Love Is Rain

Love Is Rain
Bab 75. Maafkan aku, Kak!



Walau Cath hanya diam dan tak menjawab pertanyaannya, Bie tak peduli. Ia langsung memeluk sahabat yang ternyata kakak kandungnya.


Bie memeluk erat Cath. Mami mengambil Barra dari gendongan Cath dan memberikan waktu buat saudara kandung itu saling memeluk melepaskan semua kerinduannya.


Cath tak bisa menahan lagi, ia membalas pelukan Bie. Air matanya tumpah. Kerinduannya selama ini pada sahabat sekaligus adiknya terlepas sudah. Tampak Bie dan Cath terisak menahan tangis mereka.


"Maafkan aku, Kak. Maafkan aku, karena telah membuat kau terluka. Tapi tak pernah ada niatku untuk membuat kamu jadi begini. Aku melakukannya agar kamu bahagia. Tapi aku lupa, semua yang dilakukan atas kebohongan pasti akan menyakitkan akhirnya." Bie berkata terbata-bata sambil menahan tangisnya.


"Jika saja aku tau jika itu akan membuat kamu terluka pasti aku akan berkata jujur. Semua memang salahku. Maafkan aku," ucap Bie lagi.


Tangis Cath makin terdengar. Tampak dadanya sesak karena menahan tangis dari tadi. Bie melepaskan pelukan dan menghapus air mata Cath dengan jarinya.


"Katakan kak, apa yang harus aku lakukan agar kakak mau memaafkan aku," ujar Bie sambil menghapus air mata Cath yang terus saja mengalir membasahi pipinya.


"Kamu nggak salah. Aku yang salah," ujar Cath akhirnya.


"Kakak, mau memaafkan aku." Cath menganggukkan kepalanya. Bie kembali memeluk Cath melihat itu.


"Terima kasih, kak. Aku tau kakak gadis yang baik. Hanya kekecewaan dan merasa dibohongi makanya selama ini kakak marah. Aku mengerti semua itu. Jika aku berada di posisi kak Cath, mungkin aku akan bersikap yang sama."


"Aku terlalu egois dan ingin menang sendiri," ujar Cath lirih.


"Kakak nggak egois.Buktinya dulu saat kita menjadi sahabat, kakak senang berbagi dan baik banget dengan semua anak panti."


"Aku terlalu manja dan ingin semua keinginan dituruti. Seharusnya aku sadar, tidak semua keinginan kita akan terkabul."


"Aku ini jahat ...." ucap Cath.


"Nggak, kakak nggak jahat. Siapa yang bilang kakak jahat."


"Kamu pasti malu punya kakak seperti aku."


"Nggak, aku bersyukur banget saat tau ternyata kita bersaudara. Aku bahagia menjadi adik kakak ...."


"Barra pasti senang memliki aunty seperti kakak." Cath tersenyum pada Barra.


Bie membawa Barra ke dekat Keen dan memberikan putranya pada Keen. Bie memandangi Keen sambil menganggukan kepalanya.


"Cath, aku minta maaf jika selama ini aku telah menyakiti kamu." Ternyata Bie meminta Keen suaminya meminta maaf. Dari rumah Bie dan Keen telah sepakat jika Cath pulang dari kuliahnya akan meminta maaf dengan wanita itu.


Bie ingin semuanya saling memaafkan dan ikhlas. Bagaimanapun Cath adalah saudara kandungnya. Lama Cath terdiam. Ia belum juga menjawab ucapan maaf Keen.


Setelah sekian lama saling terdiam, dan mereka larut dengan pikiran mereka masing-masing, barulah Cath membuka suaranya.


"Aku juga minta maaf. Tak seharusnya aku memaksa kamu menerima cintaku. Aku juga salah, karena manfaatkan kamu atas rasa kesalku pada Bie." Cath menarik nafasnya sebelum berkata lagi.


"Aku sebenarnya juga tak pernah mencintai kamu. Aku tau kamu dekat dengan Bie, walau belum dapat kepastian jika kamu dan Bie ada hubungan tapi aku tau kalian saling suka."


"Apa maksud kamu?" ujar Keen.


"Aku akan berkata jujur saat ini, karena kamu dan Bie telah menjadi keluarga. Sebenarnya aku mencintai Dimas sejak kami berkenalan. Tapi sayang, dia hanya peduli dengan Bie. Untuk membalas rasa sakit hatiku, makanya aku mendekati kamu."


"Kak ... kenapa kamu nggak pernah mengatak perasaanmu itu? Kenapa selama ini kamu hanya menyembunyikan rasa sukamu itu."


"Aku malu jika ternyata nanti Dimas tak membalas cintaku. Aku tak mau nanti Dimas jadi menjauhiku."


"Dimas pria yang baik. Aku yakin ia nggak akan menjauhi, Kakak."


"Sudahlah, semua telah berlalu. Dari semua yang aku alami ini, aku hanya mengambil kesimpulan jika suatu kebohongan itu tak akan ada yang membawa kebaikan. Berkata jujur walaupun menyakitkan itu lebih baik."


Mendengar ucapan Cath, Mami memeluk putri pertamanya itu. Ia tak menyangka akhirnya Cath menyadari semua kesalahannya dan mengambil hikmah dari semua itu.


Bersambung.