Love Is Rain

Love Is Rain
Bab 80. Bermain pasir pantai.



Cath berjalan tergesa menuju Keen dan Bie berada. Bie memeluk Keen erat dan berpura-pura tidur.


Cath memandang ke arah Keen dengan mata melotot. Keen pura-pura tidak tahu apa yang akan Cath lakukan.


"Ada apa Cath," ucap Keen santai.


"Tolong bangunkan istri kecilmu itu."


"Bie baru aja terlelap. Kamu mau apa? Nanti aku katakan."


"Aku tadi melihatnya dari jauh tadi masih tersenyum mesem. Kenapa sekarang udah tidur aja? Cepat banget."


"Kamu nanti pasti akan merasakan itu, Cath. Saat dalam pelukan pasangan kita, mata akan cepat terlelap."


"Omong kosong. Bangunkan segera! Atau aku tarik dan ceburkan ke laut."


"Kejam banget kakak ipar," ujar Keen.


Dimas yang berdiri dibelakang Cath tersenyum. Ia menahan tawa agar Cath tak marah. Bie yang berada dalam pelukan Keen dengan susah payah menahan tawanya. Ia belum siap ditanyai Cath.


Keen menaik turunkan alisnya pada Dimas, seolah minta penjelasan. Keen sebenarnya juga susah menahan tawa melihat wajah Cath yang cemberut.


Cath berlutut di samping kursi Bie. Ia menarik baju yang Bie kenakan. Bie berusaha menahan tawanya. Akan tetapi pertahanannya goyah saat Cath menggelitik pinggangnya.


Bie tertawa dengan kerasnya. Ia akhirnya bangun dan duduk menghadap Cath.


"Kenapa sih, Kak? Ganggu tidur aku aja."


"Kenapa kamu tak mengatakan jika Dimas juga ke sini? Kamu yang mengajaknya'kan?"


"Kakak ngomong apa, sih? Aku nggak ngerti. Baru bangun tidur nih." Bie menguap untuk meyakinkan Cath.


"Aktingmu kurang meyakinkan." Cath duduk di kursi pantai di samping Bie.


Ia menatap Bie dengan mata tajam. Tanpa kedip Cath terus saja memandangi Bie dengan wajah masamnya.


Bie yang melihat Cath masih saja cemberut memeluk kakak sekaligus sahabatnya itu erat Ia mengecup seluruh bagian di wajah Cath. Melihat wajah kakaknya yang masih masam, Bie naik ke atas pangkuan Cath dan memeluk lehernya sambil mengecupi dahi Cath bertubi-tubi.


Bie tahu benar jika kakaknya hanya berpura-pura marah. Ia masih saja terus mengecup wajah Cath. Dimas dan Keen melihat kakak adik itu dengan tersenyum.


"Jangan merayu, tak mempan. Kamu telah membohongi kakakmu, itu dosa loh!"


"Maafkan hamba tuan putri. Hamba melakukan itu agar tuan putri ada teman dan tak kesepian."


"Jangan banyak omong. Turun! Badanmu berat." Cath menggoyangkan pahanya agar Bie turun dari pangkuannya.


"Keen ngomong gitu agar kamu tak marah."


Bie turun dari pangkuan Cath. Ia memilih duduk ditepi kursi pantai. Bie menatap Keen dengan tajam. Ia menunggu jawaban dari suaminya itu.


Keen memberikan senyuman semringah secerah cahaya matahari. Hari sudah menjelang magrib, tapi langit masih terlihat terang.


"Kenapa menatap aku seperti itu?"


"Kamu dengarkan apa yang kak Cath katakan. Apakah selama ini kamu pura -pura?"


"Pura-pura apa, Sayang."


"Kata Kak Cath kamu mengatakan tubuhku ringan hanya karena takut aku marah."


"Nggak, Sayang. Kamu emang ringan."


"Malas banget dekat-dekat orang bucin. Mending aku main pasir." Cath bangun dan berlari ke pinggir pantai.


Bie yang juga menyukai pantai, ikutan berlari mengejar Cath. Bie memeluk tubuh Cath dari belakang. Bie sangat menyayangi kakaknya itu.


Mungkin telah ada ikatan batin antara mereka,sejak pertama bertemu Bie langsung menyukai wanita yang bernama Cath ini, begitu juga sebaliknya.


Bie dan Cath bergandengan tangan memainkan debur ombak. Keen dan Dimas hanya melihat dua saudara itu yang saling mencintai.


Setelah matahari kembali ke peraduannya barulah mereka kembali ke hotel. Kaki Bie dan Cath kotor akibat pasir pantai.


Malam harinya, Bie mengirim pesan pada Cath jika ia tak bisa makan malam ke restoran. Mereka ingin menghabiskan waktu berdua di kamar saja.


Dengan terpaksa Cath menuju restoran seorang diri. Awalnya ia juga ingin makan di kamar saja. Akan tetapi setelah dipikirkan, buat apa ke sini jika hanya menghabiskan waktu di kamar. Jika Keen dan Bie, bisa dimaklumi.Mereka datang memang untuk bulan madu.


Dengan langkah malas, dan perlahan Cath memasuki restoran. Baru saja Cath membuka pintu restoran terdengar suara lagu ulang tahun berkumandang.


Cath kaget, ia melihat Bie berjalan mendekat bersama Keen dan Dimas. Di tangan Bie ada kue ulang tahun.Cath tadi sempat berpikir jika tak ada seorangpun yang ingat hari kelahirannya.


Mata Cath tampak berkaca menahan air mata yang akan tumpah membasahi pipi. Ia tak menduga mendapatkan kejutan di hari ulang tahunnya.


Bersambung


Hai, hai mama paling gemoi sejagat raya kembali datang untuk mempromosikan karya teman mama. Siapa tau ada yang tertarik,.jangan lupa mampir ya