie memiliki kesamaan hingga 99 persen dengan darah suaminya.
Mami meminta orang suruhan mulai mencari tahu dari panti asuhan. Ia meminta orang itu bertanya dengan Bunda pemilik panti asuhan.
Setelah nanti Papi sadar, Mami akan melakukan penyelidikan sendiri.
Jika benar Bie anak kandungku, kenapa ia bisa sampai berada di kota ini? Bukankah saat itu Kami masih menetap di pulau Sumatra. Apakah Bibi membawanya hingga ke kota ini. Itulah makanya kami kesulitan menemukan Bie dulu. Aku juga yakin, Bunda tidak mengadopsi Bie secara legal.
Saat ini Papi telah melewati masa kritis, ia telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Cath dan mami duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Mami mengajak Cath bicara. Ia ingin mengatakan tentang adiknya yang pernah hilang. Selama ini mami dan papi tak pernah cerita. Ia hanya tau jika dirinya anak tunggal.
"Cath, mami mau mengatakan suatu rahasia dikeluarga yang belum kamu ketahui."
"Rahasia apa?"
"Sebenarnya kamu memiliki seorang adik."
"Apa maksud, Mami?" ucap Cath sedikit kaget.
Mami lalu menceritakan mengenai adik Cath yang hilang karena di bawa kabur pembantunya. Saat itu pembantu itu berpura-pura menjaga dan membawanya berjemur. Tapi ternyata dilarikan.
Mami yang saat itu sedang menyuapi Cath tak menyadari hingga makanan Cath habis. Mau merasa heran, kenapa bibi belum juga kembali.
Bibi itu saat ini telah ketangkap, tapi adik Cath tak juga ditemukan karena ia meletakkan adik Cath di kamar mandi salah satu musala.
Mendengar cerita mami, Cath menjadi sedikit marah.
"Kenapa Mami bisa seceroboh gitu. Jika saja adikku tak hilang, pasti aku ada teman. Aku tak akan kesepian seperti saat ini."
"Mami memang salah. Mami terlalu percaya dengan bibi itu. Tak seharusnya mami mengizinkan bibi itu membawa adikmu Stefani."
"Stefani ...."
"Itu nama adikmu, Stef ...."
Mami menangis mengingat kejadian saat ia kehilangan putrinya. Ia tak pernah menduga akan teepisah dengan putri kecilnya.
"Cath, Mami merasa jika Bie adalah adikmu yang hilang," ucap mami dengan lirih.
"Apa ..? Kenapa bisa Bie?" ucap Cath kaget.
"Karena golongan darah Bie yang sama dengan Papi."
"Hanya karena golongan darah Bie sama. dengan Papi, lalu Mami menduga Bie itu adiknya aku!" ucap Cath ketus.
"Cath, jaga volume suaramu. Papi kamu masih kritis."
"Mami yang membuat aku kaget. Analisa Mami tak masuk akal."
"Dokter mengatakan jika darah Bie dan Papi 99 persen sama. Itu hanya bisa terjadi jika Bie adalah anak kandung. Mami udah meminta dokter melakukan tes DNA dari sampel darah Bie. Mami juga telah meminta orang suruhan untuk dapat menyelidiki asal usul dari Bie."
"Kenapa mami harus mengarang kisah anak hilang itu. Jika kamu tak percaya, Mami ada bukti surat kelahiran adikmu dan juga foto saat ia lahir."
"Lagi pula yang membuat Mami curiga jika Bie adikmu karena wajahnya yang sangat mirip dengan adik mami."
"Nggak mungkin ... ini tak mungkin, Mi."
"Kenapa tak mungkin. Mami pernah ngomong, jika Bie mirip tantemu, adiknya Mami."
"Aku tak bisa percaya ini. Kenapa harus Bie? kenapa, Mi?"
"Apa maksud kamu, Cath."
"Bagaimana aku bisa menerima jika ternyata Bie adikku? Apa yang harus aku lakukan?" ucap Cath dengan terisak.
"Seharusnya kamu bahagia karena bisa ketemu lagi dengan adikmu yang hilang."
"Bukannya aku tak bahagia. Tapi kenyataan jika orang yang aku benci selama ini adalah adikku, itu yang akan sulit aku terima."
"Mulai hari ini Mami harap kamu menyiapkan hatimu untuk dapat menerima semua kenyataan ini."
"Entahlah Mi, aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini. Harus bahagia atau bersedih jika ternyata Bie adik kandungku."
"Mami mengerti perasaanmu. Tapi Mami harap jika memang Bie adik kandungmu, bukalah hatimu untuk dapat menerima Bie. Ikhlaskan dan lupakan semua yang terjadi. Mungkin ini adalah jalan kamu bisa kembali bersama adikmu."
"Aku tak tau, Mi. Aku tak tau harus berkata apa? Kenyataan yang aku dengar saat ini seperti cerita novel saja."
Mami membawa Cath ke dalam pelukannya. Ia membelai rambut panjang putrinya itu. Mami tau pastilah sulit bagi Cath untuk menerima semua ini. Jika Bie memang adik kandungnya, berarti ia juga harus bisa menerima Keen sebagai adik iparnya.
..........
Hari ini, hasil dari tes DNA yang dilakukan Mami pada sampel darah Bie akan keluar. Mami dari pagi tampak gelisah menunggu Dokter.
Papi udah sadarkan diri dari kemarin, tapi masih belum bisa bicara banyak.
Apa lagi Mami mengetahui dari orang suruhannya jika Bie memang ditemukan Bunda di salah satu mesjid. Bie ditemukan saat Bunda mampir buat buang air kecil.
Siang hari Mami diminta menemui Dokter yang melakukan tes DNA. Sebelum menemui Dokter, ia pamit dengan Papi. Mami masuk ke ruang kerja Dokter dengan gemetar. Mami sudah tak sabar ingin tau kebenaran dari semua itu.
Bersambung.
Apakah hasil dari tes DNA yang telah Mami lakukan secara diam-diam tanpa izin dari Bie?
Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini. Terima kasih.